Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 17


__ADS_3

Pagi ini, Ana bangun lebih pagi dari biasanya dan dia langsung turun ke dapur menghampiri para maid yang sedang sibuk memasak dan lain sebagainya.


"ada yang bisa aku bantu?" tanya Ana dengan wajah antusias melihat mereka bekerja dengan begitu cekatan di awal pagi ini.


"eh.. Nona.. kenapa Nona kemari??" sahut salah satu maid bernama Mimin.


"aku hanya ingin membantu kalian memasak!" jawab Ana.


"tidak perlu Nona.. ini pekerjaan kami maka kami yang akan menyelesaikannya!" sahut Mimin dengan tunduk hormat.


"kenapa kau kaku sekali sih Min?? biasa aja kalau cuma ada aku, anggap aku adalah teman mu!" seru Ana sambil merengkuh bahu Mimin yang terlihat seumuran dengannya.


"mana bisa begitu Nona.. anda adalah istri dari majikan kami!" sahut Mimin takut takut.


"Min.. yang majikan kamu kan si Tuan yang galak itu bukan aku!" kilah Ana.


"tapi anda kan istrinya.. jadi otomatis anda juga majikan saya!" kata Ana lagi.


"duh Mimin bebal banget sih di bilangin!" kesal Ana lalu duduk di meja makan dengan wajah cemberut.


"apa benar Nona ingin membantu kami memasak??" tanya Mimin yang tidak enak hati telah membuat Nona nya kesal.


"eh Min.. begini begini juga aku pintar memasak lho!" sahut Ana dengan bangganya.


"masak sih Non?" balas Mimin tidak percaya.


"tidak percaya?? sini aku tunjukkan bagaimana cara memasak yang benar!" seru Ana percaya diri.


Ana menyingsingkan lengan piyamanya lalu mulai memotong sayuran dan bumbu dengan sangat cekatan membuat Mimin dan maid lainnya terperangah melihat keterampilan Ana dalam menggunakan pisau dapur dengan sangat sempurna bak chef ternama.


Hanya butuh waktu 30 menit saja, beberapa makanan sudah tersaji di meja makan membuat para maid takjub dengan kecepatan tangan Ana dalam hal memasak.


Di meja makan sudah tampak berjejer dengan rapi, ada sop ayam, perkedel kentang, tahu tempe goreng, ikan goreng, ayam kecap dan sambal bajaknya.


"ta..tapi Non.. Tuan Muda tidak makan ini semua!" kata Mimin ragu ragu.


"kenapa tidak makan??" tanya Ana.


"karena tidak suka!" seru Regan yang sudah menuruni tangga dan menuju ke meja makan.

__ADS_1


Regan merasa heran melihat banyaknya makanan sudah tertata rapi di atas meja, biasanya para maid hanya akan menyediakan roti tawar atau sereal saja untuk sarapan paginya.


"apa apaan ini??" dengus Regan tak suka melihat banyak makanan aneh di meja makannya.


"apanya apa apaan?? ini namanya sarapan yang bergizi dan berkualitas!" sahut Ana.


"dasar prang kampung!" sungut Regan sambil menggebrak meja.


Namun Ana dengan santainya, menyendok nasi ke piringnya dan mengambil beberapa lauk lalu duduk di bawah tepat di sebelah kaki Regan seperti biasanya.


Ana menyantap makanan hasil masakannya sendiri dengan lahap membuat siapa pun yang melihatnya akan merasa lapar juga, begitu pula dengan para maid yang menelan ludah berkali kali melihat Ana begitu menikmati sarapannya.


Regan yang melihat hal itu hanya ternganga, tidak habis pikir kemana sebenarnya otak gadis yang telah di nikahi nya tersebut.


"apa yang kalian lihat? cepat singkirkan makanan kampung ini dari meja makan ku!" teriak Regan memerintah para maid.


"ba..baik Tuan ku!" sahut Mimin yang sudah ketakutan melihat kilat kemarahan di mata Tuannya.


Ana berdiri dan malah ikut membantu Mimin membereskan makanan di atas meja dengan santainya.


"Min.. makanannya jangan di buang ya, kalau kamu tidak mau, mending di kasih ke satpam atau pengemis dan pemulung yang kebetulan lewat!" kata Ana acuh tak acuh.


Hal itu membuat Regan semakin geram, bisa bisa gadis itu acuh dan menganggapnya tidak ada.


"hem!" sahut Ana tetap bersikap acuh padahal di dalam hatinya dia juga merasa ketakutan tingkat dewa, entah apa yang akan di lakukan Regan di ruang kerja itu nantinya.


Setelah selesai membantu Mimin, Ana langsung ke ruang kerja Regan.


Ana menghela nafas sebelum membuka pintu ruang kerja Regan.


"bismillah!" gumamnya.


"ada apa kau memanggilku kemari?" tanya Ana yang masih mempertahankan sifat angkuhnya.


"mulai besok jangan menyentuh apapun yang ada di dapur! kau tidak boleh memasak atau apapun itu!!" kata Regan dengan tegas.


"kenapa memangnya?? apa karena masakan ku kampungan?" sahut Ana.


"itu salah satunya!! dan ya asal kau tahu saja, pekerjaan mu bukan lah di dapur, sudah banyak maid yang akan mengurus makanan di rumah ini jadi kau tidak perlu ikut campur atau sok sok an membantu pekerjaan mereka karena disini tugasmu hanya lah melayaniku saja!!" kata Regan tanpa jeda.

__ADS_1


"kau sendiri yang bilang kalau aku harus bersikap selayaknya istri!! bukan kah memasak adalah salah satu kewajiban istri??" kata Ana membalikkan ucapan Regan.


"berlaku lah selayaknya istri saat di depan orang lain!! kalau di dalam rumah ini jadilah dirimu sendiri, kau harus tahu diri dan tahu batasan mu selama tinggal disini!!" sungut Regan yang tidak suka di bantah.


"aku tahu diri makanya aku ke dapur untuk membantu mereka dan aku tahu hidup di dunia itu tidak gratis jadi aku membalas kebaikanmu karena memberiku makan setiap hari dengan ikut membantu pekerjaan di rumah ini!!" ujar Ana tak mau kalah argumen dengan Regan.


"dasar gadis bodoh, keras kepala!! tugasmu hanya melayani ku saja!!!" teriak Regan frustasi.


"iya aku tahu!!!!! menyiapkan sarapan untukmu juga kan bagian dari melayani!!" teriak Ana tak kalah frustasinya dengan Regan.


"sebelum kau melayani ku, bertanya lah terlebih dahulu apa yang aku suka dan tidak aku suka!! jangan seenak jidatmu seperti tadi!! kau pikir perutku kampungan seperti perutmu itu hah?? bisa bisa lambung ku rusak karena memakan masakan mu!!" sungut Regan.


"setidaknya cicipi dulu baru komen!!" sentak Ana.


"benar benar tidak menghargai usaha orang lain!' gerutu Ana kesal.


"apa katamu??" tanya Regan yang samar mendengar Ana menggerutu.


"ah tidak!" sahut Ana.


"sekarang ambil kertas dan bolpoin!" titah Regan


"untuk apa??" tanya Ana bingung.


"belajar kelompok!!!" sungut Regan.


"hah??" Ana melongo bertambah bingung.


"ternyata kau memang benar benar bodoh ya!! sudah ambil apa yang aku suruh tidak usah banyak bertanya!!" ketus Regan.


Ana pun mengambil selembar kertas dan bolpoin sesuai perintah Regan.


"sekarang dengarkan baik baik dan catat apa saja yang aku suka dan tidak suka!!" kata Regan.


"oke!" sahut Ana singkat.


Regan mulai mendikte apa yang dia suka dan tidak suka sementara Ana mencatat semuanya agar tidak melakukan kesalahan lagi.


"apa sudah kau catat semua?? jangan sampai ada yang terlewat!" ujar Regan.

__ADS_1


"sudah.. kau tenang saja karena urusan catat mencatat adalah keahlian aku sejak dulu!" sahut Ana dengan bangganya.


🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏


__ADS_2