Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
No Rejection


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Sementara itu..


Pagi harinya..


Yama yang sudah bangun terlebih dahulu, kini sedang berbaring menghadap Athena dengan menopang kepala menggunakan tangan kirinya. Dia tersenyum kala menatap wajah Athena yang masih tertidur pulas. Tangannya terangkat untuk menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Athena.


"Eunghhh.." Athena melenguh saat merasakan tidurnya yang terusik.


Dia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinya. Athena sedikit malu saat melihat Yama yang sedang menatapnya dengan tersenyum. Wanita itu tiba-tiba saja teringat akan kegiatan panas yang mereka lakukan semalam.


Yama terkekeh saat melihat wajah Athena yang memerah.


"Apa masih terasa sakit?" tanya Yama


Athena menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.


Yama menatap Athena sejenak lalu mengelus pipi wanita itu dengan lembut.


"Maaf, semalam aku menyakitimu. Aku hanya terlalu marah saat tau kau menghadapi Kavin seorang diri. Aku tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi padamu. Aku hanya.."


"Heyyy... Kau tidak menyakitiku, aku sungguh baik-baik saja. Lagi pula, aku yang salah. Dan aku juga yang seharusnya minta maaf karena terlalu ceroboh" ucap Athena.


Yama menaikkan sebelah alisnya


"Apakah itu berarti semalam kau juga menikmatinya?"


Mendengar pertanyaan dari Yama, sontak membuat Athena kembali merasa malu. Wanita itu pun hanya bisa mengulum senyumnya, lalu menaikkan selimut hingga pangkal hidungnya guna menutupi wajahnya yang memerah.



Pict by : Eleonor Abrunacci


"Bisakah kau tidak membahas apa yang kita lakukan semalam?? Itu membuatku malu" ucap Athena dengan suara yang sedikit tertahan.


Yama yang sudah tidak bisa menahan rasa gemas pun akhirnya menarik selimut wanita itu lalu mengungkungnya dengan satu gerakan.


"Ya,yak.." Athena memekik seraya menutupi dadanya yang sedikit ter ekspos.


Wajah wanita itu sekarang benar-benar merah hingga telinga, bahkan jantungnya sudah berdetak dengan sangat cepat.


"Kau sungguh menggemaskan baby" Ucap Yama.


"Kau, menyingkirlah.. Kau berat" ucap Athena lalu mengalihkan pandangannya


Yama pun terkekeh lalu berkata "tidakkah kau ingin memberiku ciuman selamat pagi? Ah tidak, ini sudah hampir siang"

__ADS_1


Athena memukul bahu Yama main-main, lalu berkata dengan sedikit ketus "tidak, bibirku masih terasa membengkak"


Namun apalah daya, bukan Yama jika dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau. Athena pun hanya bisa memejamkan matanya saat Yama mulai memagut bibirnya dengan lembut.


Puas telah mendapatkan apa yang dia inginkan, Yama melepaskan pagutannya lalu menatap Athena dengan senyum bahagia yang terpatri di wajah pria itu.


"Good morning baby"


"Good morning" ucap Athena lalu membalas senyuman Yama.


"Mari membersihkan diri, Ken dan Bella sudah menunggu di bawah" ucap Yama.


"Tapi.. aku, aku.."


Yama menaikkan sebelah alisnya, menunggu Athena menyelesaikan ucapannya.


"Aku, badanku terasa sakit semua" tutur Athena lirih seraya memalingkan wajahnya yang kembali tersipu.


Pria itu kembali mengembangkan senyumnya seraya turun dari atas kasur.


"Kalau begitu, aku akan memandikanmu" Ucap Yama seraya menyingkap selimut Athena lalu menggendong tubuh polos wanita itu ala bridal dengan sangat hati-hati.


"Yaaaaak.. Setidaknya bawa selimutkuuuuu" rengek Athena seraya menutupi wajahnya yang sungguh memerah karena malu.


Yama menghentikan langkahnya sejenak


"Untuk apa? Apa kau ingin mandi menggunakan selimut?"


"Ck, aku sudah melihat semuanya baby, untuk apa kau merasa malu"


"Yamaaaaaaaa"


Pria itu pun terkekeh seraya kembali meneruskan langkahnya menuju kamar mandi, dengan menggendong Athena yang terus saja merengek.


....


Bella sedikit memicingkan matanya ketika melihat pintu lift yang terbuka. Dia sedikit penasaran saat melihat pakaian yang dikenakan Athena, juga dengan muka Yama yang sedikit berbeda dari biasanya.


Tapi ketika Bella melihat cara berjalan Athena yang sedikit mengangkang, seketika Bella terkekeh geli. Ayolah.. Bella tidak bodoh, dia tahu betul rasanya saat pertama kali kehilangan kegadisannya.


"Bukankah cuaca terlalu cerah untukmu memakai sweater, Athena?" Ken bertanya seraya menaikkan sebelah alisnya ketika Yama dan Athena menghampiri mereka.


Bella ikut menyahut "Hmm.. Dan apa kah kakimu mengalami cedera? Sudahkah Yama mengobatimu? Caramu berjalan terlihat sedikit aneh"


Athena berusaha untuk tida menghiraukan mereka, dia hanya mengusap tengkuknya canggung seraya melirik Yama sekilas. Tapi Athena seketika kesal, saat orang yang di liriknya hanya acuh tak acuh seakan tak terjadi apa-apa.


Hingga ketika Yama dan Athena duduk di sofa, Bella dan Ken tidak bisa lagi menahan kekehan mereka saat melihat Athena yang berdesis seperti menahan sakit. Membuat Athena yang tadinya sudah tidak merasa malu, kini jadi kembali merasa malu. Bahkan wajahnya pun sudah memerah hingga ke telinga.


Namun, bukannya menolong..


Yama justru semakin membuatnya bertambah malu ketika pria itu menarik Athena ke dalam pangkuannya, lalu berkata "Sepertinya kau begitu kesakitan. Apa sebaiknya aku mengantarmu kembali ke kamar?" dengan tampang yang seakan tidak memiliki dosa.

__ADS_1


Sungguh, rasanya Athena ingin menenggelamkan diri ke dasar lautan yang paling dalam. Namun apalah daya, wanita itu hanya bisa memukul bahu Yama dengan gemas, lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yama. Dan berusaha mengabaikan Ken dan Bella yang masih saja terkekeh jahil.


Setelah melerai kekehannya, Ken pun berkata "Jadi, kita akan mengadakan acara yang seperti apa?"


Alih-alih menjawab, Yama justru bertanya pada Athena.


"Kau ingin acara yang seperti apa baby?"


"Acara apa?"


"Pernikahan kita" Yama menjawab dengan entengnya.


"What!!" Ucap Athena seraya mengangkat kepalanya untuk menatap Yama.


Rasa malu Athena kini tergantikan dengan rasa terkejut yang begitu besar. Karena tanpa memberi tahukan apapun sebelumnya, tiba-tiba pria itu mengajaknya untuk membahas tentang pernikahan mereka. Sungguh, kepala Athena sekarang tiba-tiba saja berdenyut dengan kuat.


Bella bersedekap saat melihat Athena yang terkejut. Sudah bisa di pastikan, jika Yama belum memberitahukan apapun perihal mereka yang akan melangsungkan pernikahan secara bersamaan.


Ya, di hari Athena meninggalkan Yama pergi ke boutique. Selain membahas tentang rencana Athena. Yama dan ke 3 temannya juga membahas perihal pernikahan Yama dan Ken. Mereka memutuskan untuk melangsungkan pernikahan mereka secara bersamaan.


Bedanya, setelah membahas hal itu. Ken langsung memberitahu Bella, dan wanita itu pun tidak merasa keberatan. Toh bukankah lebih menghemat waktu jika mereka menikah bersama? Jadi, Bella pun hanya bisa menyetujuinya.


Sedangkan Yama, dia lupa memberi tahu Athena karena yaaaa... Kalian tahu sendiri alasannya.


"Tapi kau belum memberitahuku tentang ini sebelumnya" Athena berkata dengan wajah yang masih merasa terkejut.


Yama menatap Athena seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Bukankah itu kesalahanmu sendiri?? Apa kau lupa apa yang semalam kau perbuat?? Hingga membuatku lupa untuk memberitahumu"


"Tapi bahkan kau tidak bertanya padaku tentang aku bersedia menikah denganmu atau tidak" ucap Athena cepat.


"Apa menurutmu kau bisa menolak?" tanya Yama.


Athena pun hanya bisa memelaskan wajahnya seraya menggeleng dengan pasrah. Karena ya, meskipun Athena terkejut, tapi dia juga merasa bahagia ketika Yama mengajaknya untuk menikah.


Tapi, tidak bisakah Yama mengajaknya menikah dengan cara yang sedikit lebih baik?? Bukankah jika seperti ini namanya adalah sebuah pemaksaan?? Bahkan lihatlah wajah Yama saat ini, wajahnya begitu lurus tanpa menunjukkan ekspresi apapun.


Yama yang melihat itu menaikkan sedikit ujung bibirnya


"Bagus, aku tidak akan menerima penolakan"


Sedangkan Ken dan Bella, mereka pun hanya bisa kembali terkekeh geli seraya menggelengkan kepala saat melihat kelakukan absurd pasangan itu.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2