Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 21


__ADS_3

Sampai di rumah, Regan langsung melempar sebuah paperbag ke arah Ana,


"cepat lah mandi dan pakailah itu!" titah Regan tanpa menatap Ana.


Ana pun patuh, bahkan dia tidak berkata sepatah kata pun, enggan memancing keributan dengan pria keras hati yang telah sah menjadi suaminya tersebut.


Tanpa melihat isi paperbag itu terlebih dahulu, Ana langsung bergegas mandi dan ketika hendak berpakaian, Ana terkejut karena pakaian itu sangat cantik dan price tag nya masih melekat sempurna, Ana membelalakkan matanya ketika melihat harga gaun cantik itu.


Bahkan Ana sampai mendekatkan price tag itu ke matanya untuk memastikan berapa banyak nol yang ada di belakang angka terdepannya.


mahal sekali!! baju ini sepadan dengan harga sebuah sepeda motor keluaran terbaru!! gila.. kalau beli baju di toko kelontong langganan ku, bisa dapat baju satu lemari ini.


"kau itu ganti baju atau sedang rapat?? lambat sekali!!" gerutu Regan sambil menggedor pintu kamar ganti.


"eh.. iya.. maaf!! sebentar lagi juga selesai...!!" sahut Ana yang sedari tadi kesusahan menarik resleting gaunnya.


Sepuluh menit berlalu, namun Ana tak kunjung keluar membuat Regan semakin gusar karena kelamaan menunggu.


Regan melirik jam mewah di tangannya, karena tidak sabaran, Regan akhirnya mendobrak pintu kamar ganti itu.


Brugh...


Ana terkejut dan langsung berbalik sambil memegangi ujung resleting yang tak kunjung mengatup padahal dari tadi Ana sudah berusaha untuk menariknya.


"apa yang sedang kau lakukan hah?? kenapa lama sekali!!" sentak Regan dengan wajah kesal.


"i..ini.. a..anu..gaunnya....!" Ana menggantung kata katanya, dia berbalik dan menunjukkan kalau dia kesulitan dengan resletingnya.


Regan menelan ludahnya dengan kasar setelah melihat punggung mulus milik istrinya tersebut, kulitnya yang putih bersih membuat punggung itu terlihat sangat indah dan menggoda di mata Regan.


"a..aku sudah berusaha memasangnya sejak tadi.. tapi susah!!" kata Ana menyadarkan lamunan mesum Regan.


"kenapa kau malah diam saja?? bukannya minta tolong sejak tadi!!" ketus Regan.


"a..aku malu!" ujar Ana tanpa berbalik, dia benar benar malu melihat wajah Regan.


"hah..malu?? alasan!!" sentak Regan sambil menarik resleting gaun Ana dengan kasar.

__ADS_1



Kini gaun sudah melekat sempurna di tubuh Ana, Regan merasa takjub melihat aura kecantikan istrinya yang jarang bisa di lihatnya karena cara berpakaian Ana yang cenderung tidak kekinian.


gaun itu pas sekali di tubuhnya, seolah gaun itu memang dibuat khusus untuknya, padahal aku hanya asal pilih saja tadi!!


Ana agak risih dan merasa tidak nyaman karena Regan menatapnya dengan intens bahkan tanpa berkedip,


"apa gaunnya tidak pantas??" tanya Ana namun Regan tidak bergeming, tatapannya begitu dalam pada Ana.


"hei!!" Ana berusaha menyadarkan Regan dengan melambai lambaikan tangannya di depan wajah Regan membuat Regan langsung merespon.


"apa apaan kau??" sentak nya.


"habisnya kau diam saja!! menatap ku seolah ingin memakan ku, membuatku tidak nyaman sama sekali!! apa gaunnya tidak pantas?? harus kah aku ganti gaun??" omel Ana.


"tidak usah!! nanti kelamaan lagi, kita sudah terlambat!!" sahut Regan dengan nada yang naik satu oktaf.


Padahal bukan itu alasannya, Regan sengaja beralasan agar Ana tidak mengganti gaunnya, gaun itu terlihat sangat cocok di tubuh Ana dan Regan tidak ingin Ana melepasnya, namun Regan gengsi untuk berkata seperti itu, dia tidak ingin Ana malah besar kepala karena di puji olehnya.


"ayo cepetan!!" ajak Regan lagi.


Di dalam mobil mewah itu, tidak satu pun yang membuka percakapan di antara mereka, Regan sibuk dengan notebook nya sementara Ana sibuk memandangi jalanan kota yang padat merayap.


Hingga mereka sampai di sebuah restoran mewah nan elegan, Ana merasa takjub dan rasanya dia ingin berselfie ria di setiap spot yang ada di area resto mewah tersebut.


Namun Ana tidak memiliki keberanian untuk meminta ponselnya kepada Regan, ya.. Regan memang membatasi kegiatan Ana dengan ponselnya.


Dia harus mengantongi izin dari Regan jika ingin menyentuh ponselnya,


"kenapa wajahmu terlihat gusar begitu?? seharusnya kau senang karena aku mau mengajak mu ke resto semewah ini!! aku yakin kau belum pernah ke tempat mahal seperti ini!" cibir Regan mengejek Ana.


"ck...!" Ana hanya berdecak, wajahnya terlihat semakin gusar mendengar ejekan Regan.


Ana memang belum pernah ke tempat mewah seperti ini, hidupnya memang berkecukupan namun kakaknya selalu mengajarkan padanya untuk tidak menghamburkan uang sembarangan karena hidup tidak ada yang tahu, roda terus berputar seiring dengan berjalannya waktu.


ah.. mengingat kakaknya, Ana jadi rindu untuk bertemu sang kakak yang masih tergolek lemah tak berdaya di rumah sakit.

__ADS_1


Regan menarik kursi untuk Ana, dia benar benar menjadi suami yang sweet malam ini, entah setan mana yang telah meracuni otaknya hingga berbaik hati seperti sekarang.


"kau mau makan apa??" tanya Regan sambil membaca buku menu di hadapannya.


"terserah!" sahut Ana, dia tidak tahu harus memesan makanan apa karena setelah sekilas melirik daftar menu yang berbahasa asing.


"terserah?? tidak ada makanan itu dalam daftar menu disini!" kata Regan.


"maksudku.. terserah kamu.. kamu mau makan apa, aku juga sama! intinya apa yang mau kamu makan, aku juga akan menikmatinya!" kata Ana tanpa menghela nafas.


"oh begitu.. jadi kalau aku makan buaya, kau juga mau??" seru Regan berusaha menggoda Ana.


"ya.. asal kau juga makan!!!" ketus Ana.


"buaya kok makan buaya!" gerutunya dengan kesal.


"apa katamu??" sungut Regan yang mendengar Ana menggerutu tentang dirinya.


"eh.. tidak.. aku tidak berkata apa apa!" sahut Ana dengan cepat.


Muncul ide di otak Regan, dia memesan sambil menyeringai tidak jelas membuat Ama sedikit tidak enak hati, Regan memesan salad sayur dan red wine yang di ucapkan nya dalam bahasa asing membuat Ana tidak mengerti.


dia pesan makanan apa ya kira kira?? kenapa namanya susah sekali disebut?? mudah mudahan saja masih bisa di makan!! mana perut ku lapar sekali!!


Sekitar 15 menit 20 detik, itu lah waktu yang terus di hitung oleh Ana sambil menunggu makanannya, akhirnya yang di tunggu datang juga.


Ana menyambutnya dengan sumringah namun sedetik kemudian wajahnya berubah masam setelah melihat tampilan makanan yang datang.


Hanya sayuran mentah yang di siram mayones dan segelas kecil minuman berwarna merah dengan aroma yang sangat menyengat ketika Ana berusaha untuk menghirup aromanya.


Ana masih setia memandangi makanan aneh di hadapannya sementara Regan sudah makan dengan lahapnya.


"kenapa hanya di pandangi saja?? makan lah!!" kata Regan setelah melirik Ana yang tidak bergeming.


"apa tidak ada nasinya??" tanya Ana dengan wajahnya yang polos.


Regan yang sedang mengunyah makanan nya pun langsung terbahak mendengar pertanyaan konyol dari Ana.

__ADS_1


"haha.. apa apaan kau ini!! ini salad bukan pecel!!!" kata Regan masih tertawa terbahak bahak, untung saja mereka ada di privat room jika tidak, mungkin mereka akan jadi pusat perhatian sekarang.


🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍


__ADS_2