
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
"Katakan, siapa yang menyuruhmu?" Leon kembali bertanya lalu melayangkan satu cambukan pada pria pengemudi truk.
Saat ini, pria itu tengah dalam posisi berdiri, dengan tangan yang terikat ke atas hingga kakinya yang juga terikat tidak menyentuh lantai.
Beruntunglah si pengemudi truk saat itu tengah dalam keadaan tidak sadarkan diri, hingga mereka bisa mendapatkan si pengemudi truk sebelum dia sempat kabur.
Mereka membawa pria itu ke ruang penyiksaan yang ada di markas bawah tanah Yang di bangun oleh Yama, tepat berada di bawah bangunan mansion milik Yama sendiri.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Leon lagi.
Namun, si pria itu tidak menjawab. Dia justru memberikan tatapan nyalang pada Leon, seakan menantangnya.
Saat Leon hendak melayangkan cambukannya lagi, Yama menghentikannya.
Yama beranjak dari duduknya, dia berjalan ke arah lemari kaca, lalu mengambil sebuah pisau yang tersusun rapi disana.
Pict by : Pinterest
Yama mendekati pria itu, lalu menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam, membuat aura iblis yang ada di dalam tubuhnya menguar dengan sangat kuat. Yang mana saat melihat Yama, pria itu merasakan hawa dingin tiba-tiba menyerangnya, bahkan seluruh tubuhnya benar-benar merinding.
Sungguh, aura iblis yang ada di diri Yama mampu membuat siapa saja yang merasakannya bergidik ngeri. Tidak terkecuali Alex, Leon, Dan Ken. Mereka juga merasakan hawa dingin yang sama. Namun mereka lebih memilih untuk duduk manis dan bungkam, menyaksikan apa yang akan Yama lakukan selanjutnya.
"Satu penolakan, satu sayatan" Ucap Yama.
"Cuih"
Pria itu meludah..
"Aku lebih baik mati daripada harus berkhianat padanya" Ucapnya.
Yama menyunggingkan senyum tipisnya..
"Baiklah"
Dia memutari badan si pria.
"Sejauh mana kau bisa bertahan"
"Aaaarrghhhhhhhh"
Teriak si pria ketika Yama memberikan satu sayatan panjang di perutnya.
"Masih tidak ingin menjawab?" Yama bertanya lalu memberikan satu sayatan lagi.
Yama terus melakukan hal itu berulang-ulang, hingga darah pria pengemudi truk itu mengotori lantai yang berwarna putih, dan Yama sungguh menikmatinya..
"Aaaarrghhhhhhhh, kau iblis, benar-benar iblis. sampai mati pun aku tidak akan mengatakannya" Ucap si pria.
"Kau yakin tidak akan mengatakannya?? Hingga mati sekalipun?"
Suara Athena yang datang dari arah belakang itu membuat Leon, Alex, Ken, terutama Yama sangat terkejut. Bagaimana bisa gadis itu mengetahui tempat ini.
Athena berjalan ke arah lemari kaca, dia mengambil sebuah gunting yang cukup besar.. Entahlah, dia tidak mengetahui jenis gunting apa yang dia ambilnya itu, dia hanya asal mengambilnya saja. Athena pun menghampiri Yama tanpa melihat ke arahnya. Dia fokus melihat ke arah si pria yang terikat.
"Baby, bagaimana kau bisa kemari?"
__ADS_1
Athena mengangkat bahunya acuh
"Aku terbangun saat kau menjawab panggilan. Lalu yaaa, aku mengikutimu" Ucapnya.
Athena menoleh pada Yama
"Menyingkirlah, biar aku yang menanganinya"
Athena sedikit medorong Yama agar menjauh dari sana.
Yama tidak lagi menanyakan apapun, dia tidak khawatir jika Athena mengetahui tempat ini. Lagi pula, cepat atau lambat, Yama juga akan memberitahunya.
Akhrinya Yama pun menyingkir dari sana dan bergabung dengan teman-temannya.
Sedangkan Ken, Leon, dan Alex.. Mereka hanya diam dan melihat apa yang akan di lakukan Athena.
Athena berdiri di hadapan si pria, dia sedikit mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah pria itu.
Gadis itu sedikit menusuk perut pria itu dengan ujung gunting yang dia pegang
"Hey boy.. Kau yakin tidak akan menjawabnya?? Bahkan hingga mati sekalipun??"
"Cuihhhh.."
Pria itu lagi-lagi meludah
"Aku tidak akan pernah mengatakan apapun"
Dia memandang Athena dengan tatapan remeh. Pikirnya, apa yang bisa di lakukan oleh seorang gadis sepertinya.
"Okay.. mari kita lihat, seberapa tangguh dirimu" Ucap Athena lalu menunjuk salah satu pria anak buah Yama yang sedang berdiri di dekat lemari kaca.
"Hey kau, kemarilah.. Bantu aku"
"Ya nona"
"Bantu aku melepaskan celanyanya" Ucap Athena.
Yama melotot saat mendengar hal itu.
"Hey hey.. Apa yang akan kau lakukan baby"
Yama sedikit emosi saat mendengar apa yang di katakan Athena. Bagaimana tidak? Gadis itu bahkan belum pernah melihat miliknya, dan sekarang gadis itu ingin melihat milik orang lain.. Sungguh, Yama sedikit marah untuk hal ini.
Yama hendak berdiri untuk menghentikan Athena. Namun belum sempat Yama berdiri, Athena membalikan tubuhnya lalu menatap Yama dengan tatapan tajam seraya menodong Yama dengan gunting yang di pegangnya.
"Duduk, dan lihat saja apa yang akan aku lakukan, atau aku akan menggantungmu seperti dia"
Yama pun seketika menelan ludahnya dengan sedikit kasar, dia kembali ke posisi duduknya. Yang mana hal itu mampu membuat 3 pria yang duduk di samping Yama menahan tawanya, kapan lagi mereka bisa melihat Yama seperti itu. Yama pun hanya menatap mereka dengan tatapan datar.
"Cepat, lepaskan celananya" Ucap Athena lagi.
Si pria pengemudi itu sedikit panik saat si pria bawahan Yama akan melepaskan celanyanya.
"Tunggu, tunggu, apa yang akan kau lakukan. Jangan melepaskannya, yaaaakkkkk.." teriaknya.
Athena mengusap kupingnya lalu berkata "Haish, suaramu menyakiti telingaku" seraya menggeser posisinya agar berada di samping si pria pengemudi.
"Wow, dia sedikit layu" Ucap Athena saat celana pria itu sudah terlepas.
"Kau boleh kembali ke tempatmu" Ucap Athena pada anak buah Yama.
"Chaaaaa.. sekarang, aku hanya akan bertanya satu kali.. Dan kau juga hanya memiliki satu kesempatan untuk menjawab"
__ADS_1
Si pria itu seketika panik saat Athena menempatkan kema..luannya pada sela-sela gunting itu. Keringat pun mulai kembali membasahai kening pria itu.
"Jangan, jangan lakukan itu. Apa kau gila.. singkirkan gunting itu" Teriaknya.
Sedangkan para pria yang ada di sana, mereka hanya bisa meringis dan meneguk ludah mereka dengan kasar saat menyaksikan apa yang di lakukan Athena. Sungguh, mereka benar-benar tidak menyangka jika Athena bisa begitu ganas.
Alex memegang perutnya dan berkata "Fuuuuhhh.. Perutku tiba-tiba mulas.. Aku sepertinya tidak sanggup untuk melihatnya" lalu mengalihkan pandangan agar tidak melihat apa yang ada di depannya.
Leon ikut menyahut "Sekarang aku mengerti kenapa Yama dan Ken memberinya julukan Dewi Kematian"
Ken yang mendengar itu hanya bisa menggaruk ujung alisnya yang tidak gatal. Dan Yama, dia lagi-lagi hanya bisa meneguk ludahnya kasar. Sungguh, keganasan Athena benar-benar di luar perkiraannya.
Athena sedikit menyamankan posisi guntingnya dan sedikit menyayat kema..luan si pria yang ada di sela-sela gunting.
"Aaaarrghhhhhhhh" si pria itu pun hanya bisa berteriak kesakitan.
"Ups, maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja menggoresnya" ucap Athena.
"Hahhhhhh, kauuu.. kau gadis gilaaaaaa... singkirkan itu dari sana.." Teriak si pria dengan nafas yang sangat memburu. Dia juga berusaha untuk tidak bergerak, atau gunting itu akan kembali menyayat kema..luannya
"Dengar baik-baik, aku hanya akan memberimu waktu selama 5 detik untuk menjawab" Ucap Athena lalu menatap wajah pria itu.
Athena menatap Yama lalu berkata "Pertanyaannya, siapa yang menyuruhmu?"
Yama membalas tatapan Athena dengan tajam.
Athena pun memberikan senyum tipisnya pada nya.
"Ok, mari kita berhitung" Athena berkata dengan mata yang fokus bertatapan dengan mata Yama.
"Satuuuuu..."
"Duaaaaaa..."
"Tigaaaaaa..."
Athena sedikit menekan guntingnya
"Aaaarrghhhhhhhh, singkirkan gunting itu.."
"Empaaaaaaattt......."
Athena semakin menekan guntingnya
"Limmmm......"
"Ibra, ibra, ibra, ibra, aku dibayar olehnya, aku mengatakan yang sesungguhnya, ibra yang membayarku.. singkirkan, singkirkan benda itu dari sana.. cepat singkirakan benda sialan itu sekarang juga dari sana" Teriak pria itu dengan cepat..
Athena langsung menyingkirkan gunting itu dari sana. Dia mendongak untuk melihat wajah si pria yang sangat pucat, lalu tersenyum..
"Maafkan aku, aku hanya bisa menolong nyawamu semampuku"
Ucapan Athena membuat wajah si pria yang sudah pucat semakin bertambah pucat.
Athena berbalik untuk melihat ke 4 pria yang ada di hadapannya, lalu menodongkan gunting yang di pegangnya.
...-TBC-...
thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
salam sayang dari sensi π
__ADS_1
bye bye..