
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
"Dimana Athena?" tanya uncle Joe saat hanya melihat Lucas dan 3 gadis yang memasuki kediamannya.
"Dia menjadi tawanan Yama sebagai ganti chip dan membebaskan kita" jawab Lucas dengan sedikit lesu.
Uncle Joe menghembuskan nafasnya lalu berkata "Aku tidak mengira akan berakhir seperti ini"
"Apa maksud uncle?" tanya Keisha dengan mengerutkan keningnya.
"Kalian pasti sudah mengetahui kalau beberapa minggu yang lalu Athena sempat berurusan dengan Yama" jawab uncle Joe.
Tiga gadis yang sedang duduk dihadapannya itu pun menganggukkan membenarkan.
Uncle Joe kembali menghembuskan nafasnya lalu melanjutkan kalimatnya "Setelah kejadian itu, Yama mengincar Athena. Tapi, aku tidak menyangka kalau dia bergerak cepat dengan memanfaatkan situasi. Aku juga tidak tau, bagaimana bisa rencana kita diketahui olehnya".
"Selain kita, apa ada orang lain lagi yang nengetahui rencana kita?" tanya Bella.
Uncle Joe mengusap wajahnya kasar lalu berkata "Aku melupakan sesuatu, Robert adalah salah satu klannya. Aku sungguh melupakan hal itu, aku tidak sengaja membahasnya saat kita sedang bermain catur"
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Lucas cepat.
"Tunggu dan lihat saja, sangat sulit untuk mengambil sesuatu yang sudah berada dalam cengkramannya. Dia terlalu sulit untuk ditandingi." jawab Uncle Joe.
"lalu, bagaimana dengan chip ini?" tanya Calista lalu mengeluarkan chip dari sakunya dan meletakkannya di atas meja.
"Aku akan mengembalikannya pada orang yang seharusnya" jawab uncle Joe lalu mengambil chip itu.
"Sesuai dengan perjanjian, kalian sudah dibebas tugaskan. Mulai sekarang, kalian bisa menjalani hidup kalian masing-masing" tambahnya lagi.
"Tunggu dulu, aku tidak mengetahu hal ini. Papah tidak memberitahuku bahwa ini adalah tugas akhir mereka" Lucas berkata dengan sedikit bingung.
"Apa aku harus selalu mengatakan semuanya padamu?" tanya uncle Joe.
"Lagipula, kau masih bisa berhubungan baik dengan mereka. Mereka juga masih bisa datang untuk berkunjung kesini. Aku hanya membebaskan mereka dari tugas, bukan memutuskan hubungan" tambahnya lagi.
"Tapi pah.."
"sudahlah, kalian beristirahatlah. Untuk urusan Athena, kita pikirkan nanti. Percayalah, Yama tidak akan menyakiti Athena" ucap uncle Joe memotong perkataan Lucas dan berlalu pergi.
Para gadis itu juga berlalu pergi tanpa mengatakan satu patah kata pun, membawa sejuta kekecewaan dihati mereka karena tidak bisa kembali dengan personil yang lengkap. Meninggalkan Lucas sendirian, dengan wajah yang masih terlihat murung.
....
Saat Bella sedang mengendarai mobil menuju kediamannya dengan santai, tiba-tiba ada 2 mobil yang mengapitnya dengan 1 mobil lain yang mengikuti di belakangnya. Seolah-olah sedang berusaha untuk menggiring Bella menuju jalan yang tidak seharusnya Bella lalui.
__ADS_1
Tidak kehilangan akal, Bella segera mengoper gigi dan menginjak pedal gas semampunya untuk menghindari mereka.
"Shi...t apa yang mereka inginkan" rutuk Bella.
Dia melesat pergi dengan kecepatan penuh, mencoba untuk mengecoh para pengejarnya dengan membelokan mobilnya ke sebuah area parkir umum.
Namun sayang, kemampuan berkendaranya tidak sehebat Athena. Belum sempat dia berhasil berbelok, salah satu mobil yang mengejarnya berhasil menghadang, membuat dia terkejut dan segera menginjak rem sekuat tenaga. Yang mana hal itu membuat kepalanya sedikit pusing akibat membentur kemudi.
Salah satu pria turun dari mobilnya, mengetuk kaca mobil dengan brutal, meminta Bella agar turun dari mobil. Bella pun membuka pintu mobil dengan keras, menyebabkan orang itu tersungkur.
Bella segera berlari dan berusaha untuk kabur.
Para pria yang berada di dalam mobil itu segera keluar untuk mengejar Bella.
Bella berlari sekuat tenaga. Dia berusah mencari pertolongan, karena menghadapi 11 orang pria berbadan besar sekaligus dengan kondisi tubuh yang masih lemas sungguh bukanlah suatu ide yang bagus.
Namun sayang, jalanan itu terlalu sepi. Tidak ada 1 kendaraan pun yang melewatinya.
Bagaimana tidak, para manusia akan lebih memilih menikmati berkelana didalam mimpinya daripada harus berkeliaran diwaktu yang hampir menuju dini hari.
Hingga akhirnya Bella memutuskan untuk bersembunyi dibalik tumpukan kotak kayu. Gadis itu berusaha menahan nafasnya yang memburu agar tidak mengeluarkan suara.
Tapi apalah daya, salah satu pria yang mengejarnya berhasil menemukan tempat persembunyiannya. Pria itu berdiri dihadapannya dengan membawa sebuah tongkat.
"Mau lari kemana lagi Nona, sebaiknya nona ikut dengan kami untuk menemui Tuan Ibra secara baik-baik, atau kami terpaksa melakukannya dengan kekerasan" ucap pria itu.
Bella yang tidak punya pilihan lain pun segera beranjak dari persembunyiannya lalu meraih salah satu papan yang tergeletak disana.
Bella tidak menyangka, kalau baji..ngan itu akan memanfaatkan kesempatan dengan baik. Baji..ngan itu menyerang Bella disaat yang sangat tepat, dimana tubuh gadis itu belum pulih sepenuhnya.
Perkelahian 1 lawan 11 pun tidak terhindari lagi. Bella berusaha melawan sekuat tenaga dengan menyerang para pria dihadapannya dan menghindari serangan balik dari mereka.
Namun sayang, tubuhnya masih terlalu lemas akibat efek obat bius yang dia terima saat menjalankan misi. Berakhir dengan dia yang berhasil mendapatkan tendangan ditulang keringnya, yang mana hal itu membuat dia limbung dan terjatuh.
Saat Bella hendak berdiri untuk kembali menyerang, pria yang berada dibelakangnya sudah lebih dulu menyergapnya. Memborgol tangannya kebelakang, dengan Bella yang lagi-lagi harus mendapatkan suntikan obat bius dan kehilangan kesadaran untuk yang kedua kalinya.
...
"Ini sudah hampir 5 jam, bahkan matahari sudah muncul, kenapa dia tidak bangun juga" ucap Ibra seraya memijat pelipisnya.
"Aku sudah terlalu bersabar menunggu selama 2 tahun untuk melihat mata indahnya. Namun apa yang ku dapat, lagi-lagi aku harus menunggu" tambahnya lagi.
"Saya tidak tahu tuan, seharusnya nona Bella sudah sadar sejak 1 jam yang lalu. Mungkin juga karena efek tubuh nona yang masih lelah, hingga membuatnya lama untuk tersadar" Ucap Louis (tangan kanan Ibra)
"Sudah, kau pergilah. Aku akan menunggunya hingga bangun" ucap Ibra kemudian medudukan dirinya tepat disamping Bella yang sedang berbaring dan masih setia memejamkan matanya.
Ibra mengelus wajah Bella dengan lembut lalu mengecup keningnya, mengecup kedua kelopak matanya, mengecup hidungnya, hingga saat ingin mengecup bibirnya, bola mata Bella pun terbuka.
Ibra segera menjauhkan wajahnya, tapi dengan tangan yang masih setia mengelus wajah Bella.
__ADS_1
"Good morning honey.. Apa tidurmu nyenyak?" Tanya Ibra.
Bella tidak menanggapi pertanyaan Ibra, dia masih mengerjapkan mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Saat hendak mengusap matanya, dia terkejut karena kedua tangannya masing-masing diborgol pada sisi ranjang.
Yang membuat dia lebih terkejut lagi, ketika dia menyadari bahwa pakaiannya telah tergantikan dengan sebuah piyama yang sedikit terangkat dan menampilkan perut ratanya. Seketika itu juga kesadarannya pulih.
Bella pun segera menghindarkan pipinya dari elusan tangan Ibra. Dia menatap pria yang ada dihadapannya itu dengan nyalang kemudian berkata "Belum cukup kah kau menghancurkan hidupku, sekarang apa lagi yang kau inginkan dariku".
"ck,ck,ck,ck,ck.. Calm down honey.. Apa kau tidak merindukanku.. Bagaimana kehidupanmu selama 2 tahun ini tanpaku" ucap Ibra.
"Aku sungguh ingin membunuhmu Dael" ucap Bella.
"Uh, honey.. kau bahkan masih menggunakan panggilan itu untukku" ucap Ibra lalu mencengkram wajah Bella
"Karena kau sudah bangun, apa tidak sebaiknya kita berolahraga pagi terlebih dahulu" lanjutnya lagi seraya hendak mencium Bella.
Namun belum sempat men..cium, Bella terlebih dulu meludahi wajah Ibra. Yang mana hal itu membuat emosi Ibra naik, seketika itu juga dia langsung menampar wajah Bells. Membuat wajah yang putih mulus itu mendapatkan cap 5 jari. Karena sungguh, tamparan Ibra bukanlah tamparan yang main-main.
Ibra kembali mencengkram wajah Bella dan berkata "Hanya 2 tahun aku meninggalkanmu, kau sudah berani melawanku".
Bella hanya memelototkan matanya menatap nyalang pada Ibra seolah menantangnya.
"Bahkan sekarang kau berani memelototiku" Ucap Ibra lagi.
"Aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama. Cukup sudah kau menjeratku. Aku tidak akan pernah kembali tunduk padamu" ucap Bella.
"Baiklah, sepertinya kau benar-benar memintaku bermain kasar" ucap Ibra dan langsung merobek piyama Bella.
Bella berusaha memberontak dengan menendang-nendangkan kakinya yang tidak di borgol. Tapi apalah daya, sekuat apapun dia melawan, dalam kondisi ini sangat mustahil untuk Bella bisa membebaskan diri.
"Diam dan nikmati saja honey, ini bukan pertama kalinya aku menyentuhmu" ucap Ibra lalu mulai menyesap perpotongan leher Bella dan sedikit mengigitnya.
Namun, saat Ibra hendak melanjutkan aksinya. Keberuntungan datang menghampiri Bella, seseorang datang mengetuk pintu. Bella pun sedikit menghembuskan nafas lega.
"Tuan, maaf menggangu waktumu. Seseorang menghubungi" ucap orang itu yang ternyata adalah Louis.
"Ck, katakan padanya aku sedang tidak ingin diganggu" ucap Ibra kesal karena kegiatannya terganggu.
"Tapi tuan, sepertinya anda harus segera menjawab panggilannya. Orang yang menghubungi dalah Mr.K" ucap Louis.
"Katakan padanya, aku akan segera menghubunginya kembali" ucap Ibra seraya melepaskan kungkungannya pada Bella.
"Oh honey, sepertinya kau harus bersabar sedikit lagi. Tunggulah, aku akan segera kembali" Ucap Ibra lalu mengecup pipi Bella dan berlalu pergi.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
__ADS_1
salam sayang dari sensi π
bye bye...