
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------..----------...
Sebelumnya...
Lalu Athena mengeluarkan sebuah ponsel dari saku jaketnya
"Hubungi kami melalui ini"
Setelahnya, Athena dan 3 pria yang ada di sampingnya pun berlalu pergi dari sana.
Bass dan ketiga rekannya juga segera beranjak dari sana untuk melakukan apa yang Athena perintahkan.
Leon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang seraya mencari tempat parkir umum.
Setelah Leon memarkirkan mobilnya, dia menatap Athena sejenak lalu berkata "Athena, apa kau sungguh akan menghadapinya sendiri? Pria itu bukanlah tandinganmu"
"Aku sangat yakin" ucap Athena.
"Tapi ini tidak ada dalam bagian rencana kita Athena" ucap Ken.
Alex pun ikut menyahut "Ya.. Akan tidak baik jika kau menghadapinya seorang diri. Itu sama saja seperti kau memberi makan se ekor harimau liar yang lapar."
"Ayolah.. Aku yakin bisa menghadapinya.." kukuh Athena.
"Tapi Athena..."
"Sudahlah, kalian cukup percaya saja padaku. Lagi pula kalian ada disana bersamaku, dan kalian juga bisa langsung menolongku jika terjadi sesuatu"
3 pria itu pun akhirnya hanya bisa mengatupkan mulut mereka rapat-rapat seraya menghembuskan nafas pasrah dengan keputusan Athena. Sungguh, membujuk Athena sama saja seperti membujuk Yama. Hanya akan berujung kesia-siaan..
Waktu menunggu pun mereka lalui dengan keheningan. Kecuali Leon, dia sibuk bermain dengan ponselnya, entah apa yang sedang dia lakukan di ponselnya itu, dia terlihat begitu fokus hingga membuat alisnya sedikit menukik.
"Apakah mereka benar-benar akan melakukannya?"
Athena bertanya untuk memecah keheningan.
"Tenanglah, aku yakin mereka akan melakukannya"Jawab Alex yang duduk di belakang.
Athena melirik Leon yang sibuk dengan ponselnya
"Butuh berapa lama agar racun itu bereaksi?"
"Sekitar 30 menit" Jawab Leon tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
Alex ikut bertanya "Lalu, apa mereka akan merasakan reaksinya secara langsung?"
"Tidak, reaksinya muncul secara perlahan" Jawab Leon.
Pria itu sedikit mengalihkan fokus dari ponselnya, kemudian menatap Ken dan Alex sejenak lalu berkata "Jadi, nanti kita akan sedikit berolahraga malam" dan kembali fokus dengan ponselnya kembali.
"Apakah kita benar-benar tidak perlu mengawasi mereka?" Tanya Ken.
"Seharusnya, setelah apa yang mereka ketahui. Mereka akan melakukannya dengan baik" Jawab Leon, masih dengan mata yang fokus pada ponselnya.
Athena menatap Leon dengan sedikit memicingkan matanya, dia mulai jengah karena layar ponsel Leon yang terus menyala.
"Oh astaga, apa yang sedang kau lakukan dengan ponselmu? sudah hampir satu jam, dan kau terus saja menggerakan jarimu disana. Bahkan matamu hampir tidak berkedip" Athena berkata dengan sedikit bersungut-sungut.
"Maafkan aku, aku hanya terlalu fokus untuk mencoba mengalahkan Iblis. Tapi tetap berujung kekalahan" Leon menjawab seraya mengelus tengkuknya canggung.
"Jadi kau sibuk bermain..."
Athena tidak menyelesaikan ucapannya saat ponselnya bergetar karena mendapatkan sebuah panggilan. Dia segera menjawab panggilan tersebut ketika melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponselnya.
"Kami akan tiba dalam 10 menit" ucapnya lalu mematikan sambungan.
Leon pun segera melajukan mobilnya saat mendengar apa yang Athena ucapkan.
Dari kejauhan, mereka bisa melihat kediaman Kavin yang tengah mengadakan pesta.
"Cih, mereka benar-benar melakukannya" Ucap Athena.
"Ya, usahamu membuat suasana berkabung benar-benar ampuh. Bahkan Kavin pun mempercayainya" sahut Alex dengan sedikit kekehan yang keluar dari bibirnya.
__ADS_1
Leon segera memarkirkan mobilnya di tempat yang cukup aman.
Sebelum mereka keluar dari mobil, ke 3 pria itu menatap Athena untuk sejenak.
"Apa kau yakin akan mengatasinya sendiri?" Alex bertanya dengan sedikit rasa khawatir.
"Ya, aku akan melakukannya" Athena menjawab dengan mantap.
"Usahakan untuk tidak terluka, atau Yama akan membunuh kami" Ucap Ken lalu menyerahkan sebuah tongkat pemukul pada Athena.
Athena memutar bola matanya jengah dan berkata "Ayolah, jangan seolah-olah aku akan berperang dengan ribuan orang. Aku hanya akan menangkap satu harimau."
"Tunggu disini, kami akan mengurus yang di luar terlebih dahulu. Kau bisa masuk ketika Ken memberikan aba-aba" Ucap Leon.
Setelahnya, ke 3 pria itu pun segera turun dari mobil dengan membawa tongkat pemukul dan berjalan ke gerbang depan kediaman Kavin dengan santainya.
Disana, sudah ada Piete dan Nik yang menunggu mereka di luar gerbang.
"Apakah semuanya sudah di dalam?" Ken bertanya seraya menyerahkan 2 tongkat pemukul untuk Piete dan Nik.
"Ya" Jawab Piete.
Ken bertanya lagi "Bagaimana keadaan di dalam?"
"Mereka cukup mabuk, jadi tidak akan terlalu menguras tenaga kita" jawab Nik.
"Lalu, bagaimana dengan Mr.K?" Tanya Leon
"Bass sudah mengurusnya" Jawab Nik.
Mereka pun akhirnya berjalan masuk ke dalam sana.
Saat gerbang hendak di buka oleh Piete, Ken menekan tombol earphone yang ada di telinganya agar terhubung pada Athena.
"Apa kau bisa mendengarku?" Ken bertanya pada Athena yang masih berada di dalam mobil.
Athena pun terkekeh seraya menjawab (Bahkan aku bisa mendengar suara tawa mereka yang sedang menyambut kematian).
Saat gerbang sudah terbuka sepenuhnya Alex berkata "Ok boy, mari kita berpesta" lalu menarik salah satu komplotan Ken dan mulai menghajarnya.
Mereka mulai menghajar satu persatu orang yang ada disana, kericuhan pun mulai terjadi di setip sudut kediaman Kavin.
Saat sedang melayangkan beberapa pukulan pada orang-orang yang ada disana, Ken menekan tombol earphonenya lalu berkata "Giliranmu"
Setelah mendelat aba-aba dari Ken, Athena melepaskan jaket kulitnya lalu keluar dari dalam mobil untuk segera masuk ke dalam rumah yang ada di depannya.
Namun sebelum gadis itu masuk kedalam, dia berhenti sejenak seraya menatap rumah yang ada di depannya.
Picy by : Pinterest
*Note : Wak-wak sekalian anggap aja ini tu malem, terus juga gerbangnya tinggi terus ketutup gitu ya.. rada susah soalnya nyari yang sesuai dengan imajinasi tu..
Setelah puas memandangi rumah itu, Athena menimang tongkat yang ada di tangannya
"Ok darling, mari kita menangkap harimau" Ucapnya seraya meneruskan langkahnya.
Athena melewati kericuhan itu dengan begitu santai. Gadis itu sempat beradu pandang dengan Alex dan hanya menanggapinya dengan tersenyum kecil.
Namun sayangnya, langkah Athena harus terhenti ketika membuka pintu rumah, Gadis itu berpapasan dengan 3 orang pria yang sedang berjalan dengan memegang botol minuman keras.
Athena berdecih saat ketiga pria itu menatapnya dengan lapar. Dia segera menghampiri 3 pria itu lalu menyerang mereka.
Beruntunglah Athena karena mereka dalam keadaan mabuk yang cukup parah, di tambah lagi dengan racun yang mulai bereaksi sehingga memudahkan Athena untuk mengalahkan mereka.
Athena berdiri sejenak seraya meniup poni yang sedikit menutupi matanya setelah mengalahkan 3 pria itu.
Pict by : Pinterest
*Gambar hanya ilustrasi
Athena pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan yang sebelumnya sudah di beritahukan oleh Bass.
Saat membuka pintu, dia melihat Kavin, Bass, dan Dean yang sedang berbincang santai.
__ADS_1
Athena terkekeh kecil saat Kavin tidak menyadari kehadirannya.
"Pantas saja Dia tidak menyadari kericuhan di luar, ternyata ruangan ini kedap suara" ucapnya dalam hati.
Kavin mulai mendengar kericuhan setelah Athena membuka pintu beberapa saat yang lalu. Dia menoleh ke samping dan diam mematung ketika melihat Athena yang sedang berdiri di ambang pintu dengan tongkat pemukul yang ada di tangannya.
Bass dan Dean segera beranjak pergi dari sana setelah mendapat kode melalui lirikan mata Athena.
Kavin yang menyadari hal itu pun seketika terkekeh, lalu bertepuk tangan pelan
"Haaaaahhhhh, aku tidak menyangka jika Yama memilih kekasih yang begitu hebat hingga bisa masuk kesini dengan begitu mudah."
Kavin menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi seraya menatap Athena dengan tajam
"Apa kau kemari untuk menyerahkan diri padaku?"
Athena pun hanya tersenyum kecil
"Cih... Kau tetap saja pongah saat kematian akan segera menjemputmu"
Kavin beranjak dari duduknya lalu mendekati Athena dan berdiri di hadapannya
"Wel.. wel.. wel.. Apa aku harus memekik ketakutan?"
"Tapi aku ragu, apakah gadis kecil ini mampu mengalahkanku?"
Kavin mengangkat tangannya hendak menyentuh dagu Athena.
Namun Athena segera menepis tangan Kavin dengan kasar.
"Uuffhhhh, ternyata kau sedikit ganas" ucap pria itu lagi.
Tanpa basa basi lagi, Athena segera menyerang Kavin dengan brutal. Dia melayangkan pukulan demi pukulan pada tubuh Kavin. Tapi sayang, pukulan gadis itu selalu saja dapat di tangkis dengan mudah. Bahkan saat ini dia sedikit tehuyung ke belakang saat Kavin memukul bahu gadis itu.
"Oh god, sepertinya latihanku selama 2 bulan ini sia-sia" Athena menggerutu dalam hati.
Namun bukanlah Athena jika dia mudah menyerah. Dia kembali mengerahkan tenaganya untuk menyerang Kavin. Hingga pada satu kesempatan, dia melayangkan tendangannya pada kepala Kavin hingga pria itu sedikit limbung.
Pict by : Pinterest
*Gambar hanya ilustrasi
"Shi..t" Kavin mengumpat seraya memegang kepalanya yang terasa sedikit berdenyut.
Kali ini, Kavin mulai meladeni serangan Athena dengan serius. Dia mulai sedikit kewalahan saat Athena menyerangnya terus menerus secara membabi buta.
Perkelahian terus berlanjut hingga mereka keluar dari ruangan sebelumnya.
"Astaga, sepertinya aku melawan harimau besi. Dia benar-benar sudah di tumbangkan" Athena kembali menggerutu dalam hati.
Athena mulai kehilangan tenaganya hingga membuatnya sedikit tidak fokus dalam bertarung. Sampai akhirnya dia terdorong dan membuat punggungnya membentur tembok dengan Kavin yang mencengkram bajunya.
Athena pun hanya bisa menutup matanya dengan pasrah saat Kavin akan melayangkan pukulan padanya.
Alih-alih merasakan pukulan, Athena justru merasakan cengkraman tangan kavin pada bajunya melonggar dan mendengar suara "Bruk".
Athena membuka matanya secara perlahan dan terkejut saat melihat Yama sudah berdiri di depannya dengan memegang sebuah suntikan. Yang mana bisa Athena tebak jika cairan yang ada di dalam suntikan itu adalah obat bius dengan dosis tinggi. Jika tidak, mana mungkin Kavin bisa ambruk dengan begitu mudah.
Dia hanya bisa menampilkan cengirannya saat Yama menatapnya dengan begitu tajam.
"Oh God, rencanaku ternyata tidak berjalan mulus.." lagi.. Athena menggerutu dalam hati.
Yama menaikan sebelah alisnya
"Apa kau cukup senang bermain-main baby??"
...-TBC-...
thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Salam sayang dari sensi π
bye bye..
__ADS_1