Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Trust..


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Sementara itu....


Setelah berhasil menyelamatkan Bella, Ken memutuskan untuk membawa gadis itu menginap di kediaman Yama. Selain karena rumah mereka yang terlalu memakan jarak, tubuh mereka juga sudah terlalu lelah.


Saat mereka sudah membersihkan diri, mereka pun berbaring dengan saling berpelukan.


"Apa kau sudah merasa lebih baik?" Ken bertanya seraya mengelus kepala Bella dengan lembut.


Bella menganggukan kepalanya lalu semakin menenggelamkam diri ke dalam pelukan Ken. Sungguh, pelukan yang di berikan oleh Ken terasa sangat nyaman hingga membuatnya enggan untuk melepaskannya.


"Terimakasih" Ucap Bella.


"Untuk?" tanya Ken.


"Telah menjagaku" jawab Bella.


"Bukankah sudah ku katakan, selama aku masih bernafas, aku akan selalu menjagamu" Ucap Ken lalu semakin mengeratkan pelukannya pada Bella.


Keheningan pun terjadi selama beberapa saat..


"Ken..."


"Hmmm?"


"Can i trust you?" Bella bertanya seraya mendongakkan kepalanya untuk menatap Ken.


Ken tidak menjawab, dia hanya menaikan sebelah alisnya.


"Can i trust you?" tanya Bella lagi.


Ken tersenyum kemudian berkata "Just trust me.." lalu mengecup kening Bella dengan sayang.


"Tidurlah, ini sudah terlalu larut. Pejamkan matamu, lupakan masalah yang terjadi hari ini, lalu tersenyumlah esok hari. Atau jika tidak, salah satu dewi kematian akan segera datang menjemputku" Ucap Ken dengan sedikit kekehan, lalu mulai menepuk-nepuk punggung Bella.


Bella mengerutkan keningnya "Dewi kematian?"


"Hmmmm, dewi kematian.. Mungkin saat ini dia tengah menungguku di sebuah ruangan yang terletak tepat di sebelah kamar kita saat ini" jawab Ken.


Bella yang seakan mengerti kemana arah pembicaraan Ken pun ikut terkekeh.


"Ya, dewi kematian yang satu itu memang terlalu sulit untuk di atasi"


Ken pun ikut terkekeh geli.


"Tidurlah" ucap Ken lalu mengecup pucuk kepala Bella.


Bella pun memejamkan matanya dan berkata "Good night.."


"Good night.." balas Ken lalu mulai ikut memejamkan matanya.


.....


Di sisi lain...


Saat tiba di kediamannya, Yama tidak langsung menemui Athena. Dia memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu di salah satu kamar tamu yang tidak di pakai. Pria itu tidak ingin Athena mencium bau darah yang menempel di tubuhnya.


Saat selesai membersihkan diri, Yama pun memasuki kamarnya.


"Hai baby, kau belum tidur?" Yama bertanya dengan tidak menghiraukan tatapan tajam yang di berikan Athena padanya.

__ADS_1


"Kau.. Aku membencimu" Ucap Athena.


"I love you too baby" Ucap Yama lalu mendekati Athena.


Athena pun hanya mendecih.


"Calm down baby, dia ada di kamar sebelah. just trust me, dan semuanya akan baik-baik saja" ucap Yama lalu melepaskan borgol di tangan Athena.


Athena yang mendengar itu hendak beranjak untuk menemui Bella.


Namun Yama segera menahan gadis itu "No baby, ini sudah terlalu larut, tidak kah kau melihat jam di sana menunjukkan pukul berapa?"


Athena melirik ke arah nakas, dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 23.35 P.M.


"Tapi aku ingin melihat keadaannya"


"Dia baik-baik saja, biarkan dia istirahat. Ada Ken yang menjaganya, hmm" Ucap Yama.


"Kau membiarkan temanku satu kamar dengannya?" Athena bertanya dengan sedikit meninggikan suaranya.


Alih-alih menjawab, Yama justru balik bertanya "Lalu? Apa salahnya?"


"Bisa saja dia mengambil keuntungan dari Bella yang sedang tidak berdaya" Athena menjawab dengan sedikit bersungut-sungut.


Yama yang mendengar apa yang di ucapkan Athena hanya bisa menaikan sebelah alisnya.


"Aku tidak bisa membiarkannya, aku harus mencegahnya" Athena bergumam lalu mencoba untuk beranjak kembali.


Namun, belum sempat dia beranjak dari tempat tidur. Yama sudah lebih dulu mengungkungnya.


"Lalu, apa bedanya dengan kita berdua?" Yama bertanya seraya menatap mata Athena dengan intens.


"I,itu berbeda" Athena menjawab dengan sedikit gugup.


"Aku juga bisa saja mengambil banyak ke untungan dari mu" Ucap Yama dengan suara seraknya.


Athena berusaha mendorong dada bidang Yama dengan kedua tangannya "Me,menyingkirlah.. Aku tidak akan menemuinya sekarang"


Alih-alih menyingkir Yama justru mencengkram kedua tangan Athena di atas kepala gadis itu menggunakan tangan kirinya.


Pria itu semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Athena dengan tangan kanan yang menopang tubuhnya sendiri agar tidak terlalu menimpa tubuh Athena.


Entah kenapa, saat berada di dekat Athena, hanya dengan melihat bibirnya saja sudah bisa membuat hasrat kelelakiannya terpancing.


Bahkan saat ini, bau harum yang menguar dari tubuh Athena menyeruak masuk kedalam hidung pria itu, seakan menggodanya untuk menyesap setiap jengkal tubuh Athena. Ditambah lagi tangan lembut Athena yang sempat menyentuh dada Yama, membuat pria itu semakin sulit untuk mengontrol hasratnya.


"Jangan menggodaku baby" Ucap Yama dengan nafas yang sedikit memburu.


"Yaaaaakkk, kau.. Apa yang kau lakukan. Aku tidak menggodamu" Ucap Athena sedikit panik saat merasakan sesuatu yang sedikit menonjol di bawah sana mulai menekan pangkal perutnya.


Yama tidak menghiraukan ucapan Athena. Pria itu mulai menyesap leher Athena.


Athena pun seketika menahan nafasnya seraya mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.


Apa yang di lakukan Yama membuat gadis itu merasakan sensasi aneh yang baru pertama kali dia rasakan.


Yama mengangkat kepalanya untuk menatap mata Athena


"Bernafaslah baby, wajahmu begitu merah" lalu melanjutkan kegiatannya.


Mendengar ucapan Yama, seketika membuat Athena ingin berteriak untuk memakinya..


"Hhenghhh... Yama.. Apa yang kau hahhh lakukan..."


Namun bukannya teriakan, justru desa...han lah yang keluar dari mulutnya. Sungguh, Athena merasa sangat malu dan kesal.

__ADS_1


"No Yama, akhhh, berhentiiihhh.."


Yama semakin gencar mencumbu Athena saat mendengar suara yang keluar dari mulut gadis itu. Kecupannya mulai turun sedikit ke bawah menelusuri setiap inci tulang selangka Athena.


Yama membuka 2 kancing teratas piyama Athena lalu sedikit menyingkapnya ke samping dan mulai mengecup bahu mulus itu dengan sangat lembut.


Yama memanfaatkan tangan kanannya yang menganggur untuk mengelus paha Athena.


Athena mendongakkan kepalanya yang terasa berdenyut dengan mata yang terpejam saat sensasi aneh itu terus saja menjalari tubuhnya.


"Nyaaahhhh... hahhh, hahhhhh.."


Athena pun akhirnya sudah tidak kuat lagi menahan desa...hannya.


Tubuh gadis itu sedikit bergetar saat telapak tangan Yama yang sedikit kasar mulai mengelus pinggang rampingnya.


Yama menghentikan kegiatannya saat merasakan tubuh Athena yang bergetar. Pria itu lantas mengangkat kepalanya lalu menatap wajah Athena yang sudah memerah hingga telinga dengan kening yang mulai basah karena keringat.


Pria itu menghembuskan nafas lalu melepaskan cengkramannya pada tangan Athena dan mulai merapikan kembali piyama yang dikenakan gadis itu.


"Sudah cukup sampai disini. Sebelum kau mengijinkannya, aku tidak akan menyentuhmu lebih dari ini" Ucap Yama.


Athena pun membuka matanya lalu menatap Yama yang sedang mengancingkan kembali piyama Athena dengan sangat Tenang.


Gadis itu melihat sikap dan mata Yama yang sangat bertolak belakang. Sikapnya memanglah sangat tenang, namun berbeda dengan matanya yang masih dipenuhi kabut nafsu.


Athena sedikit tidak percaya jika Yama benar-benar mampu mengendalikan hasratnya.


Setelah merapikan kembali piyama Athena. Yama menggeserkan tubuhnya lalu berbaring di samping Athena. Pria itu menarik Athena agar masuk ke dalam pelukannya.


Saat tidak merasakan Athena memberontak dalam pelukannya. Yama mengecup pucuk kepala Athena dengan sayang lalu meletakkan dagunya di atas kepala Athena.


"Can you trust me?" Yama bertanya dengan sedikit rasa takut yang tiba-tiba menghinggapinya.


Ini adalah kali pertama Yama merasa sedikit ketakutan. Yama sedikit takut akan respon apa yang akan diberikan gadis itu padanya.


Dan ketakukan itu bertambah disaat Athena tidak memberikan respon apa pun. Yama takut jika Athena akan benar-benar membencinya setelah apa yang dia lakukan pada Athena beberapa saat lalu.


Yama lebih memilih mendengarkan Athena mengumpatinya habis-habisan, dari pada melihat Athena yang terdiam tanpa memberikan respon apa pun.


"Baby, can you trust me?" Yama bertanya sekali lagi untuk memastikan.


Yama melihat Athena menggerakan tangannya. Dia kira Athena akan memukulnya. Hingga Yama memutuskan untuk memejamkan matanya bersiap untuk menerima pukulan yang akan diberikan oleh gadis itu.


Alih-alih mendapatkan pukulan, Yama justru merasakan tangan Athena yang melingkari pinggangnya lalu meremas baju bagian belakangnya dengan sangat kencang.


Yama pun seketika tersenyum lalu kembali mengecup pucuk kepala Athena.


"Maaf, aku menyakitimu" Yama berkata seraya mengelus punggung Athena dengan lembut.


Athena menggelengkan kepalanya seraya berkata "Jangan lakukan itu lagi, kau membuatku sedikit takut" dan mulai terisak.


"Shuutt.. Jangan menangis.. Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya" ucap Yama seraya menepuk-nepuk punggung Athena dengan lembut.


"Berjanjilah" Ucap Athena dengan suara yang sedikit tersendat.


"Aku berjanji"


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..


salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


bye bye..


__ADS_2