
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
Satu minggu kemudian..
Terlihat Athena dan Bella yang tengah berdiri di depan cermin dengan jantung mereka yang berdegup dengan sangat cepat.
Athena menoleh pada Bella
"Apakah kita akan benar-benar menikah?"
Bella tertawa garing saat mendengar pertanyaan dari Athena
"Ya, aku juga masih merasa ini seperti mimpi"
Mendengar jawaban Bella yang tidak memuaskan, Athena kembali memandangi dirinya sendiri lewat pantulan cermin besar di depannya. Dia seketika terkekeh geli saat kembali mengingat perdebatannya dengan Yama mengenai pernikahan ini.
Ya, hari ini adalah hari pernikahan mereka. Berbeda dengan Bella yang memang sudah menyetujuinya, Athena sempat berdebat dengan Yama karena merasa pernikahan mereka terlalu cepat. Namun Yama tetaplah Yama, dia akan melakukan segala cara agar apa yang dia mendapatkan apa yang di inginkannya. Hingga akhirnya Athena pun mau tidak mau, suka tidak suka hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Yama.
Sampai ketika suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunan Athena.
Athena Dan Bella pun menoleh ke arah pintu, disana ada Calista dan Keisha yang sedang mematung memandangi mereka.
"Uh.. Jangan menatap kami seperti itu" Ucap Athena.
"Tidak Athena.. Kalian sungguh mengagumkan.." Calista berkata seraya tersenyum.
Pict by : Pinterest
"Aku terkejut saat mengetahui kalian akan menikah secara bersamaan" Ucap Calista.
"Aku lebih terkejut karena itu Athena" Keisha ikut menyahut seraya terkekeh.
"Diamlah, kau membuatku semakin gugup" ucap Athena.
Keisha kembali terkekeh
"Ayolah.. Bagaimana bisa sang dewi kematian yang begitu kejam merasa gugup"
Athena melirik Keisha dengan sinis
"Tunggu lah, setelah ini aku akan menyumpal mulutmu menggunakan bunga yang ku pegang"
Saat Keisha akan kembali menyahut, uncle Joe datang dengan senyum haru yang terpatri di wajahnya.
"Astaga, aku sangat terharu bisa mengantarkan dua keponakanku berjalan menuju altar secara bersamaan" uncle Joe berkata seraya mendekati para gadis.
"Uncle, jangan mencoba untuk membuat kami menangis" ucap Bella.
Uncle Joe pun terkekeh lalu berkata "apakah kalian siap?"
__ADS_1
"Sepertinya aku tidak" sahut Athena.
Yang mana ucapan Athena seketika mampu membuat uncle Joe tertawa lepas.
"Siap tidak siap, kau harus siap" ucap uncle Joe.
"Ayo, mereka sudah menunggu disana" uncle Joe kembali berkata seraya mengulurkan dua tangannya kehadapan dua gadis yang akan menikah itu.
Athena dan Bella segera menerima uluran tangan uncle Joe dengan tangan yang sedikit bergetar. Mereka pun akhirnya berjalan keluar dari ruangan itu untuk menuju ke altar. Dengan Calista dan Keisha yang mengikuti mereka dari belakang.
Hingga saat mereka akan mulai memasuki altar, Athena kembali berkata
"Astaga aku benar-benar gugup"
"Rasa gugupku juga tidak jauh berbeda denganmu" sahut Bella.
"Tarik nafas, lalu buang. Percayalah, semuanya akan baik-baik saja" Ucap uncle Joe.
Sampai akhirnya kini mereka mulai memijakkan kaki di atas altar yang sederhana dengan bertaburkan bunga mawar putih yang begitu indah.
Pict by : Pinterest
Ya, mereka memutuskan untuk melakukan acara pernikahan sederhana dan hanya di hadiri oleh beberapa orang terdekat saja.
Rasa gugup yang Athena dan Bella rasakan kian bertambah besar saat melihat dua pria tampan yang sedang berdiri dengan gagahnya di depan sana.
Pict by : Pinterest
Dua pria itu pun mengulurkan tangan mereka untuk menyambut pasangan mereka masing-masing naik ke atas altar.
Namun, sebelum uncle Joe menyerahkan dua wanita itu, uncle Joe berkata
"Jagalah mereka dengan baik, perlakukan mereka dengan baik. Jika kalian merasa bosan dengan anak-anakku, jangan pernah sakiti mereka, tapi kembalikanlah mereka kepadaku secara baik-baik, seperti aku menyerahkan mereka kepada kalian."
Setelah mengatakan hal itu, uncle Joe pun menyerahkan tangan dua wanita itu kepada pasangan mereka masing-masing.
Dua pasangan itu pun akhirnya berdiri dengan saling berhadapan di depan pendeta yang akan mengikrarkan janji suci mereka.
Sang pendeta pun mulai berkata
"Maka tibalah saatnya untuk meresmikan pernikahan kalian. Saya persilahkan kalian masing-masing untuk menjawab pertanyaan saya"
"Yama Griffiths, bersedia kah engkau menikah dengan Athena Wilson yang hadir disini dan mencintainya dengan setia seumur hidup, baik dalam suka maupun duka?"
"Ya, saya bersedia"
"Athena Wilson, bersedia kah engkau menikah dengan Yama Griffiths yang hadir disini dan mencintainya dengan setia seumur hidup, baik dalam suka maupun duka?"
"Ya, saya bersedia"
"Kendra Villain, bersedia kah engkau menikah dengan Bella Young yang hadir disini dan mencintainya dengan setia seumur hidup, baik dalam suka maupun duka?"
__ADS_1
"Ya, saya bersedia"
"Bella Young, bersedia kah engkau menikah dengan Kendra Villain yang hadir disini dan mencintainya dengan setia seumur hidup, baik dalam suka maupun duka?"
"Ya, saya bersedia"
Pendeta itu pun menyerahkan 2 kotak cincin pernikahan ke hadapan mereka
Pict by : Pinterest
"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih Tuhan yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi kalian, untuk meniru kasih Tuhan dalam kehidupan rumah tangga, dengan mengasihi pasangan tanpa awal, juga tanpa akhir" ucap sang pendeta.
Setelah mereka menyematkan cincin di jari pasangan mereka masing-masing, pendeta itu kembali berkata
"Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu dan terimalah berkat Tuhan yang telah memanggil dan mempersatukan kalian dalam pernikahan ini. Jalani rumah tangga kalian dengan kasih dan sayang agar kalian bahagia selama-Iamanya.β
"Kalian telah sah menjadi suami istri, kalian bisa mencium pasangan kalian masing-masing" Sambung pendeta itu.
Lalu, dua pria itu mulai mencium pasangan mereka masing-masing, di iringi tepuk tangan orang-orang yang hadir disana.
"Astaga, aku mengeluarkan air mata" Ucap Keisha seraya menyeka air matanya yang mengalir.
"Aku sangat bahagia melihat mereka bisa menikah dengan pasangan yang mereka cintai" sahut Calista yang juga sedang menyeka air matanya.
Uncle Joe yang melihat hal itu pun terkekeh lalu berkata "Ya, uncle juga sangat bahagia. Tapi kebahagiaan uncle masih belum lengkap jika uncle belum mengantarkan kalian berjalan di atas altar"
Keisha dan Calista pun menoleh pada uncle Joe yang duduk si antara mereka.
"Haha.. Ayolah uncle, cukup mereka saja. Tidak usah mengharapkan kami" Ucap Keisha.
"Ya, lagi pula, siapa juga yang mau menikah dengan kami?" sahut Calista.
Uncle Joe mengangkat bahunya acuh
"Entahlah.. Tapi apa kalian tidak melihat dua pria tampan yang sedang berdiri disana?? Mereka juga sepertinya sedang menunggu jodoh mereka datang" Ucap uncle Joe seraya melirik ke arah dua pria yang sedang berdiri di dekat meja minuman, dengan gelas anggur yang mereka pegang.
Dua gadis itu pun sontak menoleh ke arah pria yang di maksud uncle Joe, lalu kembali menatap uncle Joe
"Whaaattttt!!!!" pekik dua gadis serentak.
Sementara pria yang di maksud uncle Joe, mereka menoleh ke arah suara dengan dahi yang mengerut.
"Ah, Tuan Alex, Tuan Leon.. Maafkan kedua gadisku.. Mereka terkadang memang suka lupa tempat" Ucap uncle Joe seraya terkekeh.
...-THE END-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Salam sayang dari sensi π
Bye bye..
__ADS_1