Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Mulai bergerak


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Sebelumnya...


"Aku mencintaimu" Ucap Yama.


Athena pun tersenyum manis


"Aku juga mencintaimu"


Setelah mendapat apa yang di inginkannya, kali ini Yama benar-benar menutup matanya untuk menyelam ke dalam mimpi..


...


Setelah Yama tertidur pulas, Athena memutuskan untuk pergi ke boutique. Di hendak menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang masih tertunda.


Berbeda dengan hari-hari kemarin yang di lewatinya dengan sedikit bermalas-malasan. Hari ini Athena memulai pekerjaannya dengan suasana hati yang begitu bersemangat.


Gadis itu berjalan memasuki boutique dengan senyuman yang terpatri di wajahnya.


Calista yang melihat itu seketika menaikan sebelah alisnya


"Apa kau sungguh sangat bahagia?? Bercerminlah, bibirmu sedikit lagi akan sobek karena tersenyum sangat lebar"


Athena yang mendengar penuturan Calista pun segera bercermin dengan sedikit menengokkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.


"Hmmm.. Kau benar, aku semakin bertambah cantik"


Athena berkata seraya berlalu pergi menuju ruangannya tanpa menghiraukan Calista yang sedang menggerutu karena kelakukan gadis itu.


Saat Athena sedang fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia melirik nama si pemanggil kemudian mengangkat panggilan itu.


"Ya, cukup siapkan semuanya. Aku akan segera kesana" Ucapnya lalu mematikan sambungan.


Athena menghela nafasnya kemudian memandang ke arah luar jendela, memikirkan tentang rencana yang akan di lakukannya.


Gadis itu meraih ponselnya lalu menatap foto Yama yang di ambilnya secara diam-diam.



Pict by : Mariano Divaio


"Kali ini, biarkan aku menyelesaikannya dengan caraku sendiri" Ucapnya lalu mematikan ponselnya.


Athena membereskan barang-barangnya dan segera berlalu untuk kembali menuju kediaman Yama.


....


Sesampainya di mansion..


Athena itu berjalan memasuki kamar dan segera berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Gadis itu mengabaikan Yama yang sedang menatapnya dengan sangat tajam.


"Apa kau tidak akan mengatakan sesuatu?" Yama bertanya ketika Athena sudah selesai membersihkan diri.


"Ayolah, aku hanya pergi untuk menyelesaikan pekerjaanku" jawab Athena lalu menghampiri Yama dan membaringkan tubuhnya di samping Yama.


Athena mengembangkan senyumnya lalu mendaratkan satu kecupan manis di pipi Yama.


"Aku berjanji, mulai malam ini, aku akan menemanimu hingga benar-benar pulih."


Athena berkata seraya beringsut untuk memeluk Yama.


Yama tidak segera membalas pelukan Athena, dia menyentil kening Athena dengan gemas.

__ADS_1


"Awww, kau menyakitiku" Ucap Athena seraya mengusap keningnya yang sedikit panas.


"Itu hukuman untukmu karena meninggalkanku saat aku tertidur" Ucap Yama lalu membalas pelukan Athena.


Athena mendongak dan hanya menampilkan cengirannya.


"Apa kau sudah meminum obatmu?"


"Hmmm, Leon juga sudah datang untuk melihat keadaanku" Yama menjawab dengan sedikit menguap.


"Tidurlah jika kau mengantuk" Ucap Athena.


"Kau akan melihatku memelukmu saat kau terbangun nanti" sambungnya ketika Yama mengangkat sebelah alisnya.


"Aku berjanji" ucapnya lagi.


Mendengar janji yang Athena ucapkan, Yama pun segera memjamkan matanya.


Setelah memastikan Yama tertidur lelap, Athena melirik ke arah jam yang terletak di atas nakas. Gadis iti menyingkirkan tangan Yama yang ada di pinggangnya dengan sangat hati-hati.


Athena segera beranjak dari kasur dan berlalu pergi menuju pintu penghubung antara mansion dan markas. Dia berjalan menyusuri lorong dan berbelok ke arah lab, lalu berhenti di ambang pintu seraya memperhatikan Leon yang entah sedang meracik cairan apa.


Leon tersenyum tipis saat melihat kedatangan Athena melalui pantulan kaca yang ada di depannya. Lalu kembali fokus pada racun yang tengah di raciknya.


"Kau datang?"


Athena pun menghampiri Leon dan mendudukan dirinya di kursi yang bersebrangan dengan Leon. Dia sejenak menatap beberapa botol kecil cairan dan beberapa alat takar yang ada di atas meja dengan sedikit penasaran.


"Apa yang kau buat?"


"Aku sedang mengembangkan racun yang sebelumnya ku buat" Leon menjawab tanpa mengalihkan fokusnya dari cairan yang sedang di raciknya.


"Bagaimana cara kerja racun itu?"


Leon melirik Athena sekilas lalu mulai menjelaskan "Sebelumnya racun ini hanya bisa membuat tubuh bagian luar melepuh. Tapi aku mengembangkannya agar bisa melepuhkan organ dalam tubuh secara perlahan ketika seseorang meminumnya. Atau jika di suntikan, maka akan melepuhkan saraf dan bagian dalam kulitnya"


Gadis itu pun kembali bertanya "Lalu, apa kau sudah menyuntikkan obat padanya sesuai dengan waktu yang di butuhkan?"


Leon menghentikan fokusnya pada ramuan racun yang sedang di kerjakannya, dia menatap Athena sejenak


"Sesuai dengan keinginanmu, bahkan aku sedikit melebihkan dosisnya, berjaga-jaga agar dia tidak terlalu cepat bangun."


"Tapi, apa kau yakin akan melakukan ini?" sambung pria itu.


Athena menganggukkan kepalanya dengan mantap


"Apa aku terlihat tidak yakin?"


Leon menghembuskan nafasnya lalu mengangkat bahunya acuh


"Setelah apa yang terjadi, aku pikir kau selalu yakin dengan keputusanmu"


Athena pun beranjak dari duduknya, dia berjalan menyusuri berbagai macam ramuan yang tersusun rapi di dalam rak2 kaca.


"Lalu, apa mereka sudah menyiapkannya?" Tanya Athena.


"Ya, mereka sudah menunggu di rumah kayu" jawab Leon lalu mulai merapihkan mejanya.


Athena melirik leon sekilas "Kau sudah selesai?"


"Hanya tinggal mencari kelinci percobaan" Leon menjawab dengan sedikit bersemangat.


Athena menghentikan langkahnya, dia menatap Leon dengan tatapan yang sulit untuk di artikan


"Berapa banyak racun yang kau buat?"


Leon pun menunjukkan 6 botol ampul berukuran 10 ml yang sudah terisi penuh dengan racun yang baru saja dia kembangkan.

__ADS_1


Athena menaikan sebelah alisnya


"Hanya 6 botol?"


Leon sedikit memicingkan matanya pada Athena


"Kau meremehkanku?"


Athena mengangkat bahunya acuh.


"Perlu kau ketahui, satu ampul racun ini bisa membunuh lebih dari 100 orang" Sambung Leon.


"Kalau begitu, bawalah satu ampul racun itu bersamamu" ucap Athena dengan seringaian di bibirnya.


"Kau akan mendapatkan banyak kelinci percobaan malam ini." sambungnya lagi.


Leon hanya menanggapi ucapan Athena dengan kekehan kecil, dia tidak menyangka jika Athena bisa memikirkan ide yang begitu cemerlang dengan sangat cepat.


Setelahnya, mereka pun bergegas pergi untuk menuju ke rumah kayu.


....


Sesampainya di rumah kayu..


Leon dan Athena segera menghampiri Alex dan Ken yang sudah menunggu di dalam. Mereka pun segera duduk di kursi yang bersebrangan dengan Alex dan Ken.


"Apa kau berburu?"


Leon bertanya karena melihat se ekor kelinci yang tergeletak di depan rumah kayu dengan tubuh yang tertancap panah.


Ken hanya mengangkat bahunya acuh


"Aku tidak sengaja memanahnya"


"Apa kau sudah membawa yang ku minta?" tanya Athena cepat.


Ken menyerahkan sebuah ponsel pada Athena


"Disana terdapat percakapan terakhirnya dengan Yama melalui sebuah pesan"


Lalu menyerahkan sebuah flashdisk


"Dan ini adalah rekaman dari kamera dashboard" ucap Ken.


"Apa aku bisa memutarnya?" Tanya Athena.


"Tentu" Alex menjawab seraya mengeluarkan sebuah laptop dari dalam tas nya.


"Kenapa dia tidak meluruskannya sejak dulu?" Athena bertanya ketika laptop itu sudah di matikan.


"Entahlah, kita juga tidak tahu alasan pastinya. Dia hanya mengatakan untuk memberitahu mereka jika sudah pada waktunya" jawab Alex.


Athena pun hanya menganggukkan kepalanya lalu berkata "Ingat, jangan menempelkan senjata apapun di tubuh kalian"


Leon, Ken, dan Alex mengangkat sebelah tangan mereka dengan serentak lalu menampilkan huruf O menggunakan jari telunjuk yang di tempelkan pada ibu jari. (πŸ‘Œ)


"Baiklah, kita berangkat sekarang" Ucap Athena.


Setelahnya, mereka pun segera bergegas menuju ke tempat tujuan mereka.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan..


Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


bye bye..


__ADS_2