
Brakkkk....
Malam yang sepi dan sedikit gerimis,
Sebuah mobil dengan sengaja menabrak mobil yang tengah di kendarai oleh Ana,
"shit!" umpat Ana kesal.
Ana keluar dari mobilnya dengan wajah emosi, dia hendak melabrak orang yang telah dengan sengaja menabrak mobil kesayangannya tersebut.
Namun belum sempat bertatap muka dengan penabraknya, tiba tiba ada seseorang yang membekap mulut Ana dengan sapu tangan yang dari baunya sudah di bubuhi obat bius.
Alhasil dalam hitungan detik, Ana langsung pingsan dan tidak ingat apa apa lagi, entah apa yang terjadi pada dirinya setelah itu, sampai saat membuka kedua matanya, Ana mendapati dirinya sudah ada di sebuah ruangan pengap bercahaya remang remang dengan tangan terikat.
"sialan!!" umpatnya dengan lantang karena memang mulutnya saja yang masih bebas bersuara tidak seperti tangan dan kakinya yang sudah di ikat kuat sampai kulitnya terasa sakit dan perih jika sedikit saja bergerak.
"dasar pengecut!! banci!! begini kah caramu memperlakukan wanita!!!" omel Ana kesal.
"keluar kau banci!!!" teriak Ana berharap ada seseorang di sana namun harapannya sia sia, tidak ada yang menanggapi omelan dan makiannya.
"sialan!! kemana banci banci itu bersembunyi?" Ana lanjut menggerutu.
Tanpa di sadari nya, ada sebuah kamera Cctv yang sedang merekam segala gerak gerik dan segala ucapannya barusan.
Dan pada layar monitor, terlihat seorang pria dengan wajah kesal melihat bahkan mendengarkan setiap patah kata yang di ucapkan oleh Ana.
"wanita sialan! berani beraninya dia mengatai ku banci!" ujarnya dengan kesal.
"nyalinya besar juga!" ucapnya lagi sambil menyeringai misterius.
"jangan ada yang berani memberinya makan atau minum sampai besok pagi! aku ingin tahu sampai mana nyalinya itu!!" ucap laki laki bernama Regan tersebut pada orang orang suruhannya.
"baik Tuan!" sahut mereka serempak.
"bagus!! jaga dia jangan sampai kabur! jika dia sampai kabur maka nyawa kalian sebagai gantinya!" ancam Regan dengan tatapan penuh kebencian.
"siap Tuan!" lagi lagi mereka menyahuti dengan serempak.
Regan meninggalkan tempat itu dan beristirahat di Villa Pribadi miliknya yang tak jauh dari tempat dimana Ana tengah di sekap.
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
"huh dasar penculik ga ada akhlak!!!" teriak Ana yang mulai putus asa,
__ADS_1
Mulutnya terasa kering karena haus dan juga karena terlalu banyak berteriak, perutnya keroncongan karena lapar, terakhir di isi saat makan siang tadi, itu pun hanya sedikit.
"woi kalian para penculik!! berikan tawanan mu makan dan minum!!" teriak Ana lagi.
"kalau aku mati, kalian tidak akan mendapatkan apa apa..!!! aku hidup sekalipun kalian juga tidak akan mendapatkan apapun!!!" racau nya sebelum akhirnya pingsan karena lapar, haus dan kelelahan.
"Mas Penculik...woi..." panggilnya dengan mata setengah terpejam.
"Pak penculik.. Om..penculik.. yuhu... where are you???" Ana terus saja merasa sebelum akhirnya benar benar tidak sadarkan diri.
Kali ini Ana benar benar pingsan, penjaga yang tidak lagi mendengar suara Ana segera menghampiri gadis malang tersebut untuk memeriksa apakah dia masih bernafas atau sudah mati.
Setelah di periksa ternyata Ana masih bernafas namun lemah, penjaga pun panik dan berniat melaporkannya pada Tuan Regan.
Tok..tok.. tok..
"Tuan... Tuan..." panggil penjaga tersebut dengan tergesa.
Regan segera membuka pintu, karena dia memang tidak tidur,
"ada apa? kenapa kau terlihat panik seperti itu? apa dia kabur?" tanya Regan penasaran.
"bukan Tuan... dia tidak kabur, dia pingsan dan keadaannya sangat mengenaskan! jika tidak segera diberi air atau makanan dia bisa mati Tuan!!" ujar penjaga tersebut.
"Dasar penjaga bodoh!!! apa peduli mu dia mati atau tidak hah?? kenapa mental mu berubah menjadi mental banci?" sentak Regan geram.
Penjaga tersebut tertunduk pasrah dengan perlakuan kasar Tuannya, entah kenapa dia jadi panik melihat tawanannya sekarat.
"pergi dan kembali bekerja jika kau masih ingin hidup!!" usir Regan dengan tidak berprikemanusiaan.
"ba..baik Tuan!" sahut penjaga tersebut dengan terbata, dia segera kembali ke tempat dimana Ana di sekap.
Penjaga tersebut berusaha tidak peduli lagi dengan keadaan Ana.
Tak lama kemudian, Regan datang dan langsung masuk ke dalam ruangan pengap tersebut,
Regan menarik rambut Ana dengan kasar untuk melihat keadaannya, nampak bibir gadis itu kering dan pucat, matanya terpejam sempurna.
"hei j*lang bangun!!!! jangan berpura pura!" sentak Regan sambil terus menjambak rambut Ana, mengguncang kepalanya berharap gadis itu membuka matanya.
Tapi meski Regan sudah memperlakukannya dengan kasar, Ana tetap tidak bergeming, sepertinya dia benar benar pingsan.
Regan tidak mau gadis itu mati begitu saja, dia masih ingin menyiksanya sampai puas.
__ADS_1
"lepaskan ikatannya dan beri dia makan serta minum! jangan biarkan dia mati seperti ini!" perintah Regan pada anak buahnya.
Mereka langsung melaksanakan perintah yang diberikan Tuannya tersebut.
"Tuan, badannya panas!" lapor salah seorang anak buahnya pada Regan.
"bawa dia ke Villa!" titah Regan dengan gusar.
Tak lama kemudian, Ana sudah berada di kamar Regan di Villa pribadinya tersebut.
"menyusahkan!" gerutu Regan.
"Tuan dia menggigil dan pakaiannya basah terkena keringat! pakaiannya harus di ganti supaya dia tidak tambah menggigil!" kata penjaga tersebut.
"keluar kau sekarang juga!" titah Regan sambil menunjuk ke arah pintu.
"dan satu lagi, jangan ada yang berani masuk tanpa ijin dariku!" sungut Regan.
"baik Tuan!" sahut penjaga dengan cepat sambil membungkukkan kepalanya.
Sepeninggal penjaga, Regan langsung melucuti pakaian Ana tanpa permisi dan menggantinya dengan pakaian miliknya.
"kau benar benar menyusahkan!!!" gerutunya sambil membuka kancing baju milik Ana.
Hampir saja dia membuka semua kancing baju Ana, tetapi tangan Ana yang lemah berusaha menahan tangan Regan.
"aa..apaa.. yang akan kau lakukan?? tolong jangan perkosa aku!" lirih Ama dengan lemah sedang satu tangannya terus saja menahan tangan Regan dengan segala kekuatan yang tersisa.
"lepaskan tanganku bodoh!!!" sentak Regan sambil menepis kasar tangan Ana.
"aku...mohon.. jangan...lakukan itu padaku!" lirihnya, matanya yang terpejam mengeluarkan air mata.
"siapa juga yang berminat menjamah tubuh kecilmu ini!!!" ucap Regan dengan nada sinis.
Ana kembali tak bergeming, sepertinya dia pingsan lagi, lalu dengan cepat Regan melucuti semua pakaian Ana dan dengan mata setengah terpejam dia berusaha memakaikan pakaian kembali ke tubuh ringkih Ana.
"cih!! memperkosa mu? aku bahkan tidak berselera melihat tubuhmu!!" gerutu Regan lagi.
"bisa bisanya kau memohon seperti itu padaku? kau pikir kau menarik?" ucap Regan lagi.
Setelah berhasil memakaikan pakaian pada Ana, Regan lalu melempar selimut dengan sembarangan sampai menutupi seluruh tubuh Ana.
"kau benar benar menyusahkan!!!!!" teriak Regan kesal.
__ADS_1
💫💫💫💫💫💫💫💫💫