
Regan menggendong tubuh Ana sampai naik ke permukaan,
"hei bodoh bangun lah!!" seru Regan sambil menepuk nepuk pipi Ana.
Namun Ana tidak bergeming sama sekali.
Regan semakin panik ketika melihat Ana tidak bernafas lagi,
Tanpa pikir panjang, Regan memberi Ana nafas bantuan dengan cara mencium bibirnya.
Ana tetap diam, Regan sudah berusaha memompa jantung Ana dengan menekan bagian dadanya beberapa kali.
"Ana... bangun lah!" ucap Regan untuk yang pertama kalinya memanggil nama Ana.
Regan memberi Ana nafas buatan kembali sampai akhirnya Ana terbatuk batuk dan dari mulutnya keluar air.
Regan menghela nafas panjang karena merasa lega melihat Ana sadar kembali.
"uhuk..uhuk..!" Ana terus terbatuk batuk sambil memuntahkan air yang sempat di minumnya saat tenggelam tadi.
"dasar brengs*k!! kau sengaja ingin membunuh ku ya!!" umpat Ana setelah mendapatkan kembali kesadarannya dan melihat Regan di hadapannya kini.
hah.. syukur lah.. mulut kasarnya bisa jadi pertanda kalau dia baik baik saja!!
__ADS_1
"kalau kau ingin membunuhku cari cara lain saja, jangan dengan cara menenggelamkan ku seperti ini!! aku takut!!" sentak Ana sambil berusaha untuk bangun.
"ck.. dasar gadis bodoh!!" ucap Regan sambil menoyor jidat Ana.
Regan tidak menanggapi kata kata kasar Ana, dia malah pergi begitu saja meninggalkan Ana yang basah kuyup.
"masuk lah dan ganti bajumu!!" titah Regan sebelum meninggalkan Ana.
"dasar tukang perintah!!!" gerutu Ana.
Ana langsung menuju kamar utama yang di tempati nya bersama Regan dan segera membersihkan diri sebelum masuk angin.
Setelah berganti pakaian, Ana berniat untuk bersantai di ranjang namun saat keluar dari kamar ganti, Ana mendapati Regan sedang membaca koran di atas ranjang dengan santainya.
Regan melirik apa yang sedang Ana lakukan.
"apa yang kau lakukan hah?" sentak Regan.
"membuat batas antara wilayah ku dan wilayah mu!!" sahut Ana sambil menata guling guling di hadapannya tersebut.
"pede sekali kau!! kau bugil pun aku tidak akan pernah tergoda!" sungut Regan kesal.
"hah.. mana ada kucing menolak ikan di depan mata??" sindir Ana dengan bahasa perumpamaan.
__ADS_1
"kucing?? jadi kau menyamakan aku dengan kucing??" seru Regan.
"itu hanya perumpamaan bodoh!!" sahut Ana dengan santainya.
"apa katamu?? bodoh?? berani sekali mulutmu itu!!" Regan semakin kesal dan dia langsung menyerang Ana dengan ciuman yang tiba tiba.
Ana meronta berusaha melepaskan ciuman Regan namun tenaganya kalah kuat dengan Regan, Regan yang awalnya hanya ingin memberi Ana pelajaran malah terbuai dengan bibir manis Ana.
Regan mel*mat bibir Ana dengan rakus, dia tidak peduli pada Ana yang berusaha melepaskan diri dengan memukul dan mencakar tubuh Regan.
Setelah cukup puas, Regan melepaskan ciumannya dan menyeringai,
"itu hukuman karena kau berani mengatai ku bodoh!" ujar Regan sambil mengusap bibirnya yang basah.
"jadi mulai sekarang jaga ucapan mu, jika tidak aku akan mencium mu lagi sebagai hukumannya!!" kata Regan dengan seringai penuh kemenangan.
"cuih!!!" decih Ana yang merasa kalah.
Ana merebahkan dirinya membelakangi Regan yang masih menyeringai tidak jelas, dia membiarkan Ana tidur membelakanginya.
Lain kali kau harus tidur dengan wajah menghadap padaku, untuk kali ini aku maklumi karena aku terbuai dengan bibirmu yang manis.
🎷🎷🎷🎷🎷🎷🎷🎷
__ADS_1