
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed......
...----------...----------...
Pagi harinya..
"Kenapa kau membawaku kesini??" Athena bertanya lalu melirik Yama yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.
Para karyawan yang melihat itu hanya meliriknya sekilas dengan rasa penasaran yang tinggi. Mereka bertanya-tanya tentang apa yang di lakukan bos nya itu dan siapa yang dia ajak bicara.
"Aku hanya meminta hal atas kemenanganku" Ucap Yama.
Athena menyilangkan tangannya di dada seraya mengalihkan perhatiannya ke depan, lalu melihat gedung yang menjulang dengan sangat tinggi itu dengan tatapan malas.
"Tapi tidak dengan datang kesini" Ucapnya.
Yama masih setia berdiri di posisinya, menunggu Athena untuk turun "Aku hanya memintamu untuk menemaniku bekerja"
"Aku tidak mau menjadi bahan gosipan para karyawanmu" Ucap Athena dengan sedikit jengah.
Yama menghela nafasnya sedikit lelah, dia mulai kehilangan kesabaran "Mereka tidak akan berani bergosip"
"Mereka tidak akan bergosip jika itu tentangmu. Tapi mereka akan bergosip tentangku" Ucap Athena cepat.
Yama pun kembali menghela nafasnya lelah.
Mac memperhatikan perdebatan 2 orang itu dalam diam. Sekarang, Mac mulai terbiasa dengan perdebatan mereka. Karena saat dalam perjalanan pun mereka tidak ada habisnya berdebat, bahkan hanya untuk hal yang sepele.
Hanya saja, Mac tetap merasa sedikit heran pada Yama yang mau menanggapi setiap perkataan Athena. Mac pun hanya berdiri di dekat mobil dengan setia menunggu Tuannya disana.
Sungguh, menghadapi Athena benar-benar menguras kesabarannya Yama. Pria itu pun akhirnya memilih untuk menarik Athena, lalu membawa gadis itu di bahunya.
Pict by : Pinterest
*Gambar hanya ilustrasi.
Athena terkejut dengan apa yang dilakukan Yama padanya.. Dia memukul-mukul punggung Yama dengan sedikit brutal
"Yaaaaak... turunkan aku.. Yamaaaa, ini tidak lucuuu.. cepat turunkan akuuu..."
Yama tidak menghiraukan Athena, dia tetap melangkah untuk masuk ke dalam perusahaan. Di ikuti oleh Mac yang setia berada di belakangnya.
Yang mana hal itu membuat mereka menjadi pusat perhatian para
pegawai disana. Bagaimana tidak, pagi-pagi sekali mereka sudah di suguhkan pemandangan yang membuat mereka terkejut. Terlebih lagi para pegawai wanita disana, mereka sungguh iri saat melihat pemandangan itu.
"Siapa wanita itu?" tanya salah satu pegawai wanita.
"Entahlah, dia sungguh beruntung" ucap teman si wanita.
"Harusnya aku yang ada di posisinya" ucap pegawai wanita yang lain.
"Hah, aku juga ingin menjadi dia, aku akan dengan senang hati menyerahkan diri dan bersandar di pundaknya" tambahnya lagi..
Sedangkan Athena, dia hanya bisa menutup wajah dengan kedua telapak tangannya saat mendengar bisikan-bisikan para pegawai yang ada di sana. Athena merasa sangat malu hingga ingin menenggelamkam diri ke dasar bumi.
__ADS_1
"Ekhem, kalian di bayar untuk bekerja, bukan untuk bergosip" ucap Mac pada para pegawai itu.
Mendengar perkataan Mac, mereka pun segera membubarkan diri. Mereka tidak ingin mencari masalah dengan Mac, karena Mac tidaklah berbeda dengan Yama. Jadi, dari pada mencari masalah, lebih baik mereka menghindarinya.
....
Athena melirik Yama yang masih sibuk dengan pekerjaannya lalu menghembuskan nafas lelah..
"Aku bosan"
Athena beranjak dari sofa, dia menghampiri Yama lalu mengulurkan telapak tangannya tepat di depan wajah Yama.
Yama melirik Athena dengan mengerutkan alisnya.
"Berikan aku uang, aku haus" ucap Athena.
Yama melirik ke arah sofa, tempat dimana tadi Athena duduk.
"Aku sudah menghabiskam semuanya" tambahnya lagi.
Dia sudah menghabiskan semua makanan dan minuman yang di belikan oleh Mac.
"Cepatlah, aku meninggalkan tas ku di mobil" Athena kembali berkata seraya sedikit menggoyangkan tangannya.
"Tunggulah, Mac akan membelikannya untukmu" Ucap Yama.
"Tapi aku bosan" Ucap Athena.
Yama pun akhirnya mengeluarkan black card nya, lalu menyerahkannya pada Athena. Namun di tolak mentah-mentah oleh gadis itu
"Aku meminta uang, bukan kartu"
Athena memutar bola matanya malas "Uang tunai.."
"Aku tidak memiliki uang tunai baby" Ucap Yama.
Athena lagi-lagi memutar bola matanya malas..
"Ah, sudahlah" Ucapnya seraya mengambil kartu itu dan berlalu pergi.
Yama pun menghubungi Mac melalu telepon Kantornya.
"Ikuti Athena" ucapnya lalu mematikan sambungan.
...
Athena berjalan menuju cafeteria yang terletak di lantai 5. Dia melirik jam yang ada di pergelangan tangannya..
"Pantas saja ramai, ini hampir jam makan siang"
Athena pun memasuki cafeteria dan membuatnya menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak? Dia adalah orang asing yang pagi tadi di gendong oleh Boss mereka.
Pict by : Eleonor Abrunacci
Athena memakai pakaian yang terbilang cukup santai. Para karyawan itu memandang Athena dengan berbagai tatapan. Ada yang menatapnya dengan tatapan kagum, memuja, penasaran, iri, bahkan ada juga yang memberikannya tatapan kebencian.
Contohnya saja ke 3 wanita yang duduk di dekat tempat pemesanan.
__ADS_1
Athena berjalan menuju tempat pemesanan, dia memesan segelas ice americano, lalu menyerahkan black card milik Yama pada si pelayan. Saat sedang menunggu pesanannya, Athena bisa mendengar obrolan ketiga wanita itu dengan jelas.
"Lihatlah, dia wanita yang tadi pagi kan, dia sungguh beruntung" Ucap wanita berambut pirang.
Salah satu wanita berambut hitam yang ada di sana terlihat sedikit memicingkan matanya, mencoba untuk fokus pada kartu yang di gunakan Athena untuk membayar. Dia melihat ada lambang YG di kartu hitam itu, dia bisa melihatnya dengan cukup jelas karena jarak mereka yang begitu dekat dengan tempat pemesanan.
"Bukankah itu black card milik Boss?"
"Cih.. Dia bahkan terlihat seperti ja..lang" Ucap si wanita berambut merah.
Athena tidak menghiraukan ke 3 wanita itu. Dia menerima pesanannya, lalu berjalan hendak kembali ke ruangan Yama.
Namun saat baru beberapa langkah, dia sedikit limbung karena tersandung kaki si wanita berambut merah. Dia memang tidak sampai terjatuh, tapi minuman yang dia pegang sedikit tumpah hingga mengenai bajunya. Athena tau betul, itu adalah bentuk ke sengajaan.
"Ooohh.. Lihahlah, ja..lang itu hampir saja terjatuh karena sengaja menyandung kakiku" ucap si wanita berambut merah itu.
Kali ini dia sedikit mengencangkan suaranya hingga mengundang banyak pasang mata untuk melihatnya. Mereka menyaksikan hal itu dengan rasa penasaran, mereka ingin tahu hal apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun tidak ada satu orang pun yang berani merekam kejadian itu atau karir mereka yang akan jadi taruhannya.
Athena awalnya ingin mengacuhkan mereka. Namun apa yang di lakukan oleh wanita berambut hitam itu sedikit memancing emosinya.
Athena menghela nafasnya, lalu melirik ke arah name tag yang ada di dada sebelah kanan wanita itu. Athena berdecih saat membaca tulisan "Sekertaris pribadi: Hilda" yang tertera disana.
Hilda adalah sekertaris pribadi Yama, dia merasa jika Athena tidaklah pantas untuk Yama. Seharusnya dia lah yang berada di posisi Athena sekarang. Hilda sedikit takut perjuangannya selama hampir 5 tahun ini akan menjadi sia-sia karena Athena. Oleh sebab itu, dia akan mempermalukan Athena agar wanita itu merasa kapok. Karena selama ini, siapapun yang berani menyinggungnya akan dia permalukan hingga angkat kaki dari perusahan ini.
Mac yang melihat hal itu segera menghubungi Yama seraya hendak menghampiri Athena. Namun dia segera menghentikan langkahnya ketika melihat Athena menyiramkan minuman yang ada di tangan gadis itu pada Hilda.
"Kurang ajar, apa yang kau lakukan. Kau, dasar ja..lang sia..lan" Umpat Hilda seraya berdiri hendak menampar Athena.
Namun Athena lebih dulu menahan tangan Hilda dengan tangan kirinya, lalu menampar Hilda dengan tangan kanannya hingga membuat Hilda jatuh tersungkur.
Tamparan yang Athena berikan tidaklah main-main, terlihat dari 5 garis merah yang tertinggal di pipi putih Hilda.
"Oooouhhh.." Ucap para karyawan disana dengan serentak. Mereka bergidik ngeri, membayangkan betapa sakitnya tamparan itu. Mereka menatap Hilda dengan sedikit iba, sepertinya kali ini Hilda memilih lawan yang salah.
Athena pun menundukkan tubuhnya dengan gerakan anggun. Dia mencengkram wajah Hilda dengan sedikit kasar, lalu menarik wajah gadis itu agar berhadapan dengannya
"Tidak kah kau berkaca pada dirimu sendiri? Pakaian yang kau gunakan itu..."
Athena melirik belahan dada Hilda yang hampir terpampang sepenuhnya. Dia menarik senyum tipisnya mengejek, lalu melanjutkan perkataannya
"Sangat terlihat seperti ja..lang yang sesungguhnya."
Athena mengatakan hal itu dengan suara yang amat sangat dingin dan tajam, seakan mampu menyayat leher sang lawan bicara. Dia kembali menegakkan tubuhnya lalu menatap Hilda dengan tajam.
Sungguh, Athena saat ini terlihat seperti dewi kematian yang sedang bertugas.
Hilda yang di perlakukan seperti merasa sedikit malu, ini pertama kalinya ada perempuan yang berani melawannya. Niat hati ingin mempermalukan, justru dia yang di permalukan.
"Ada apa ini?" Yama bertanya dengan suara tajamnya lalu segera mendekat ke arah Athena.
Yama baru saja sampai disana, dia melewatkan hal yang baru saja terjadi. Padahal saat Yama mendapat laporan dari Mac tentang Athena, dia bergegas untuk turun bahkan hingga sedikit berlari. Namun tetap saja, sepertinya dia sedikit terlambat.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
salam sayang dari sensi π
__ADS_1
Bye bye...