Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Mengikatkannya


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------...----------...


Yama merebahkan kepalanya pada sandaran kursi pesawat, dia melihat ke arah luar jendela seraya menimang sesuatu di dalam pikirannya. Setelah memikirkan perkataan Ken tempo hari, akhirnya Yama memutuskan akan membebaskan Athena dengan caranya sendiri.


Yama melirik sekilas ke arah Mac yang tampak sibuk dengan laptopnya lalu berkata "Hubungi Leon, suruh dia menyiapkan sebuah chip pelacak no.1, juga siapkan 1 ruang operasi, 2 jam dari sekarang"


Mac mengalihkan fokusnya dari laptop seraya berkata "Baik tuan" lalu bergegas menghubungi Leon.


Setelahnya, Yama ponsel ponsel yang ada di sakunya dan mulai menyalakan layarnya.


Yama memandangi ponselnya dengan sebuah senyuman yang sangat sulit untuk di artikan. Dimana disana menampilkan seorang gadis yang mampu menggoyahkan hatinya, gadis itu adalah Athena.


Ya, dari sekian banyak perempuan yang merangkak mendekati Yama, hanya Athena yang mampu menggoyahkan hatinya. Athena sangat berbeda dengan kebanyakan perempuan yang dia temui. Athena seakan memiliki sejuta pesona tersendiri yang mampu memikat pria itu tanpa harus merangkak mendekatinya.


Yama mendapatkan foto itu dari mac, dan menjadikannya sebagai wallpaper ponselnya.



Pict by : Eleonor Abrunacci


"Kau akan selalu terikat denganku baby" ucap Yama lalu mematikan layar ponselnya, kemudian kembali merebahkan kepalanya dan memjamkan matanya untuk menikmati perjalanan pulang.


....


Saat tiba dimansionnya, Yama tidak langsung memasuki kamarnya untuk menemui Athena. Pria itu berjalan menuju ruang kerjanya terlebih dahulu dan di diikuti oleh Mac. Saat membuka pintu, disana sudah ada Leon yang menunggunya.


"Kau sudah menyiapkannya?" tanya Yama pada Leon yang tengah duduk sambil meminum kopinya.


Alih-alih menjawab, Leon justru balik bertanya "kali ini apa yang akan kau lakukan?"


"Aku akan mengikat gadisku" Yama menjawab seraya mendudukan diri di kursi yang bersebrangan dengan Leon.


Leon menanggapi perkataan Yama dengan sebuah kekehan jahil seraya berkata "Jadi kau sudah benar-benar jatuh cinta padanya?"


Yama melirik Leon sekilas lalu menjawab "Entahlah, aku hanya tidak ingin melepaskannya"


"Jangan hanya menggunakan nafsumu, Athena adalah seorang gadis baik-baik" tutur Leon.


"Kau tertarik pada gadisku?" Yama bertanya seraya menaikan sebelah alisnya.


"Siapa yang tidak tertarik akan pesona gadis bak dewi yunani itu, siapapun pasti akan tertarik padanya" Jawab Leon.


"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?" Yama kembali bertanya.


"Aku hanya memperingatimu, jika kau memang memginginkannya, maka jagalah dia dengan baik. Jangan sampai dia menjadi boomerang untuk dirimu sendiri. Karena dengan adanya Athena, akan semakin membuat musuhmu tertarik untuk menghancurkanmu" Leon menjawab seraya meraih gelas kopinya kemudian menyesapnya lalu berkata lagi "Baiklah, sudah cukup sesi ceramahnya. Kau akan memasangkannya dimana?"


"Gusi" jawab Yama yang mana membuat Leon sedikit terkejut.


"Kau yakin? Resikonya terlalu tinggi, kita tidak pernah melakukan metode ini" tanya Leon.


"Aku percaya padamu" ucap Yama.


"Tidakkah kau khawatir ini akan menyakitinya? Ini sama saja seperti menjadikannya kelinci percobaan" tanya Leon lagi.

__ADS_1


"Maka jangan sampai menyakitinya" Yama menjawab dengan acuh tak acuh.


Leon yang nendengar penuturan Yama, hanya bisa menghembuskan nafas pasrah. Karena sekuat apapun dia membantah, jika Yama sudah memutuskan, maka akan tetap seperti itu. Mau tidak mau, Leo pun akhirnya menyetujuinya.


"Mac, masukan ini kedalam minuman Athena" Yama memberi perintah lalu menyerahkan sebotol obat bius.


"Berapa lama waktu yang di butuhkan tuan?" tanya Mac seraya menerima obat itu.


"3 jam, sepertinya itu cukup" Leon nenjawab cepat.


Mac pun akhirnya meninggalkan ruangan itu untuk melakukan perintah sang tuan.


....


Terlihat seorang pelayan menghampiri kamar Athena lalu mengetuk pintunya.


Tok tok tok..


"Hah, masuklah" sahut Athena cepat dari dalam kamarnya.


Pelayan itu pun masuk ke dalam kamar Athena. Dia melihat Athena yng sedang duduk di karpet dengan berbagai macam rubik yang berserakan.


Pelayan itu berdiri di dekat Athena lalu sedikit membungkukkan badan lalu berkata "Nona, saya mengantarkan teh hangat yang Nona inginkan" kemudian menyerahkan secangkir teh hangat itu pada Athena.


Alih-alih menjawab, Athena justru merebahkan tubuhnya seraya berkta "Lyla, tidak bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan Nona?"


Pelayan yang di panggil Lyla itu hanya menyunggingkan senyumnya lalu menjawab "maafkan saya nona, saya hanya mengikuti perintah Tuan".


"Hah, sudahlah, percuma saja. Kau tidak akan pernah menurutiku" ucap Athena seraya beringsut dari berbaringnya.


"Berikan teh nya, aku akan meminumnya" ucap Athena lagi.


"Terimakasih." Ucap Athena.


Lyla pun menunggu disana hingga Athena menghabiskan teh nya. Bermaksud untuk menerima gelas yang sudah kosong itu. Karena biasanya, jika Athena meminta teh, dia akan langsung meminumnya hingga tandas dalam satu kali tegukan.


Saat itu Athena berkata "Dari pada kau terlalu lelah mengantarkan lalu mengambil gelas ini kembali. Lebih baik aku menghabiskannya sekaligus agar kau bisa langsung membawanya. Lagi pula, aku meminum teh itu agar tidurku lebih nyenyak, bukan untuk menikmatinya seteguk demi seteguk".


Oleh sebab itu, Lyla dengan setia menunggunya. Tapi kal ini, setelah Athena menghabiskan tehnya, dia tidak memberikan gelas kosong itu pada Lyla, dia justru meletakkan gelas itu di atas meja.


Sebelum Lyla mengeluarkan suaranya, Athena lebih dulu bertanya "Apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?"


"Sudah Nona, saya hanya perlu menyimpan gelas itu, lalu kembali ke *rumah sisi" Jawab Lyla.


*Note : Rumah khusus pelayan di sebut dengan rumah sisi, karena memang letaknya terdapat di sisi mansion utama. Juga untuk sedikit mempermudah pengucapannya.


"Duduklah dulu, temani aku bercerita" ucap Athena.


"Baik nona" ucap Lyla lalu mendudukan diri di lantai.


"Hey, kemarilah.. Duduk di sebelahku, aku sudah bilang, anggap aku sebagai temanmu" ucap Athena seraya menepuk-nepuk tempat kosong disampingnya.


"Tapi Nona, pakaian saya kotor" ucap Lyla menolak.


"Sudah, tidak apa-apa, kemarilah" ucap Athena.


Lyla pun akhirnya duduk di samping Athena. Karena menolak pun percuma, Athena tetap akan memaksanya. Selama beberapa hari mengobrol dengan Athena, Lyla melihat beberapa kesamaan antara Athena dan tuannya. Mereka sama-sama suka memaksa, dan sama-sama sulit untuk di bujuk.

__ADS_1


Tapi, satu hal yang membuat Lyla nyaman untuk melayani Athena, gadis itu adalah orang yang sangat ramah dan mengerti cara menghargai. Terbukti, saat gadis itu menginginkan sesuatu, dia tidak pernah lupa untuk mengucapkan kata tolong dan terimakasih.


"Lyla, apakah aku boleh menanyakan sesuatu tentang kehidupan pribadimu?" tanya Athena.


"Saya akan menjawabnya Nona" ucap Lyla.


"Apa kau sudah memiliki kekasih?" tanya Athena.


Lyla yang mendengar pertanyaan Athena seketika tersedak ludahnya sendiri.


"Eeeh, apa pertanyaanku terlalu menganggumu?" tanya Athena lagi seraya menepuk-nepuk pelan punggung Lyla.


"Tidak Nona, saya hanya sedikit terkejut" ucap Lyla


Dia pun tersenyum lalu berkata "Seperti yang Nona lihat, saya sudah memiliki tunangan" kemudian menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Benarkah?? Apa kalian salling mencintai? dan bagaimana kalian bisa saling mengenal" Athena bertanya dengan sedikit antusias.


Melihat Lyla bercerita dengan sedikit malu-malu sungguh membuat Athena merasa gemas.


Lyla pun menjawab dengan sedikit tersipu "Saya di jodohkan dengan anak kepala desa di kampung saya. Awalnya, saya memang tidak mencintainya. tapi lambat laun, rasa itu muncul dengan sendirinya nona. mungkin karena terbiasa"


"Heeyy... Apa dia tampan? Apa dia baik hati?? Kau sungguh tersipu hanya dengan membicarakannya" Athena bertanya dengan sedikit menyenggol bahu Lyla main-main.


Lyla pun hanya bisa tersenyum dan mengusap tengkuknya canggung.


Saat Lyla hendak menjawab Athena pun berkata "Sudah-sudah, tidak usah dijawab. Aku sudah mengetahui jawabannya hanya dari melihat ekspresimu".


Lyla tersenyum tulus lalu berkata "Apa nona tau, cinta itu bisa datang kapan saja, dimana saja, dan dalam situasi apa saja. Awalnya, saya juga menolak untuk dijodohkan karena kabar simpang siur mengenai sifat dan kelakuannya. Banyak yang berkata, dia adalah pria yang sering bergonta ganti pasangan. Katanya, dia juga adalah seorang pria yang kasar, bahkan pernah ada kabar yang mengatakan kalau dia sempat menganiaya seorang perempuan hanya karena masalah sepele. Tapi, selama saya mengenalnya, dia adalah pria yang baik dan bijaksana, dia juga memperlakukan saya dengan begitu baik. Lambat laun, saya mulai terbiasa dan perlahan mulai jatuh cinta padanya."


"Kau sungguh beruntung Lyla.. Dan memang benar apa yang di katakan orang belum tentu sesuai dengan kenyataannya. Aku juga sering mendengar tentang istilah cinta datang karena terbiasa. Tapi entahlah.. Aku hanya berharap hubunganmu akan bertahan hingga tua nanti" Ucap Athena lalu tersenyum tulus.


Lyla pun membalas senyuman Athena, lalu berkata "Terimakasih Nona.. Saya juga berharap, nona akan bertemu dengan pria impian nona".


"Tapi ngomong-ngomong, ini sudah 3 hari semenjak kepergian tuanmu. Apa dia belum kembali juga?" Tanya Athena.


Saat Lyla hendak menjawab pertanyaan Athena, tiba-tiba saja dia melihat Athena yang sedikit limbung dengan memegangi kepalanya.


"Eeeh, nona, apa ada yang salah?" Lyla bertanya dengan sedikit panik.


"Entahlah, mungkin aku hanya...."


Belum sempat Athena menyelesaikan ucapannya, dia sudah terlebih dulu kehilangan kesadaran. Lyla pun hanya membetulkan posisi Athena agar sedikit lebih nyaman. Setelahnya, Lyla keluar dari kamar itu lalu menemui Yama yang sedang berada di ruang kerjanya.


"Tuan, obatnya sudah bekerja" ucap Lyla.


"Pergilah" ucap Yama.


Lyla pun membungkukkan badannya, lalu pergi dari hadapan Yama.


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..


salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


bye bye..


__ADS_2