
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...---------...----------...
Mari kita beralih pada pasangan utama kita dan lupakan sejenak tentang masalah Bella..
.....
tok, tok tok..
"Masuklah" ucap Athena yang saat ini tengah berdiri menghadap jendela, menikmati suasana malam kota yang terlihat jelas dari sana.
"Bawa kembali, aku tidak akan memakannya" ucap Athena saat melihat beberapa pelayan memasuki kamarnya dengan membawa makanan.
"Tapi Nona, anda sudah 4 hari tidak memakan apapun. Sebaiknya nona mengisi perut anda dengan makanan yang layak, jangan hanya mengisi perut Nona dengan segelas susu" ucap salah satu pelayan itu dengan pandangan yang sedikit memelas.
Athena menatap pelayan itu dengan acuh tak acuh lalu berkata "Bawa itu kembali"
Ya, semenjak kejadian malam itu terhitung sudah 4 hari dia hanya dikurung di dalam kamar. Dan semenjak kejadian itu pula, Yama tidak memunculkan batang hidungnya dihadapan Athena. Athena pun sungguh tidak memperdulikannya.
"Tapi Nona, jika terjadi sesuatu pada Nona, kami takut Tuan akan memarahi kami" ucap pelayan itu lagi.
Athena hanya memutar bola matanya malas lalu berkata "katakan saja pada Tuan mu. Aku tidak akan mati hanya karena tidak makan"
Pelayan itu pun akhirnya kembali membawa makanan yang dia bawa dengan pasrah. Karena percuma saja dia memohon, ujung-ujungnya Athena tetap akan mengatakan hal yang sama.
Setelah kepergian para pelayan, dia pun membaringkan tubuhnya di kasur, menggulingkan tubuhnya dari kanan ke kiri, dari kiri ke kanan.
"Haaaaah, kamar ini benar-benar suram" ucapnya lalu merenung seraya memandangi langit-langit kamar.
Pict by : Pinterest
Dia sungguh tidak menyangka jika Yama menyiapkan rencana ini dengan begitu matang.
Bagaimana tidak? dia sungguh terkejut begitu mengetahui jika semua kebutuhannya sudah tersedia disana. Bahkan dia lebih terkejut lagi saat mengetahui jika Yama juga menyiapkan pakaian dalam yang ukurannya sangat sesuai dengannya.
Sungguh, Athena benar-benar ingin tahu bagaimana cara pria itu mencari tahu tentangnya hingga se detail itu. Apakah pria itu juga menempatkan cctv di kamar mandinya hingga dia tau ukurannya dengan sangat tepat?
Tapi apalah daya.. Pertanyaan itu hanya tersimpan di kepalanya tanpa bisa dia utarakan. Lagi pula, bagaimana dia akan mengutarakan pertanyaan itu ketika Yama saja bahkan tidak sedikit pun menampakkan batang hidungnya.
Setelah bosan dengan kegiatan merenungnya, gadis itu pun akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri.
Setelah selesai, dia berjalan memasuki walk-in closet yang bernuansa cream.
__ADS_1
Pict by : Pinterest
Athena memilih salah satu pakaian santai lalu memakainya. Dia berjalan menuju sebuah cermin besar yang terletak disana.
"Oh astaga, baji...ngan tua itu benar-benar. Ini sudah 4 hari tapi tanda ini belum juga menghilang.. Bahkan memudar pun tidak. Juga dengan se enaknya mengatakan aku miliknya. Hish, sampai malaikat maut mencabut nyawanya pun aku tidak akan sudi menjadi miliknya" rutuk Athena seraya mengusap lehernya yang terdapat tanda kepemilikan yang diciptakan oleh Yama.
"Apakah dia benar-benar seorang manusia? Atau dia itu ternyata titisan drakula? Lihatlah, bekas gigitannya hingga berwarna ungu seperti ini. Bahkan kamarnya pun sungguh suram, kenapa tidak sekalian saja ruangan ini dia ubah menjadi warna hitam agar kesuramannya lengkap" rutuk Athena lagi lalu mulai menyisir rambutnya.
Saat Athena sedang asik menyisir rambutnya, dia terkejut ketika mendengar perkataan seseorang di belakangnya
"Aku akan mengabulkannya baby"
Athena pun membalikkan tubuhnya, dia melihat Yama yang sedang menyenderkan tubuhnya pada pintu dengan menyilangkan kedua tangannya.
Pict by : Mariano Divaio
"Eeeeh, sejak kapan kau berada disitu?" tanya Athena seraya meletakkan sisir yang di genggamnya dengan sedikit kaku.
"Sejak kau mengumpatiku baby" jawab Yama seraya berjalan mendekati Athena.
Athena memundurkan langkahnya, berusaha untuk menghindari Yama.
"Stop.. Jangan mendekatiku. Atau aku akan mematahkan lehermu" ucap Athena.
"Cobalah, aku ingin tau bagaimana caramu mematahkan leherku" ucap Yama yang saat ini sudah mengungkung Athena dibawahnya.
"Uuuhhh, menyingkirlah.. Tidakkah kau menyadari, tubuhmu sangat berat" ucap Athena yang tiba-tiba merasa gugup karena Yama menatapnya dengan begitu lekat seakan-akan ingin melahapnya saat ini juga.
Dia memalingkan wajahnya yang sudah memerah hingga ke telinga untuk menghindari tatapan Yama.
Yama terkekeh lalu berkata "Kau terlihat imut dengan muka yang memerah"
Mendengar penuturan yang Yama lontarkan membuat Athena merasa semakin gugup, bahkan saat ini jantungnya sudah berdetak dengan sangat kencang seperti ingin pecah.
Bagaimana tidak? Saat ini posisi mereka benar-benar sangat intim. Dalam seumur hidupnya, baru Yama yang berani melakukan hal seperti ini padanya.
Tapi jika diperhatikan baik-baik dari dekat, Yama sungguh memiliki wajah yang sangat tampan seakan memiliki pesona tersendiri hingga membuat wanita mana saja ingin menjadi miliknya.
Saat kejadian waktu itu, Athena tidak menyadarinya karena suasana yang begitu gelap dan dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Entah kenapa saat di dekat Yama, Athena seakan tidak memiliki kekuatan untuk melawannya.
Hatinya memang mengatakan untuk melawan, tapi tubuhnya seakan berkata untuk pasrah. Sungguh, Athena sangat membenci situasi seperti ini.
"Bukankah tadi kau berniat ingin mematahkan leherku baby, maka aku akan menyerahkannya dengan suka rela" Yama berkata hingga membuyarkan pikiran Athena.
__ADS_1
Athena melirik Yama sekilas lalu berkata "Enyahlah, aku kehilangan selera untuk mematahkan lehermu"
Yama pun terkekeh lalu menegakkan tubuhnya.
"Ikut aku, kau harus makan" ucap Yama seraya mengulurkan tangannya meminta Athena untuk beranjak.
Athena hanya melirik tangan Yama sekilas lalu berkata "Setelah mengurungku selama 4 hari disini tanpa menunjukkan batang hidung, berani sekali kau dengan se enaknya menyuruhku untuk makan"
Yama menarik tangannya kembali, dia menaikan sebelah alisnya lalu berkata "Apa kau sungguh merindukanku baby, hingga kau melakukan aksi mogok makan seperti ini?"
"Cih, jangan terlalu percaya diri. Aku tidak ingin memakannya hanya untuk berjaga-jaga, siapa tau kau memasukkan racun kedalam makananku. Lagipula, aku juga tidak akan mati hanya karena tidak makan" ucap Athena lalu menegakkan tubuhnya.
"Menurutlah padaku sebelum aku kehilangan kesabaran baby" ucap Yama seraya sedikit menghembuskan nafasnya.
Yama diam-diam membenarkan ucapan Kakek Robert didalam hatinya, menghadapi Athena membutuhkan banyak kesabaran. Karena gadis itu bukanlah gadis yang mudah untuk ditaklukan.
"Cih, jangan harap aku akan menurut padamu" ucap Athena.
Yama yang mendengar itu pun mulai kehilangan kesabarannya.
Selama 4 hari dia meninggalkan Athena untuk melakukan pekerjaannya. Yama selalu mendapatkan laporan tentang Athena yang membuat ulah. Meskipun Athena tidak melakukan hal di luar batas.
Hanya dengan mengetahui Athena yang selama 4 hari ini tidak mau menyentuh makanannya saja sudah membuat Yama geram. Yama sungguh nengkhawatirkan keadaan gadisnya, bagaimana jika gadis itu sakit, Yama tidak ingin hal itu terjadi.
Bahkan hari ini, Yama rela meninggalkan rapat penting yang sedang dipimpinnya. Saat mendengar laporan tentang Athena yang lagi-lagi tidak mau menyentuh makanannya.
Akhirnya, Yama mengangkat Athena yang tak kunjung berdiri dan meletakkannya di pundaknya.
"Ya, ya, ya... Heeeeey, sia..lan, turunkan akuuuu" ucap Athena seraya memukul-mukul punggung Yama.
Yama tidak menghiraukannya, dia tetap berjalan membawa Athena menuju ruang makan.
Saat Yama keluar dari lift dengan memanggul Athena, para pelayan yang hendak menyudahi pekerjaan disana merasa sangat terkejut.
Sungguh, pemandangan itu baru pertama kali mereka lihat.
Karena seperti yang mereka ketahui, Yama bukanlah orang yang mau berurusan ataupun bersentuhan dengan makhluk berwujud wanita.
Bahkan selama mereka bekerja pada Yama, mereka tidak pernah melihat Yama membawa 1 orang pun wanita masuk ke dalam rumahnya, kecuali Mona. Yang mana mereka ketahui, Mona hanyalah rekan bisnis Yama.
Awalnya mereka pikir Athena hanyalah seorang tawanan karena Yama hanya mengurungnya di dalam kamar dan tidak pernah menemuinya. Tapi setelah mereka melihat Yama menggendong Athena, mereka mulai menerka-nerka tentang hubungan apa yang terjadi di antara Yama dan Athena.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
__ADS_1
salam sayang dari sensi π
bye bye..