Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Bonus part - 1


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


2 Tahun kemudian..


Mac terlihat mendekati ruang rapat dengan sedikit tergesa-gesa.


Sesampainya di sana, tanpa berpikir 2 kali lagi, dia membuka pintu itu dengan sedikit kasar. Hingga membuat semua orang yang ada di dalam sana menoleh padanya dengan tatapan penuh kebingungan.


Yama yang melihat Mac datang dengan cara yang tidak biasanya pun segera bertanya


"Ada apa hingga kau berani menganggu rapatku?"


Mac sejenak mengatur nafasnya yang yang sedikit kacau lalu berkata "Nyonya.."


Tanpa menunggu Mac menyelesaikan ucapannya, Yama sudah lebih dulu berkata "Rapatnya kita tunda" dan bergegas pergi dari sana.


Meninggalkan para pemegang saham yang terlihat menggeleng-gelengkan kepala karena memaklumi sikap Yama.


Ya, selama 3 bulan terakhir ini mereka sering sekali mendapati kejadian seperti ini, hingga mereka pun sudah terbiasa menghadapinya. Mereka juga tidak heran ketika Yama akan bergegas menyudahi rapat jika itu mengenai sang istri tercinta.. Siapa lagi jika bukan Athena Wilson..


Awalnya mereka juga sedikit geram dengan Yama yang bersikap seperti itu, karena Yama tidak biasanya menunda rapat secara tiba-tiba. Namun, setelah beberapa kali mereka bertemu dengan Athena, mereka jadi tau ke istimewaan dari wanita itu yang bisa membuat Yama takluk padanya.


Wanita yang beberapa waktu terakhir ini banyak mengubah karakter Yama. Membuat Yama yang tadinya kejam menjadi sedikit lebih baik. Meskipun pria itu tetap tidak bisa terbantahkan, namun setidaknya pria itu sekarang menjadi sedikit lebih mudah untuk di ajak bicara.


Terbukti dari cara pria itu yang mulai mau mendengarkan lawan bicara. Memberikan kesempatan untuk para pemegang saham mengutarakan pendapat mereka. Menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan para pemegang saham, ya meskipun hanya menjawabnya dengan singkat, tapi setidaknya dia sudah mulai sedikit ramah.


Oleh sebab itu, ketika Yama menghentika rapatnya tiba-tiba karena Athena, mereka akan sungguh memakluminya.


....


"Dimana istriku?" Yama bertanya kepada Lyla yang kebetulan lewat di depannya.


"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan baju pelayang sebanyak itu?" Yama kembali bertanya seraya mengerutkan dahinya saat melihat tumpukkan baju pelayan yang di pegang oleh Lyla.


"Anu tuan.. Saya susah menjelaskannya, lebih baik tuan mengikuti saya ke halaman belakang. Nyonya sedang ada disana" Ucap Lyla lalu segera pergi dengan sedikit terburu-buru.


Yama pun akhirnya mengikuti langkah Lyla menuju halaman belakang. Alangkah terkejutnya dia saat melihat Athena yang sedang berkacak pingganh di depan para bawahannya. Namun, bukan hal itu yang membuat dia terkejut. Dia terkejut karena para bawahannya sedang berjajar dengan bertelanjang dada.


"Astaga baby, apa lagi yang sedang coba kau lakukan?" Yama bertanya seraya bergegas menghampiri Athena, dengan Lyla yang sudah berdiri di sampingnya.


Para bawahannya yang melihat kedatangan Yama seketika menatap Yama dengan pandangan yang memelas.


Athena menoleh pada Yama yang sudah ada di sampingnya lalu tersenyum lebar.

__ADS_1


"Aku hanya meminta mereka untuk menggantikan tugas para pelayan"


Yama seketika mengerutkan keningnya


"Untuk apa?"


"Karena aku sudah meliburkan semua pelayan wanita, jadi aku meminta mereka untuk menjadi penggantinya" jawab Athena.


"Lalu untuk apa mereka bertelanjang dada?"


Athena mengangkat bahunya acuh


"Bukankah seorang pelayan harus mengenakan seragam pelayan?"


Yama yang mendengar hal itu hanya bisa berdehem seraya mengusap tengkuknya. Karena Yama tau, itu adalah bentuk ngidam istrinya.


Ya.. 3 bulan yang lalu, Athena dinyatakan mengandung buah hati mereka. Yama yang mengetahuinya pun merasa bahagia bukan main. Namun, yang menjadi kendala adalah. Beberapa minggu setelah di nyatakan hamil, Athena mulai mengidam hal-hal yang sedikit di luar nalar.


Contohnya saat ini, bisa-bisanya dia meminta para pria berotot yang biasa menggenggam senjata dan berpakaian gagah harus menggunakan pakaian pelayan. Bahkan wanita hamil itu sudah meliburkan semua pelayan wanita yang ada di sana.


Sungguh, Yama tidak bisa lagi berkata-kata. Karena membantah pun percuma, itu akan merugikan dirinya sendiri. Yama tidak ingin kembali melewati malam tanpa ngehangatan.


Seperti beberapa waktu lalu. Saat itu Athena mengajak Yama untuk berkuda. Namun pria itu menolaknya mentah-mentah, karena hal itu akan membahayakan kandungan istrinya. Dan berakhirlah dengan Athena yang tidak mengijinkan pria itu menginjakkan kakinya di kamar mereka selama 4 hari 4 malam. Sungguh, Yama tidak ingin kembali mengalaminya.


"Cepat berikan seragam itu kepada mereka" titah Athena kepada Lyla.


Mereka menerima seragam itu dengan sangat berat hati, karena meminta bantuan kepada Yama pun percuma. Pria itu jelas akan lebih memilih berpihak kepasa istri tercintanya.


"Apa seragam itu sesuai dengan ukuran mereka?" Athena bertanya kepada Lyla yang sudah selesai membagikan seragam itu.


"Ya nyonya, seragam itu sesuai dengan ukuran mereka."


"Kalau begitu kau boleh pergi, nikmati hari liburmu hingga pekan depan"


"Baik nyonya, terima kasih" ucap Lyla lalu membungkukkan badannya dan segera berlalu pergi dari sana.


Yama seketika kembali mengerutkan keningnya setelah mendengar apa yang di katakan istrinya.


"Baby, bukankah sepekan terlalu lama?"


"Sayang.. Ayolah.. Biarkan mereka menikmati libur panjang.. Lagi pula, bawahanmu tidak hanya mereka kan. Jadi biarkan aku meminjam mereka sepekan saja" ucap Athena sedikit memelas.


Yama kembali mengusap tengkuknya lalu tersenyum canggung.


"Apa pun untukmu baby" Ucap Yama dengan pasrah.


"Nah.. mulailah bekerja" Ucap Athena kepada para pria yang sudah memakai seragam itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka mau tidak mau hanya bisa pasrah menuruti kemauan sang nyonya. Mereka segera berlalu untuk melakukan tugas mereka masing-masing, seperti apa yang sudah di jelaskan oleh Lyla.


"Ayo kita kembali ke kamar" ucap Yama.


"Gendong aku" Athena berkata seraya merenggangkan tangannya meminta agar Yama segera menggendongnya.


Yama pun tersenyum lalu menggendong Athena didepan dengan senang hati.



Yama mulai melangkah meninggalkan halaman belakang, dengan Athena yang mengusakkan wajahnya pada perpotongan leher pria itu.


Di sepanjang langkah menuju kamar, Yama tersenyum karena melihat Athena yang terus saja menguap.


"Apa saja yang kau lakukan hari ini baby? Kau terlihat sangat lelah"


"Aku? Seingatku aku tidak melakukan apapun"


"Apa kau yakin?" tanya Yama lagi.


Athena menganggukkan kepalanya


"Hmmm.. Seingatku, aku hanya berbaring menonton film"


"Ah tidak, aku sempat membantu Lyla mengurusi tanaman bunga" sambung wanita itu lagi.


Yama sedikit memicingkan matanya


"Tidak lebih dari itu?" tanya Yama.


Athena menggelengkan kepalanya pelan


"Tidaaaaakk" rengek Athena.


Pria itu terkekeh gemas karena sikap Athena yang manja. Dia juga bersyukur karena selama kehamilan, Athena berubah menjadi wanita yang manja. Sungguh, Yama sangat menyukai sifat manja wanita itu.


"Hoaaaamm. aku mengantuk" ucap Athena seraya kembali mengusakkan wajahnya pada perpotongan leher Yama.


"Hmm.. Tidurlah.. Aku akan membangunkanmu saat makan malam tiba"


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2