
Regan dan Ana telah sampai di sebuah mansion mewah, penampakan mansion yang mampu membuat mulut Ana terbuka lebar, bagaimana tidak mansion yang entah ada berapa lantai tersebut sangat mewah dan elegan.
Ana tidak bisa menutupi rasa takjubnya karena tidak pernah melihat mansion semewah itu sebelumnya,
"a..apa ini adalah mansion tempatmu tinggal?" tanya Ana tanpa mengedipkan matanya.
"iya..kenapa?" sahut Regan lalu bertanya karena heran melihat sikap Ana yang begitu norak.
"jadi mansion ini juga akan jadi tempat tinggal ku?" Ana lagi lagi bertanya dengan sikap konyolnya.
"hem!" sahut Regan singkat.
"tolong cubit aku sekali saja!" pinta Ana tanpa mengalihkan pandangannya.
"apa?? kenapa kau ingin di cubit?" tanya Regan heran.
"aku ingin memastikan bahwa ini bukan lah mimpi!" sahut Ana.
Regan menyeringai nakal, dia mendapat ide untuk mengerjai Ana.
Regan maju mendekati Ana yang tidak bergeming menatap mansion mewahnya, lalu dengan cepat Regan menggigit daun telinga Ana sampai si empunya menjerit kesakitan.
"argh!!" erang Ana sambil meraba daun telinganya yang sakit dan memerah akibat di gigit oleh Regan.
"sakit bodoh!!!" umpat Ana dengan wajah kesal.
Sementara Regan tertawa terbahak bahak.
"haha.. bagaimana? apakah masih terasa seperti mimpi?" tanya Regan mencibir.
"siapa yang menyuruhmu menggigit telingaku hah?" sentak Ana sambil berkacak pinggang.
"tidak ada!" jawab Regan dengan santainya.
"dasar pria gila!" umpat Ana lagi.
"umpat lah aku sesuka hatimu, semakin sering kau mengumpat ku maka semakin banyak pula hukuman yang akan kau terima nantinya!" ujar Regan dengan seringai jahatnya.
"ish!!" Ana mendesis tidak senang.
"apa keahlian mu hanya mengancam? kenapa kau suka sekali mengancam ku?" sungut Ana geram.
"karena kau patuh ketika ku ancam!! itulah yang membuatku suka mengancam mu!" jawab Regan dengan santainya.
"dasar gila!" gerutu Ana.
"asal kau tahu, pria gila ini adalah suamimu sekarang!!" seru Regan mengingatkan status di antara mereka.
"cuih.. kau hanya suami di atas kertas, tidak lebih!" decih Ana.
__ADS_1
"apa kau ingin aku jadi suami yang sesungguhnya??" goda Regan sambil menggulung gulung rambut Ana yang tergerai bebas.
"menjijikkan!" sahut Ana sambil berusaha melepas tangan Regan dari rambutnya.
"menjijikkan katamu???" sungut Regan mulai kesal, emosinya terpancing karena Ana merendahkan harga dirinya.
"iya!!" sahut Ana dengan lantang.
"berani sekali kau!" sentak Regan lalu menarik lengan Ana dengan sangat kasar sampai wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.
"a..apa yang kau lakukan?" tanya Ana yang mulai gugup karena wajahnya berdekatan dengan wajah Regan.
"memberimu pelajaran penting agar kau tidak mengulangi kesalahan yang sama!" sahut Regan dengan seringai nakalnya.
Tubuh Ana bergetar hebat karena takut dengan apa yang ada dalam pikiran Regan.
Regan menyambar bibir Ana dengan rakus, Regan bukan hanya menciumnya namun juga mel*matnya, Ana berusaha melepaskan ciuman Regan namun kekuatan Regan jauh lebih besar dari kekuatannya.
Akhirnya Ana menemukan ide gila, Ana menggigit bibir bawah Regan hingga Regan mengaduh fan terpaksa melepas ciumannya.
Bibir Regan sedikit bengkak dan mengeluarkan darah.
"auw!" keluh Regan sambil memegangi bibirnya yang bengkak.
"apa kau sudah gila?" gerutu Regan kesal.
"kau yang gila!!! kau bilang tidak tertarik padaku tapi kenapa kau malah mencium ku sembarangan!!!" sungut Ana sambil menghapus jejak bibir Regan di bibirnya.
"lalu aku harus tunduk padamu? hanya dalam angan mu Tuan kejam!!" sahut Ana tanpa rasa takut.
"jika kau masih berani berarti kau memang sengaja ingin mendapat ciuman dariku!" ujar Regan.
Ana menutup mulutnya dengan kedua tangan, tidak bisa di bayangkan bagaimana jadinya jika Regan sampai menciumnya lagi.
Mungkin kali ini Ana beruntung bisa melepas ciuman Regan dengan cepat, entah bagaimana selanjutnya.
Regan lalu menyeret Ana masuk ke dalam mansion mewahnya,
"setelah kau masuk ke dalam mansion ini, jangan harap kau bisa keluar lagi dari sini!" ucap Regan dengan suara menggelegar.
"kita lihat saja nanti!" tantang Ana.
Dasar gadis bodoh! aneh! bagaimana bisa gadis kecil sepertinya tidak memiliki rasa takut sama sekali? bahkan padaku!!!
🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨
"mansion ini begitu mewah dan pastinya memiliki banyak kamar tapi kenapa aku harus sekamar denganmu?" protes Ana pada Regan.
"apa kau lupa kalau aku sekarang adalah suamimu?" sahut Regan dengan cuek.
"dan apa kau lupa kalau pernikahan kita hanya sandiwara?" balas Ana.
__ADS_1
"sepertinya kau juga lupa, tujuan utamaku menikahi mu!" ujar Regan dengan senyum sinis.
"argh!! sebenarnya ada masalah apa antara kau dan kakakku? kenapa kau sangat berambisi membalaskan dendam mu padaku?" tanya Ana.
"hah.. kenapa tidak kau tanyakan saja pada kakakmu itu!" sahut Regan.
"kalau bisa, aku pasti tidak akan bertanya padamu!! dasar pria aneh!" sungut Ana.
"sudah ku katakan.. jangan banyak mengumpat jika tidak ingin hukuman mu semakin berat!" ancam Regan.
"ish!" desis Ana merasa kalah telak.
"cepat siapkan pakaian ganti ku!! aku mau mandi!" titah Regan.
"ambil saja sendiri, apa tanganmu sudah tidak befungsi dengan baik?" sahut Ana seenak hatinya.
"jangan mentang mentang aku baik padamu lalu kau bisa melawan atau mengabaikan perintahku!! cepat ambilkan pakaian ganti ku atau kau sengaja ingin melihat tubuhku telanjang setelah mandi?" ucap Regan dengan nada sinis.
"ish amit amit!" Ana bergidik ngeri membayangkan pria bodoh di hadapannya tersebut telanjang bulat.
Regan tersenyum kecil sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Ana terpaksa menyiapkan pakaian ganti untuk Regan karena tidak ada pilihan lagi selain menuruti segala perintah Tuan maha benar dan maha kuasa tersebut.
Setalah meletakkan pakaian ganti untuk Regan, Ama berjalan keluar kamar untuk sekedar melihat lihat isi mansion tersebut.
Ana berulang kali merasa kagum dan takjub dengan desain interior serta barang barang mewah yang ada di dalamnya.
sekaya apa pria bodoh itu?? mansion nya mewah sekali, aku harus berhati hati tinggal disini, jika ada barang yang rusak atau pecah bisa gawat! aku tidak bisa membayangkan berapa harganya!
Ana terus saja berjalan sampai ke ruang depan, dimana ada kolam renang pribadi yang tampak tenang.
sepertinya kolam ini dalam sekali, aku pasti tenggelam jika sampai tercebur ke dalamnya!
Ana sibuk memandangi tenangnya air kolam sampai ada seseorang yang mendorongnya hingga tercebur ke dalam kolam renang.
Ana berusaha menggapai udara namun kembali tenggelam, kepalanya timbul tenggelam selama beberapa saat sedang dari atas terdengar suara tawa seseorang.
"to..tolong...tolong aku!" lirih Ana yang benar benar ketakutan karena tidak bisa berenang.
"hei ayolah jangan berpura pura seperti itu!" ujar Regan, Regan sengaja mendorong Ana untuk mengerjai gadis bodoh tersebut.
Regan tidak tahu jika Ana tidak bisa berenang, Regan berpikir jika Ana hanya berakting saja.
"to..tolong aku!" lirih Ana yang kepalanya mulai tenggelam,
Ana yang kelelahan akhirnya jatuh pingsan dan tenggelam ke dasar kolam, Regan yang tadinya tertawa berubah panik setelah tidak melihat sosok Ana lagi.
Regan segera menceburkan diri untuk menyelamatkan Ana.
bertahanlah gadis bodoh!!!! kau benar benar menyusahkan!!!!
__ADS_1
📎📎📎📎📎📎📎📎📎