
"ugh.. segarnya!" seru Ana yang sedang menikmati udara pagi dari balkon mansion mewah milik Regan.
Ana merentangkan kedua tangannya sambil merasakan sejuknya angin pagi yang bertiup sepoi sepoi.
"kalau mau bunuh diri jangan di mansion ku!" ketus seseorang di belakang Ana, siapa lagi kalau bukan Regan.
"cih.. hidupku masih terlalu berarti jadi untuk apa aku bunuh diri segala!" sahut Ana tak kalah ketusnya dengan Regan.
"kau selalu saja berani menjawab ku! apa kau lupa dengan hukuman apa yang akan kau terima hah?" sungut Regan kesal karena Ana tidak gentar sama sekali.
"apa mengancam adalah hobi mu?? dikit dikit mengancam!!" ketus Ana.
"itu semua karena kau!" seru Regan tak mau kalah.
"kenapa bisa karena aku? kau sendiri yang suka cari gara gara dengan ku!" kata Ana tanpa rasa takut sedikitpun pada Regan.
"istri macam apa yang suka membangkang pada suaminya?? apa kau lupa surgamu ada pada Ridho suamimu??" sindir Regan berusaha memojokkan Ana.
"haha.. apa?? suami katamu?? kau bahkan menikahi ku dibawah ancaman!! apa kau pantas di sebut suami?" balas Ana sambil mengingat pernikahannya yang terjadi begitu saja.
"heh Nona.. meskipun di bawah ancaman, kau tetap telah menjadi istriku yang sah di mata hukum dan agama jadi jaga sikapmu mulai sekarang dan berlaku lah selayaknya seorang istri!" kata Regan dengan geram nya.
"cih.. aku tidak mau!!" tolak Ana mentah mentah.
"tidak mau?? berani sekali kau menolak ku??" Regan mulai tersulut emosinya setelah mendengar penolakan Ana barusan.
"tolong lepaskan aku!! aku tidak tahu apa tujuan mu yang sebenarnya menikahi ku padahal kita tidak saling mengenal apalagi mencintai!" Ana mulai memohon pada Regan karena dia tahu Regan mulai murka dan jika murka Regan bisa berbuat kasar padanya.
"hah..melepaskan mu?? jangan mimpi!! sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu!!" sahut Regan.
"sebenarnya apa masalah mu dengan ku?? seingat ku aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya!" Ana berusaha melunak agar Regan tidak berbuat kasar padanya.
"kau memang tidak mengenal ku.. tapi kakakmu yang sekarat itu pasti tahu siapa aku!!" tegas Regan.
"kalau saja kakakku tidak koma, mungkin aku tidak akan bertanya padamu, aku akan langsung bertanya padanya saja!" ujar Ana.
"dia memang pantas sekarat!" gumam Regan dengan tatapan penuh kebencian.
🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬
__ADS_1
Sudah sebulan berlalu dan Ana mulai terbiasa terkurung di mansion mewah itu, yang bisa keluar masuk hanya lah Tuan yang maha agung, Tuan Regan.
"ehem..!" Ana berdeham memberi seolah memberi kode pada Regan untuk memulai pembicaraan di antara mereka.
"tidak usah basa basi, katakan saja apa yang ingin kau bicarakan padaku!" kata Regan yang sibuk dengan laptopnya seolah mengerti dengan maksud dehaman Ana barusan.
"em.. anu.. aku... em.. anu..!" Ana tampak ragu ragu mengatakan apa yang ada dalam benaknya.
"mulai kapan kau jadi gagu??" sindir Regan dengan nada sinis.
"anu.. apa aku boleh keluar mansion untuk menjenguk kakakku??" akhirnya Ana memberanikan diri mengungkapkan keinginan hatinya pada Regan.
"sepertinya selama ini aku terlalu baik padamu ya?? sehingga kau mulai melunjak dan banyak maunya!" sungut Regan dengan wajah geram.
"aku janji hanya akan keluar ke rumah sakit saja!! pasti tidak ada yang menjenguknya selama ini karena kami hanya hidup berdua saja tanpa sanak saudara!" lirih Ana memelas karena dia benar benar merindukan kakaknya.
"cih.. kemana sifat angkuh mu itu?? kenapa tiba tiba kau jadi semelow ini??" cibir Regan yang hampir saja terbawa perasaan.
"aku hanya ingin bertemu dengan kakakku, itu saja!" lirih Ana lagi bahkan kini air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.
Entah kenapa tangisan Ana kali ini benar benar terlihat sendu di mata Regan sehingga hatinya sedikit terketuk untuk memberi sedikit kelonggaran pada tahanannya tersebut.
"ehem.. berhubung hatiku lagi baik, maka aku akan mengijinkan mu untuk menjenguk kakakmu itu!!" kata Regan kemudian.
"benar kah??" seru Ana sambil menghapus air matanya.
"tapi ada syaratnya!" ketus Regan berusaha tidak bersikap lunak terhadap Ana.
"apa syaratnya??" tanya Ana dengan cepat.
"kau harus pergi dengan pengawal!" jawab Regan dengan tegas.
"itu saja?" tanya Ana lagi.
"apa masih kurang?" sungut Regan karena nada suara Ana seperti menantangnya.
"ah tidak tidak..!" sahut Ana dengan cepat.
"pergi dengan pengawal saja sudah cukup menyusahkan!" gerutu Ana pelan namun sayang Regan masih bisa mendengarnya.
__ADS_1
"menyusahkan katamu?? pengawal itu untuk menjagamu agar kau tidak kabur dariku!!" sungut Regan penuh penekanan.
"apa? kabur?? apa mungkin ada yang bisa kabur dari jerat mu??" cibir Ana.
"memang tidak ada.. tapi kau itu licik sekali jadi aku harus menjagamu lebih ekstra hati hati!" sahut Regan menanggapi cibiran Ana.
"haha.. apa kau mulai menyadari kalau aku ini lebih istimewa dari tahanan tahanan mu sebelumnya??" ejek Ana.
"istimewa apanya?? yang ada kau hanya menyusahkan aku saja!!" sahut Regan dengan malas.
"menyusahkan tapi kau selalu membantuku setiap aku dalam kesulitan!" lagi lagi Ana berusaha memojokkan Regan.
"aku terpaksa!! kau jangan besar kepala!" kata Regan sambil menoyor kepala Ana.
"kepalaku tidak bisa membesar atau mengecil, ukurannya tetap segini gini aja meskipun kau menyanjungku setinggi langit!!" sahut Ana setengah bercanda.
"dasar wanita gila!" gerutu Regan yang nyaris tersenyum mendengar candaan Ana barusan.
"heh.. gila gila begini, aku istrimu!! ISTRI Sah Mu!!!" kata Ana tak mau kalah bahkan dia memperjelas suaranya pada kata istri Sah mu.
"huh!" dengus Regan lalu pergi meninggalkan Ana sendiri.
Ana merasa senang dan tidak menyangka bahwa Regan mengijinkannya untuk keluar dari istana ini, sebenarnya Ana memang ada niat untuk kabur dari Regan namun di urungkan niat itu karena melihat sikap Regan yang belakangan ini agak melunak dan tidak sekasar dulu.
aku harus mencari tahu masalahnya, bagaimana dia bisa mengenal kakak dan aku dan kenapa dia menikahi ku padahal dia sangat membenci kami??
🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈
berhubung author lagi baik hati, author sisipin visual cast nya si Ana dan Regan ya? biar lebih mantap imajinasinya saat membaca, semoga saja visualnya sesuai dengan bayangan para pembaca semuanya.
Regan
Ana
Gimana?? sesuai ga sih?? semoga sesuai ah.. karena hanya bayangan mereka yang muncul saat Author ngetik cerita ini, hehe..
__ADS_1
Jangan lupa ya untuk selalu mendukung novel ini supaya bisa up terus dengan teratur setiap harinya.
Terimakasih.