
Regan
Ana
Ana telah menyelesaikan sarapan ala "anjingnya" dia harus tetap makan walau dengan cara yang mengenaskan agar bisa tetap hidup.
Setelah itu Ana langsung di antar kembali ke gudang oleh Jay.
"sebaiknya jaga sikap anda pada Tuan Muda, Nona!" ucap Jay memperingatkan Ana.
"sikap yang mana yang harus aku jaga??" tanya Ana dengan nada ketus.
"semua sikap anda saat menghadapi Tuan Muda, saya harap anda tidak membangkang atau berbuat hal yang bisa membuat Tuan Muda murka, fatal akibatnya.. contohnya seperti kejadian tadi! apa anda mau makan seperti itu setiap harinya??" kata Jay panjang dan lebar.
"wah.. luar biasa, apa barusan kau berbicara tanpa bernafas??" seru Ana mengejek Jay.
Jay mendengus kasar karena sikap Ana yang selalu mengabaikan peringatannya.
kau benar benar keras kepala Nona Muda, aku sudah lelah memperingatkan mu!!
"kenapa kau menatapku seperti itu?? kau tahu wajahmu itu benar benar menakutkan!" ucap Ana sambil membalas tatapan tajam Jay.
Lagi lagi Jay menghela nafas.
whatever lah Nona Muda.. sesuka hatimu saja lah!
Jay tidak menanggapi ucapan Ana, dia pergi begitu saja setelah meninggalkan Ana di gudang.
Ana kembali tiduran di atas kasurnya yang empuk sambil sesekali berolahraga kecil agar otot ototnya tidak kaku.
🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗
"Jay tolong urus segera pernikahan ku dengan gadis itu secepatnya!" titah Regan tanpa ingin dibantah.
"siap Tuan!" jawab Jay yang langsung pergi untuk melaksanakan tugasnya.
Jay memang sigap dalam setiap pekerjaannya, hanya butuh waktu beberapa jam saja dia sudah menyelesaikan tugas yang diberikan Tuannya.
Regan sangat mengapresiasi kecekatan Jay dalam bekerja sehingga dia menjadikan Jay sebagai orang kepercayaannya.
"semua sudah siap Tuan Muda!" kata Jay saat menghadap pada Regan.
"bagus! sekarang suruh wanita itu bersiap, berikan dia pakaian yang layak, setidaknya dia harus tampil rapi di hari pernikahannya!" titah Regan dengan tegas.
__ADS_1
hari pernikahannya?? hah.. ini pernikahan kalian Tuan dan apa katamu?? kau ingin dia tampil rapi? apa kau berniat membuat foto pernikahan dengannya?? benar benar di luar dugaan.
"siap Tuan Muda! pakaian dan alat make up nya sudah saya siapkan!" jawab Jay.
"kau memang yang terbaik Jay!" puji Regan merasa senang dengan ketanggapan Jay dalam bekerja.
"terimakasih Tuan, sepertinya anda juga harus segera bersiap karena sebentar lagi penghulu dan wali bayaran akan datang!" sahut Jay dengan berbangga hati setelah mendapat pujian dari bosnya yang jarang memuji orang lain tersebut.
"aku membayar mereka mahal mahal bukan untuk membuatku terburu buru! jika mereka datang, suruh mereka menunggu!" sentak Regan.
"siap Tuan Muda!" Jay sepertinya lupa kalau Tuannya lah yang berkuasa dan tidak sepatutnya dia menyuruh Tuannya untuk segera bersiap karena penghulu akan datang.
Jay menuju ke gudang dan mendapati Ana sedang tertidur dengan pulas nya.
ish... bisa bisanya dia tertidur dengan sangat pulas di saat dirinya berstatus sebagai tahanan Tuan Muda yang kejam.
"Nona Muda!" panggil Jay dengan keras sampai suaranya menggelegar di seluruh sudut ruangan.
Ana langsung tersentak kaget karena suara Jay,
"apa kau tidak punya sopan santun hah?" sungut Ana yang merasa terganggu tidurnya.
"Anda harus segera bersiap Nona Muda!" ujar Jay.
"bersiap? untuk apa?" tanya Ana.
Ana membuka kotak berisi pakaian yang sangat indah dan elegan serta paper bag yang berisi alat make up lengkap, mata Ana berbinar melihat make up mewah tersebut.
"wah.. sepertinya ada acara khusus!" gumam Ana.
seorang diri.
Ana mulai membersihkan dirinya karena waktu sudah mulai banyak berkurang.
Setelah berpakaian dan berdandan ala ala, Ana keluar dari gudang dan membuat Jay menganga melihat kecantikan Ana yang terpancar jelas.
"kenapa kau malah bengong seperti itu?? bukannya tadi kau menyuruhku cepat cepat?" sindir Ana yang melihat ekspresi wajah Jay yang takjub melihat dirinya.
"eh.. tidak.. bukan seperti itu Nona! mari ikut saya!" ujar Jay salah tingkah sendiri.
Ana tersenyum kecil melihat Jay yang salah tingkah,
apa aku secantik itu? sampai dia terpesona walau hanya beberapa detik saja??
Ana mengikuti langkah Jay yang menuju ke Villa, tampak bagian depan Villa yang sudah di hias sedemikian rupa, banyak bunga putih yang cantik di bagian luar, sepertinya Tuan Muda yang kejam itu akan mengadakan acara semacam garden party.
__ADS_1
Ana merasa senang melihat betapa indahnya tempat itu saat ini karena Ana yang hampir tidak pernah keluar dari gudang dan kini matanya serasa dimanjakan oleh pemandangan yang indahnya luar biasa.
Tak lama kemudian, Regan yang sudah rapi dengan tuksedo nya datang menghampiri Ana yang sibuk memandangi sekelilingnya.
Semakin dekat, Regan merasa jantungnya berdebar semakin kencang apalagi setelah dapat melihat dengan jelas seperti apa Ana saat ini, dia begitu cantik dengan make up naturalnya, rambutnya dibiarkan tergerai menambah keseksian dirinya.
kenapa kau malah berdebar debar seperti ini jantung sialan?? pernikahan ini bukan pernikahan yang sesungguhnya!! aku menikahinya hanya untuk membuat kakaknya menderita.
Regan menarik tangan Ana dengan kasar sampai Ana menoleh kepada Regan.
Ana terkejut melihat ketampanan Regan, ini pertama kalinya dia melihat pria kejam itu sangat rapi dalam balutan pakaian formal.
"aku memang tampan tapi jangan terpesona dan memandangku seperti itu!! kau hanyalah sampah bagiku!!" ucap Regan tanpa perasaan.
"apa apaan kau ini!! tidak bisakah kau bersikap sedikit lembut padaku? tanganku sakit!!" bentak Ana dengan wajah kesal.
"dan apa kau bilang? ketampanan mu?? cuih!!" Ana bedecih tidak suka, hilang sudah kekagumannya akan ketampanan Regan karena sikap kasar Regan barusan kepadanya.
"aku bersikap lembut? yang ada kau malah besar kepala dan semakin memberontak!!" sungut Regan.
Regan membawa Ana ke sudut taman untuk berbicara empat mata dengan Ana.
"kenapa kau menyeret ku kemari hah??" teriak Ana sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Regan.
"untuk memberitahumu aturan mainnya!" sahut Regan dengan wajah kejam.
"aturan main? permainan apa yang sedang kau mainkan?" tanya Ana mulai bingung.
"dengarkan aku baik baik dan jangan menyela karena aku tidak suka mengulangi kata kataku lagi!" ucap Regan dengan penekanan.
"kau hanya perlu mengikuti apa saja yang aku katakan! kau tidak diberikan hak untuk membantah atau menolak! anggaplah aku sebagai aturan hidupmu! hari ini aku akan menikahi mu tapi hanya sebatas di atas kertas saja...!" Ana memotong kata kata Regan membuat Regan semakin kuat meremas tangan Ana hingga Ana meringis kesakitan.
"sudah kukatakan, jangan menyela!!!" sungut Regan kesal dengan sikap membangkang Ana.
"aku menikahi mu hanya untuk membalaskan dendam ku pada kakakmu saja, tidak lebih!!" Regan melanjutkan kata katanya.
Ana tidak jera, dia kembali menyela perkataan Regan.
"tapi..tapi kakakku sedang koma di rumah sakit! dan pernikahan ini tidak akan membuat mu bisa membalaskan dendam mu pada orang yang sedang sekarat!!" sahut Ana sambil berurai air mata.
"aku tahu kalau kakakmu itu sedang sekarat! maka dari itu kau lah sebagai penggantinya!!" sahut Regan,
Setelah Ana mengucapkan kata " melewatkan sesuatu" Regan berusaha keras mencari tahu apa yang di maksud Ana dengan berkata seperti itu.
Dan akhirnya Regan tahu bahwa kakak Ana yang merupakan musuhnya sedang koma di rumah sakit, nasi sudah jadi bubur, dia harus tetap membuat Ana maupun kakaknya menderita sama seperti dirinya.
__ADS_1
⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎⛎