Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 29


__ADS_3

Hai hai hai... adakah yang masih menunggu kelanjutan dari novel ini?? maaf ya...karena hiatus terlalu lama, author sendiri sampai lupa sama alurnya hehe...


InsyaAllah akan author usahakan untuk update setiap hari,, aamiin..terimakasih buat yang masih standby.


Muach..salam manis dari author😍😘


🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳


"lho Tuan.. bukannya anda mau buang air kecil?? kenapa malah diam saja??" tanya Suster Ayu pada Bara yang hanya duduk di atas walk in closet.


Bara menoleh sebentar menatap wajah Suster Ayu yang nampak kebingungan.


"Suster.. apa kau bisa membantuku untuk keluar dari rumah sakit ini tanpa sepengetahuan para bodyguard itu??" kata Bara dengan wajah penuh harap.


"apa?? maksudnya anda mau kabur dari mereka??" seru Suster Ayu.


"iya!" sahut Bara singkat.


Bara kembali menundukkan kepalanya seraya berpikir.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu, sepertinya para bodyguard yang berjaga diluar mulai curiga karena Bara dan Suster Ayu tak kunjung keluar.


Tok...Tok..


"hei.. kenapa lama sekali??" teriak mereka dari luar.


"kau itu sedang buang air kecil atau berbuat mesum??" cibir yang lainnya sambil terus menggedor pintu yang terdengar semakin keras dan agak kasar.


"sebentar lagi!" sahut Bara agak kesal.


"kau bisa membantu ku kan Sus??" tanya Bara lagi pada Suster Ayu yang tampak diam terpaku.


"sebenarnya saya sangat ingin membantu anda Tuan tapi saya tidak tahu harus melakukan apa!" sahut Suster Ayu.


"yang terpenting kau sudah mau membantuku, sisanya biar aku yang pikirkan!" ujar Bara.


Bara bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu,


"aku akan memikirkan cara yang sekiranya tidak merepotkan mu Sus!" kata Bara sebelum membuka pintu.


Suster Ayu hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Bara.


"jangan berpikir untuk berbuat macam macam!" kata salah satu bodyguard yang melihat Bara sudah keluar dari kamar mandi di susul oleh Suster Ayu yang tengah memegangi botol infus milik Bara.


Bara hanya melirik sinis pada kedua bodyguard tersebut.


"kalian pikir aku bisa berbuat apa dengan keadaanku yang begini??" sahut Bara sambil merebahkan dirinya kembali.


"terimakasih Suster!" tambahnya sambil mengalihkan pandangannya pada Suster Ayu.


"sama sama Tuan.. kalau anda butuh sesuatu, bisa panggil saya lagi!" sahut suster Ayu dengan ramah.

__ADS_1


"kalau begitu saya permisi!" pamit Suster Ayu pada semuanya termasuk pada kedua bodyguard tersebut.


"sekali lagi terimakasih Sus!" kata Bara lagi.


Suster Ayu hanya melepas senyum termanisnya untuk Bara, wajahnya Ayu sesuai dengan namanya.


*********


Pagi ini, Ana terbangun dengan mata sembab, sepertinya air mata sisa semalam telah menganak sungai di pelupuk matanya.


"apa tidur mu nyenyak?" tanya Regan yang tiba tiba bersuara dari belakang tubuh Ana.


Ana terkejut sampai hampir terjatuh dari ranjang, beruntung Regan langsung menahan tangannya sehingga Ana tidak sampai terjatuh.


"astagfirullah!" seru Ana sambil memegangi dadanya sendiri.


"kenapa kau muncul tiba tiba seperti hantu sih!! bikin jantungan saja!" omel Ana dengan wajah kesal.


"aku muncul tiba tiba?? apa kau lupa kalau kamar ini adalah kamarku juga??" sahut Regan sambil terkekeh.


"ya mana aku tahu kalau kau masih disitu!" kata Ana masih tak mau kalah argumen dengan Regan.


"salahmu sendiri tidur membelakangi ku!" kata Regan lagi.


"ish!" desis Ana karena malu teringat kejadian semalam yang sangat memalukan baginya.


Entah setan mana yang telah merasuki otaknya sampai dia nekad hendak menyerahkan dirinya pada Regan secara sukarela.


Untung saja Regan masih kuat iman sehingga hal yang tidak diharapkan, tidak terjadi.


"mau jelek kek mau keriput kek, bukan urusanmu!" sahut Ana dengan ketus.


"tentu saja masih jadi urusanku!! aku tidak mau menanggung malu karena memiliki istri jelek!! dan aku tidak mau di kira suami yang tidak becus merawat istrinya!!" kata Regan.


"suami?? istri?? kita?!" ujar Ana.


"kenapa?? apa kejadian semalam sudah membuatmu amnesia??" sindir Regan.


"jangan ungkit masalah semalam lagi!" sentak Ana yang langsung berlari ke kamar mandi.


Rega kembali terkekeh melihat kelakuan Ana ya g menurutnya sangat menggemaskan itu.


kenapa kau manis sekali??


"astaga...apa aku sudah gila?? kenapa aku jadi memikirkan hal yang tidak tidak??" gumam Regan seorang diri.


Sementara di dalam kamar mandi, Ana mengguyur tubuhnya dengan air shower, kejadian semalam benar benar membuatnya kehilangan muka di hadapan Regan.


"bodoh!! bodoh!!" umpatnya pada diri sendiri.


"kenapa juga aku harus lepas kendali seperti semalam??" omelnya pada dirinya sendiri juga.

__ADS_1


Ana sengaja berlama lama di kamar mandi agar saat dia keluar nanti, Regan sudah tidak ada di sana lagi, rasanya masih terlalu malu untuk menatap wajah pria itu.


Satu jam berlalu, akhirnya Ana selesai dengan acara mandinya.


"makin hari mandi mu makin lama saja!" kata Regan yang ternyata sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


"astagfirullah!" lagi lagi Ana terkejut.


"kau benar benar seperti hantu!" gerutu Ana.


"apa karena aku bilang jelek jadi kau mandi lama sekali??" cibir Regan lagi.


"pede amat sih!" sahut Ana dengan ketus.



Regan lagi lagi terkekeh dan wajahnya jadi tambah tampan di mata Ana, wajah Ana sampai merona karenanya.


"kalau bukan istri, aku pasti sudah menendang mu ke planet lain!!" ujar Regan sambil terus terkekeh.


"kenapa tidak kau lakukan saja?? aku malah berharap bisa pergi ke planet lain sehingga tidak perlu menjadi tawanan mu lagi!" sahut Ana.


Suasana hati Regan tiba tiba langsung memburuk setelah mendengar ucapan Ana yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang tawanan.


Padahal jauh di dalam lubuk hati Regan, dia tidak menganggap Ana sebagai tawanannya lagi atau sebagai tumbal penebus dosa untuk kakaknya.


"sudah ku katakan berulang kali!! jaga ucapan mu!!" sungut Regan sambil menarik bibir Ana dengan kasar.


Ana sampai mengaduh kesakitan.


"auw!! apa apaan sih!" sungut Ana tidak terima dengan perlakuan kasar Regan.


"aku tidak segan segan menyakitimu kalau kau masih berbicara sembarangan!" ancam Regan dengan wajah kaku.


Regan sengaja langsung masuk ke kamar mandi agar emosinya bisa segera sulut karena jika terus meladeni Ana, emosinya pasti akan terus membara dan Regan tidak ingin berbuat kasar lagi pada Ana.


Ana hanya bisa bungkam melihat raut kemarahan di wajah Regan.


"dia itu manusia atau iblis sih?? kenapa moodnya cepat sekali berubah?" gerutu Ana seorang diri.


"benar benar mengerikan!" katanya lagi lalu segera berpakaian dan berdandan ala kadarnya.


Setelah itu, Ana langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan seperti biasanya.


Ana sudah selesai dengan pekerjaannya, tinggal menunggu Regan turun dari kamarnya.


Tak lama kemudian, Regan sudah keluar dari kamarnya dengan setelan kerja yang rapi, Ana benar benar memperhatikan segala detailnya termasuk pakaian kerja Regan, dia sendiri yang menyiapkannya.


"sarapan mu sudah siap!" kata Ana yang sengaja menyapa duluan.


Namun Regan tidak menjawab dan malah pergi begitu saja.

__ADS_1


"apa dia lagi datang bulan??" gumam Ana yang melihat sikap Regan.


πŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒ


__ADS_2