Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Ketegangan - 2


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Di sisi lain...


Uncle Joe segera menghampiri Leon yang telah mematikan teleponnya


"Bagaimana keadaan disana?"


Leon menatap uncle untuk sesaat


"Kita harus bergegas, Matthew sudah terlalu lama menunggu. Aku khawatir dia tidak bisa bersembunyi terlalu lama"


Mendengar hal itu, uncle Joe membuka jasnya, dia bersiap untuk menyelamatkan para keponakannya.


"Kalau begitu ayo, kita berangkat sekarang"


Namun, Ken yang melihat hal itu segera menghentikan uncle Joe, dia menahan uncle Joe yang hendak berdiri.


"Tunggu uncle, sebaiknya uncle tunggu saja disini"


Uncle Joe sedikit menepis tangan Ken yang menahannya, dia menatap Ken dengan tatapan tidak terimanya. Uncle Joe menghembuskan nafasnya kesal.


"Aku tau, aku sudah tua. Tapi aku masih bisa bergerak dengan lincah. Aku akan memastikan sendiri jika mereka baik2 saja. Aku harus melihat mereka secara langsung, dengan mata kepalaku sendiri" ucapnya dengan sedikit menggebu-gebu


Yama yang mendengar hal itu seketika memberikan uncle Joe tatapan tajamnya seraya berkata dengan suara datarnya


"Percayalah pada kami"


Jika Yama sudah berucap, maka siapapun tidak akan bisa menentangnya. Begitu pula uncle Joe, dia hanya bisa menghela nafasnya dengan pasrah. Uncle Joe menatap Yama dengan tatapan yang sedikit tidak rela, namun dia akan mencoba untuk percaya pada Yama. Karena bagaimana pun juga, dia sungguh tau bagaimana kekuasaan seorang Yama. Akhirnya, uncle Joe pun sedikit menganggukan kepalanya dan berkata


"Baiklah, aku akan menunggu disini"


Setelah mendengar persetujuan dari Uncle Joe, Yama menoleh pada Mac seraya berkata


"Apakah mereka sudah siap?"


Mac menganggukan kepalanya


"Ya, mereka sudah menuju lokasi"


Ken pun mulai beranjak dari duduknya, dia sedikit melonggarkan dasi yang terasa mengikat lehernya. Dia menatap ketiga temannya dan berkata


"Baiklah, ayo kita bergegas"


Setelah mengatakan hal itu, ken pun berlalu pergi dari sana. Di ikuti oleh ketiga temannya dan Mac. Namun, sebelum mereka benar-benar pergi, uncle Joe menghentikan mereka.


Mereka menghentikan langkah seraya menoleh pada uncle Joe. Alex pun berinisiatif untuk bertanya


"Ada apa uncle?"


Uncle Joe menatap mereka dengan sedikit ragu

__ADS_1


"Apa kalian ada yang melihat Lucas?"


Mendengar pertanyaan uncle Joe, Leon sedikit mengerutkan keningnya dan berkata


"Ya, kita tidak melihatnya sejak pagi tadi"


Uncle Joe pun akhirnya hanya bisa tersenyum pasrah. Dia menatap satu persatu pria yang ada di hadapannya lalu berkata


"Aku sudah menduganya sejak Leon mengatakan jika Matthew melihat orang lain menjemput para gadis.."


Uncle Joe sedikit menghela nafasnya sebelum melanjutkan perkataannya


"Bergegaslah.. Aku hanya meminta satu hal pada kalian. Jika kalian menemukan dia disana, tolong bawa anakku kembali dalam keadaan utuh, entah hidup ataupun mati. Aku akan menunggunya di rumah"


Setelah mengatakan hal itu, uncle Joe segera berlalu pergi dari sana untuk kembali ke kediamannya tanpa menunggu jawaban apapun dari mereka.


Yama yang melihat hal itu segera menoleh pada Mac seraya berkata


"Kau ikuti dia, dan pastikan dia tidak terluka. Aku mempercayakannya padamu"


Mac pun menganggukkan kepalanya


"Baik Tuan" Ucapnya, lalu bergegas menyusul uncle Joe.


Setelah melihat kepergian uncle Joe dan Mac, kali ini mereka benar-benar pergi menuju lokasi dimana para gadis sedang di tahan.


.....


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam, mereka sudah mendekati titik lokasi. Mereka memarkirkan mobil di tempat yang cukup aman. Mereka bergegas untuk turun dari mobil dan menghampiri para elite yang sudah memantau keadaan. Para elite pun segera menyerahkan senjata pada Yama dan ke 3 temannya.


Yama sedikit menimang desert eagle yang ada di genggamannya dengan tatapan tajam.



Setelahnya, dia menyelipkannya kesamping celananya, emudian menghampiri salah satu elite yang sedang memantau keadaan menggunakan teropong.


"Bagaimana?"


Elite itu pun menoleh pada Yama dengan sedikit ragu


"Saya merasa sedikit aneh tuan. Tempat ini hanya di jaga oleh beberapa orang"


Yama seketika mengerutkan keningnya ketika mendengar penuturannya, bagaimana bisa tempat penyanderaan hanya di jaga oleh beberapa orang.


Saat dia hendak memberikan perintah, ada salah satu elite datang menghampirinya seraya berkata "Tuan, saya menemukan mobil tuan Leon terparkir di dekat bangunan utara. Tapi saya tidak menemukan siapa-siapa di dalamnya, bahkan tidak ada satu benda pun yang ditinggalkan"


Mendengar hal itu, Yama kembali mengerutkan keningnya. Dia memberikan perintah kepada elite itu


"Katakan pada para anggota untuk tetap diam di tempat. Aku sendiri yang akan memeriksanya"


Sang elite yang mendapat perintah itu pun hanya menganggukkan kepalanya, lalu bergegas untuk memneritahukan perintah yang diberikan oleh Yama.


Yama menghampiri teman-temannya dan berkata "Kalian tunggu disini, aku yang akan masuk ke dalam sana"


Ken sedikit mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Yama

__ADS_1


"maksudmu?"


Yama menatap Ken seraya berkata "Aku mencurigai sesuatu"


"Kalau begitu, kita berempat yang akan masuk ke dalam sana" Ucap Leon.


Alex ikut menimpali perkataan Leon "Ya, kami tidak mungkin menumbalkanmu."


Yama pun akhirnya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Dan benar saja apa yang di curigai Yama, semuanya hanya tipuan belaka. Setelah mereka mengalahkan beberapa penjaga, mereka tidak menemukan siapapun lagi di dalam gedung itu. Mereka hanya menemukan 5 ponsel dan 1 kalung milik Bella yang tergeletak di atas meja.


Ken begitu emosi melihatnya, di menendang kaki meja dengan brutal. Dia mengusap wajahnya dengan kasar


"Sia...lan, mereka mengecoh kita"


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, kemana kita harus mencari mereka?" Leon bertanya dengan sedikit bingung karena seluruh aksesnya benar-benar dimatikan.


Yama menatap Leon dengan tajam


"Masih ada satu cara"


Leon pun mengembangkan senyumnya, dia baru teringat akan suatu hal yang sangat penting.


"Ah ya, masih ada satu cara untuk menemukan lokasi mereka"


Leon bergegas untuk kembali ke mobil, di ikuti oleh ke 3 temannya.


Sesampainya di mobil, Ken dan Alex menatap Leon dengan sedikit bingung. Mereka sungguh tidak tahu dengan apa yang di maksud satu cara yang di katakan oleh Yama dan Leon.


"Aku sungguh melupakan hal ini jika Yama tidak mengingatkanku" ucap Leon yang sedang mengotak atik laptopnya.


"Apa yang kau maksud?" tanya Alex.


"Beberapa waktu yang lalu, Yama memintaku memasangkan chip pelacak di dalam gusi Athena. Sekarang aku mengerti kenapa Yama memintaku memasang chip pelacak itu di dalam sana. Chip itu sungguh tidak terdeteksi oleh alat" Leon menjelaskan dengan mata dan tangan yang masih terfokus pada laptop di pangkuannya.


Alex dan Ken hanya bisa terkekeh setelah mendengar penjelasan dari Leon. Sungguh, mereka tidak mengira jika Yama benar-benar sudah memikirkan hal ini sejak jauh-jauh hari. Bahkan, Ken sendiri pun tidak sampai memiliki pemikiran sejauh ini.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Leon pun mengeluarkan suara kegirangannya.


"Dapat.."


Leon memperlihatkan lokasi yang dia temukan kepada teman-temannya.


Alex memperhatikan titik lokasi itu dengan seksama lalu berkata "Aku tau jalan pintas menuju kesana"


"Bagi menjadi 2 kelompok. Aku dan Alex yang akan melewati jalan pintas, Kau dan Leon yang akan melewati jalan utama" ucap Yama.


Setelahnya, Yama memberi perintah yang sama kepada para elite, membaginya menjadi dua kelompok dan segera menuju lokasi terbaru yang di temukan oleh Leon.


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..

__ADS_1


salam sayang dari sensi πŸ’•


bye bye..


__ADS_2