
Ana melotot ke arah Regan karena mendengar perintah yang diberikannya agar tidak memberi Ana makan ataupun minum.
"dasar iblis kumat kumatan!!" ejek Ana.
"Nona.. diamlah!" bisik Jay memohon pada Ana.
"tidak.. buat apa aku diam??" sungut Ana membalas bisikan Jay.
astaga Nona.. kau benar benar mencari masalah!!
"Jay...cepat bawa dia pergi!! aku sudah muak melihat wajahnya!!!" ucap Regan tanpa menoleh pada Jay ataupun Ana.
"aku pun sama muak nya dengan mu hai iblis!!!" sahut Ana tak gentar sedikitpun.
"sekali kau bicara, aku akan menenggelamkan mu di laut agar kau jadi santapan hiu!!!" ancam Regan.
"dasar iblis... tahunya hanya mengancam saja!" sungut Ana membalas perkataan Regan.
"enak saja kau mengatai ku iblis!!!" sanggah Regan kesal dengan panggilan iblis untuknya.
"kau juga seenak jidatmu memanggilku bodoh!!!" jawab Ana dengan ketusnya.
"ah bisa pecah kepala ku jika terus berdebat dengan gadis bodoh sepertimu!!" ujar Regan mulai merasa jengah dengan Ana.
"kepala ku bukan hanya pecah, otakku pasti sudah hilang jika terus meladeni ocehan mu itu!!" balas Ana tak mau kalah.
"Nona.. aku mohon hentikan!" Jay kembali berbisik di telinga Ana.
"apa apaan sih kau ini!! kau ingin menggodaku?" tuduh Ana membuat Regan menatap tajam ke arah Jay.
"ti..tidak Nona!!" sahut Jay terbata setelah mendapat tatapan tajam dari Regan.
kenapa dengan tatapan mu Tuan? jangan bilang kau cemburu padaku??
"makanya berhenti berbisik bisik tidak jelas di telingaku!!" ujar Ana membuat Jay menundukkan kepalanya.
tragis sekali nasibku kali ini Nona.. harus berurusan dengan orang seperti dirimu!
Sampai di gudang, Jay langsung meninggalkan Ana begitu saja tanpa mengikatnya,
Ana yang merasa heran lun berkata pada Jay,.
"hei kau.. penjilat!!! kenapa kau tidak mengikat tangan dan kakiku?? apa kau tidak takut aku akan kabur??" ucap Ana dengan senyum sinis di wajahnya.
"jika kau berniat kabur, kau pasti sudah melakukannya saat kebakaran itu terjadi Nona!!" sahut Jay dengan senyum yang sulit di artikan oleh Ana.
Jay segera berlalu dari hadapan Ana dan Ana mulai berteriak,
"aku memang berniat kabur hei kau penjilat!!?? seandainya waktu itu dia tidak terlihat menyedihkan, aku pasti sudah membiarkannya mati terbakar!!!" sungut Ana dengan lantangnya namun tak ada seorangpun yang menanggapinya.
__ADS_1
Tapi Regan yang ada di depan layar monitor, mendengar semua ucapan Ana.
"apa maksudnya terlihat menyedihkan??" gumam Regan sambil berpikir.
Regan tidak mau ambil pusing dengan semua ucapan Ana, dia memilih untuk istirahat kembali karena semalam tidurnya tidak berkualitas sama sekali.
Sementara Ana, diam diam mulai menangis tertahan,
"kak...." lirihnya dalam isak tangis tertahannya.
"kakak.. tolong aku... bantu aku keluar dari tempat terkutuk ini!" lirihnya lagi.
Setelah lelah menangis Ana akhirnya tertidur dengan posisi meringkuk karena kedinginan.
Malam harinya, Regan sengaja mendatangi Ana ke gudang untuk melihat keadaan tawanannya tersebut,
"dimana gadis bodoh itu Jay?" tanya Regan sambil mencari cari sosok Ana.
"tadi dia tidur di pojok sana Tuan!" jawab Jay sambil menunjuk ke arah pojok.
Regan berjalan ke arah yang di tunjukkan oleh Jay, dan benar saja dia mendapati Ana sedang tidur meringkuk,
"heh gadis bodoh!" panggil Regan.
Namun Ana tak bergeming sedikit pun.
"heh bodoh!! apa kau tuli??" ujar Regan sambil menendang pelan tubuh Ana dengan kakinya.
"Jay periksa keadaannya!" titah Regan yang mulai khawatir pada keadaan Ana yang tak biasanya diam saja.
Jay langsung berjongkok untuk memeriksa keadaan Ana, dan saat meraba keningnya, panas luar biasa, tubuh Ana demam tinggi.
"Tuan.. dia demam tinggi!" ujar Jay dengan nada panik.
"apa?? kenapa bisa?" tanya Regan yang ikut ikutan panik.
"kondisinya masih belum stabil Tuan dan anda menyuruhnya tidur di gudang ini tanpa selimut!!" ucap Jay memojokkan Regan.
"jadi kau menyalahkan aku??" sungut Regan tidak terima.
"tidak Tuan!" sahut Jay dengan cepat.
"huh dasar menyusahkan!! bawa dia ke villa sekarang juga!" perintah Regan pada Jay.
Jay berusaha menggendong Ana, namun dengan sigap Regan mendorongnya dan mengambil Alih tubuh Ana ke dalam gendongannya.
Regan membawanya kembali ke villa.
"bisa gila aku jika menahan mu lebih lama disini!!" sungut Regan.
__ADS_1
gila karena cinta Tuan.
Regan merebahkan tubuh Ana dengan sangat hati hati dan mengompres kepalanya yang panas,
Entah setan apa yang merasuki Regan, dia merawat Ana dengan sangat telaten sampai demamnya turun.
Karena lelah menjaga Ana, Regan akhirnya terlelap, saat itulah Ana membuka matanya,
Di lihatnya Regan yang tertidur sambil duduk di sebelahnya dengan tangan yang memegangi kompres di kepalanya.
kau ini sebenarnya mahluk apa sih? sebentar kau baik sebentar kau jahat! membuatku bingung saja!!!
Ketika Regan terbangun, Ana kembali memejamkan mata dan pura pura tertidur, dia sedang tidak ingin berdebat dengan Regan, kepalanya masih terasa berat.
"kau terlihat baik saat tidur!! tapi jika dalam keadaan sadar, mulutmu itu benar benar pedas!! membuat kepalaku selalu pusing setiap berdebat denganmu!" gerutu Regan di hadapan Ana.
Tentu saja Ana bisa mendengarnya, karena Ana memang sedang pura pura tertidur.
kau juga selalu membuatku pusing.
"mulutmu memang pedas tapi kau masih punya hati! tidak seperti kakakmu yang menyedihkan itu!!" gumamnya lagi.
"kau mengenal kakakku?" tanya Ana yang langsung membuka kedua matanya ketika Regan menyebut kakaknya.
"kau pura pura tidur???" ujar Regan yang merasa tertipu.
"iya!! jawab pertanyaan ku!! kau mengenal kakakku??" tanya Ana lagi.
"untuk apa aku menjawab pertanyaan mu yang tidak penting itu?" sahut Regan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"tapi itu penting bagiku!! jadi kau menculik ku karena kau ada masalah dengan kakakku??" ujar Ana yang semakin penasaran.
"kau tidak usah ikut campur!!" sungut Regan.
"tentu saja aku harus ikut campur!! disini aku yang menjadi korban!!" sahut Ana dengan lantang.
"korban katamu?? rasanya disini aku lah korbannya!! kau selalu saja menyusahkan ku!!" ujar Regan.
"kalau menurutmu aku menyusahkan maka lepaskan aku?? biarkan aku bebas!??" ucap Ana.
"melepaskan mu?? tunggu sampai aku bisa membalas rasa sakit hatiku pada kakakmu itu!!!" jawab Regan dengan tawa menyeramkan.
"ini masalah kalian berdua, tapi kenapa kau malah ikut menyeretku masuk ke dalam masalah kalian??" teriak Ana tidak terima.
"karena hanya lewat kau lah aku bisa membalaskan dendam ku padanya!!!" kata Regan dengan senyum penuh arti.
"haha.. benar kah?? sepertinya kau sudah melewat kan sesuatu Tuan Iblis yang kejam!!!" jawab Ana dengan seringai penuh misteri.
Regan mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Ana barusan.
__ADS_1
💚💚💚💚💚💚💚💚💚