Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 5


__ADS_3

Ana mulai sadar setelah mendapat penanganan di klinik, lukanya sudah di perban.


Pertama kali membuka mata, Ana mengedarkan pandangannya untuk mengenali sekelilingnya,


"argh!" Ana meringis kesakitan ketika tak sengaja menggerakkan tangannya yang terdapat luka bakar.


"apa yang kau lakukan gadis bodoh!" suara berat menakutkan itu terdengar lagi di telinga Ana, Ana langsung menoleh ke sumber suara.


"dimana aku?" tanya Ana.


"di neraka!" sahut Regan asal.


"ya Allah benar kah aku sudah mati?? pantas saja ada iblis di hadapanku!" gerutu Ana pelan.


"apa katamu?? jaga mulutmu atau ku jahit sampai kau tak bisa berbicara lagi!" kata Regan dengan penuh ancaman.


"sampai neraka pun kau masih membuntuti aku!!!" seloroh Ana.


"dasar bodoh!! seperti apa neraka dalam pikiranmu hah!!!" sentak Regan merasa kesal dengan kekonyolan Ana.


"seperti ini!! ada kau, iblis yang suka menyiksa orang lain!" sahut Ana seadanya.


"kau!!" Regan geram, jika saja Regan tidak bisa menahan emosinya dengan baik mungkin dia sudah menampar Ana saat ini juga, tidak peduli bagaimanapun keadaannya sekarang.


"apa? kau mau menamparku?? menyiram ku saat aku tidur?? atau menyetrum ku? lakukan saja, aku sudah tahu rasanya!!!" tantang Ana tanpa rasa takut.


"nanti akan ku lanjutkan setelah kau sembuh, kau tenang saja!" sahut Regan dengan senyum sinis di wajahnya.


"Nona sebaiknya anda istirahat agar lekas pulih!" nasehat Jay pada Ana.


"kau berharap aku lekas pulih supaya Tuan mu bisa menyiksaku lagi kan?? hah.. dasar penjilat!" sungut Ana pada Jay.


Jay tidak membalas dan hanya tersenyum mendengar ucapan Ana padanya.


"banyak bicara sekali kau ini!!" sanggah Regan.


"kau yang mengajakku bicara duluan!" sungut Ana tak mau kalah.


"astaga dimana otak wanita bodoh ini sebenarnya!" gerutu Regan merasa geram pada Ana.


"tentu saja otakku ada di kepala!! emangnya kau, otakmu kau taruh di dengkul!" ejek Ana dengan sengaja.


"diam kau!!!" bentak Regan membuat nyali Ana sedikit menciut.


"aku akan diam jika kau tak banyak bertanya!!!" sahut Ana dengan cepat.


"Jay.. bawa dia ke mobil!! aku muak mendengar ocehannya!" titah Regan pada Jay yang sedari tadi menyaksikan mereka berdebat.


"baik Tuan!" sahut Jay dengan cepat lalu segera menghampiri Ana.

__ADS_1


"dia pikir aku senang mendengar ocehannya?? aku juga muak!!" gumam Ana namun bisa di dengar oleh Regan.


Regan menatap tajam ke arah Ana dan Jay menyuruh Ana untuk diam agar tidak membuat Tuannya semakin tersulut emosi.


"Nona ku mohon diam lah!" titah Jay dengan tegas kepada Ana.


Ana hanya mengerucutkan bibirnya sambil melirik tajam ke arah Regan yang sedang berbicara dengan dua orang perawat.


Jay memapah tubuh Ana untuk masuk ke dalam mobil lalu di ikuti oleh Regan yang tampak menenteng kantong plastik berisi obat untuk Ana.


Ana dan Regan duduk bersebelahan namun sama sama membuang muka ke arah lain sedang Jay duduk di depan bersama sopir.


Jay geleng geleng kepala melihat kelakuan dua orang dibelakangnya tersebut, dalam keadaan sadar mereka seperti anjing dan kucing tapi dalam keadaan darurat bisa saling menolong satu sama lain.


benar benar membuatku hampir gila.


Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka, yang terdengar hanya suara derum mesin mobil yang mereka tumpangi.


Ana enggan mengeluarkan suara karena ancaman dari Regan yang akan menjahit mulutnya jika dia banyak bicara.


Regan juga enggan membuka suara karena setiap jawaban yang di dapatnya dari Ana selalu berhasil membuatnya kesal.


Sampailah mereka ke Villa kembali, kamar yang sempat terbakar sudah di bersihkan oleh anak buah Regan, walau tak seperti semula tapi masih layak untuk di huni kembali.


Jay memapah Ana masuk ke dalam kamar tersebut, namun Ana menolak.


"bisakah aku tidak tidur di kamar sial ini lagi?" ucap Ana sambil bergidik ngeri.


"jika kau sampai melakukannya itu artinya kau manusia yang tidak tahu terima kasih!!" lirih Ana sangat pelan.


Tapi pendengaran Regan yang tajam masih mampu menangkap apa yang Ana katakan barusan.


"kalau aku manusia yang tidak tahu terimakasih, sudah tentu kau sudah ku buang ke jurang!! buat apa susah susah membawamu ke klinik!!" balas Regan dengan ketus.


iya juga ya.. dia bisa saja membuang ku ketika aku pingsan kemarin!


"uh!!" Ana hanya mendengus kasar.


Ana terpaksa masuk ke dalam kamar itu di ikuti oleh Regan.


Ana langsung merebahkan dirinya di kasur yang sudah tak terbentuk itu lagi namun masih terasa nyaman saat di tiduri.


"makan dan minum obatmu sebelum kau tidur!!!" ucap Regan dengan nada datar.


Tanpa menjawab, Ana langsung melahap makanan yang ada di hadapannya, lalu segera meminum obatnya dan bergegas untuk tidur.


Tak butuh waktu lama bagi Ana untuk terlelap ke dalam mimpi, dia sudah mendengkur halus ketika Regan mendekatinya.


dasar bodoh, bisa bisanya kau terlelap saat tahu dirimu masih menjadi tawanan!!!

__ADS_1


Cukup lama Regan menatap wajah Ana, ketika Regan hendak beranjak, Ana mengigau, tubuhnya berkeringat..


"api.. api.. awas api...tolong!" racau Ana dengan mata yang tetap terpejam.


Bahkan tangan Ana mulai mencengkeram lengan kokoh milik Regan,


Ana terlihat sangat ketakutan, dia bahkan memeluk lengan Regan dengan sangat erat seolah meminta perlindungan.


mimpi apa dia? kenapa sampai ketakutan seperti ini?


Regan mengelus puncak kepala Ana yang basah oleh keringat agar gadis itu relaks, dan benar saja Ana mulai tenang.


Regan berusaha melepaskan tangan Ana dari lengannya namun Ana malah semakin mengeratkan pegangannya pada lengan Regan.


Akhirnya Regan membiarkan Ana memeluk lengannya dan Regan terpaksa tidur dalam keadaan duduk,


Pagi menjelang, posisi Regan dan Ana masih tidak berubah, Ana tetao memeluk lengan Regan dengan erat.


Ana menggeliat dan membuka matanya perlahan, Ana terkejut dan langsung berteriak ketika mendapati Regan tidur dengan posisi duduk di sebelahnya.


"aaaaa........" teriak Ana dengan suara melengking membuat Regan langsung terbangun.


"kenapa kau berteriak gadis bodoh!!!" bentak Regan dengan kesal.


"dasar iblis!! apa yang kau lakukan? kenapa kau tidur di sampingku?" tanya Ana dengan ekspresi shock nya.


"apa yang aku lakukan?? seharusnya itu yang aku tanyakan padamu bodoh!! kau yang tiba tiba memeluk lenganku dan tidak mau melepasnya!!" tukas Regan.


"aku memelukmu?? mana mungkin!!!" elak Ana.


"mana mungkin katamu?? lalu yang terjadi apa?? kau pikir aku sudi memelukmu?? cuiiihhh!!" sungut Regan dengan ekspresi jijiknya.


"keluar kau!!" usir Ana.


"memangnya kau siapa hah?? berani beraninya kau mengusirku di villa ku sendiri!!" jawab Regan tak mau kalah.


"kalau begitu biar aku saja yang keluar!! aku tidak mau berbagi kamar denganmu lagi!!" sungut Ana.


"keluar saja kalau kau bisa!!! kau pikir aku senang berbagi kamar denganmu?? aku terpaksa bodoh!!!" sahut Regan.


"kembalikan saja aku ke gudang, itu lebih baik daripada aku harus sekamar denganmu!" ujar Ana tanpa pikir panjang.


"baik!! dengan senang hati gadis bodoh!!!" sahut Regan.


"Jay.....!!!!!" teriak Regan.


"iya Tuan!" sahut Jay yang setengah berlari menghadap pada Regan.


"bawa gadis bodoh ini ke gudang dan jangan beri dia makan atau minum!!!" titah Regan dengan kesal.

__ADS_1


💜💜💜💜💜💜💜💜💜


__ADS_2