
Regan tertawa bahagia di dalam hatinya karena Ana akhirnya tidak jadi tinggal dengan kakaknya.
eh tunggu...tunggu.. kenapa dia seolah tidak rela kalau aku disuapi oleh Mimin?? apa jangan jangan dia cemburu?? hihi.. semoga saja, Regan bercengkerama di dalam batinnya.
Hari ini juga, Bara sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah dan sesuai dengan janjinya, Regan telah menarik salah satu perawat terbaik di rumah sakit ini untuk dijadikan perawat pribadi Bara.
Dia lah Suster Ayu, suster yang pernah di mintai bantuannya oleh Bara.
Bara yang saat itu tak kunjung keluar dari rumah sakit berniat untuk kabur dengan meminta bantuan dari suster Ayu tapi kenyataannya sekarang dia bisa keluar dengan mudah tanpa harus kabur.
Tapi sayang Ana tidak bisa tinggal bersamanya lagi seperti dulu karena Ana sudah menikah dengan iblis kejam bernama Regan.
Tapi cepat atau lambat, Bara akan membebaskan Ana dari cengkeraman Regan.
"ini suster Ayu.. salah satu perawat terbaik di rumah sakit ini dan dia yang akan merawat mu di rumah!" kata Regan memperkenalkan suster Ayu pada Bara dan Ana.
Bara langsung tertegun melihat suster Ayu, dia ingat betul pernah menahan suster Ayu di dalam.kamar mandi bersamanya dan berharap bantuan dari wanita itu.
Suster Ayu tersenyum dengan ramah ke arah Bara dan Ana,
"perkenalkan nama saya Ayu!" kata suster Ayu yang acuh seolah tidak pernah mengenal Bara.
"halo suster Ayu! aku Ana.. adiknya kak Bara!" sahut Ana sambil memperkenalkan diri dan kakaknya sekaligus.
"oh.. halo Nona Ana! senang berkenalan dengan mu!" balas suster Ayu yang hendak menjabat tangan Ana.
Namun dengan cepat Regan menarik tangan Ana sampai Ana jatuh ke dalam pelukannya,
"tidak perlu berkenalan seintens itu!" kata Regan.
"memangnya kenapa??" sahut Ana bingung.
"karena kau istri dari Tuan Muda Regan!" ujar Regan.
Suster Ayu sampai membelalakkan matanya karena dia tidak menyangka kalau Tuan Regan sudah menikah, selama ini Suster Ayu tidak pernah mendengar pemberitaan Tuan Regan dengan wanita manapun.
kenapa tiba tiba dia sudah menikah?? dan benar kah wanita yang bernama Ana ini adalah istrinya?? adiknya Bara?? batin Ayu mulai kepo.
"ja..jadi anda sudah menikah Tuan??" tanya Suster Ayu agak shock.
__ADS_1
"iya! perkenalkan..ini istriku!" kata Regan dengan bangganya.
Sementara Ana malah jengah karena dia tidak ingin banyak orang tahu tentang statusnya dengan Regan.
"oh.. selamat kalau begitu Tuan.. semoga berbahagia selalu dan segera di karuniai momongan!" sahut Suster Ayu yang akhirnya mendoakan Regan dan Ana.
"aamiin!" sahut Regan dengan lantang.
********
"kenapa kau berlagak seolah tidak mengenal ku tadi??" tanya Bara pada Suster Ayu ketika mereka sudah sampai di rumah.
"saya hanya tidak ingin Tuan Regan berspekulasi lain tentang kita! takutnya hal itu mempengaruhi privasi anda!" sahut Suster Ayu.
"aku tidak menyangka kalau kau yang akan di tunjuk oleh Regan! apa kau mengenalnya??" ujar Bara.
"bukan dia yang mengenal saya tapi saya yang mengenalnya! Tuan Regan adalah salah satu pemegang saham terbesar di rumah sakit itu!" kata Suster Ayu menjelaskan.
"dan kau merupakan salah satu perawat terbaik di rumah sakit itu!" kata Bara menambahkan.
"itu anggapan rumah sakit kalau menurut saya biasa saja karena masih banyak perawat yang lebih kompeten daripada saya!" sahut Suster Ayu merendah.
"aku mau langsung istirahat saja! dan selama disini kau boleh menempati kamar Ana!" ujar Bara lalu masuk ke kamarnya.
"baik! terimakasih Tuan Bara!" sahut Suster Ayu.
Setelah Bara masuk ke dalam kamarnya, Suster Ayu pun juga masuk ke kamar Ana dan melihat kondisi kamar yang rapi meski lama tidak di huni.
"kamarnya lumayan juga!" gumam Suster Ayu sambil terus memeriksa setiap sudut ruang kamar Ana dengan seksama.
Setelah istirahat sebentar, Suster Ayu lalu membersihkan dirinya dan bersiap ke dapur untuk membuatkan menu makanan sehat untuk Bara.
Karena selain merawat dari luar, Suster Ayu juga bertanggung jawab atas apa yang di makan Bara selama dalam masa pemulihannya jadi mau tidak mau Suster Ayu juga harus melayani segalanya selama 24 jam penuh.
"Tuan Bara.. makan malamnya sudah siap!" kata Suster Ayu sambil mengetuk pintu kamar Bara.
"iya.. terimakasih!" sahut Bara dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Tak berselang lama, akhirnya Bara keluar juga, dia sudah rapi dengan pakaian santainya sedang Suster Ayu harus tetap berseragam meski ada di dalam rumah karena dirinya masih dalam jam kerja.
"kau tidak perlu berseragam jika hanya di dalam rumah!" kata Bara yang melihat Suster Ayu tampak formal dengan seragamnya.
"maaf Tuan... tapi ini sudah aturan dan saya harus selalu menjaga kode etik selama bekerja!' sahut Suster Ayu.
"aku tidak akan melaporkan mu meski kau berpakaian santai!" ujar Bara lagi.
"tapi Tuan!" sela Suster Ayu.
"buat lah dirimu senyaman mungkin, anggap saja kau sedang liburan disini!" ujar Bara sambil duduk di meja makan.
"ayo temani aku makan!" ajak Bara menyuruh Suster Ayu untuk duduk bersamanya.
"saya bisa makan di dapur nanti Tuan!" tolak Suster Ayu.
"kau bukan pembantu yang harus makan di dapur!! ayo duduk lah!" kata Bara lagi.
Meski ragu, akhirnya Suster Ayu duduk juga dan kini mereka berdua duduk saling berhadapan, kemudian ada rasa canggung yang tiba tiba menguar di sana sampai akhirnya mereka makan dalam diam.
"jika anda butuh sesuatu, jangan ragu untuk memanggil saya Tuan!" kata Suster Ayu seraya membereskan piring sisa makan malam mereka.
"baiklah... terimakasih Sus!" sahut Bara.
Setelah makan malam, Bara langsung masuk ke kamarnya dan langsung duduk di meja kerjanya, Bara tampak membongkar lacinya dan menemukan sesuatu yang membuatnya termenung.
"Tia.. bagaimana kabar mu sekarang?? sebenarnya kau kemana??" lirih Bara sambil menatap sebuah foto.
"kenapa kau meninggalkan Regan?? dia bahkan membalas dendam padaku karena ulah mu!" kata Bara lagi pada foto di tangannya.
"karena kejadian di masa lalu, adikku kini harus menjadi korban!! Regan menikahinya secara sah sehingga aku sulit untuk memisahkan mereka!" lirih Bara sambil menitikkan air matanya.
"Ana.. bersabar lah! kakak akan mencari cara yang tepat untuk melepaskan mu dari jeratan Regan yang kejam itu!" tekad Bara pada dirinya sendiri.
Kemudian Bara meletakkan kembali foto itu dan berusaha untuk beristirahat karena jika tubuhnya lekas pulih maka dia bisa membebaskan Ana lebih cepat.
ðŸŽðŸŽðŸŽðŸŽðŸŽðŸŽðŸŽðŸŽðŸŽ
__ADS_1