Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 7


__ADS_3

"apa maksud perkataan gadis bodoh itu? hal apa yang sudah aku lewatkan?? argh.... aku bisa gila karena ulahnya!!" Regan merasa gusar sendiri.


"Jay!!" panggil Regan.


"iya Tuan!" sahut Jay dengan cepat.


"apa gadis itu sudah membaik?" tanya Regan.


"dia sudah tidak demam lagi Tuan!" jawab Jay.


"kalau begitu kembalikan dia ke gudang!! kenapa kau membiarkannya tetap di villa?" sungutRegan.


"saya menunggu perintah dari anda Tuan!" sahut Jay lagi.


"tunggu apa lagi?? cepat lakukan!!!" teriak Regan.


ah.. kau bahkan belum menikah Tuan.. tapi kenapa mood mu cepat sekali berubah ubah!!!


Jay langsung menyuruh anak buahnya untuk memindahkan Ana yang sedang tertidur nyenyak di villa kembali ke gudang, tempat awal dia di sekap.


Ana terbangun saat tubuhnya di angkat,


"aa..apa yang sedang kalian lakukan hah?" tanya Ana yang sudah memasang kuda kuda waspada terhadap lawan.


"Tuan Muda menyuruh saya untuk memindahkan anda kembali ke gudang Nona!" jawab Jay.


"apa?? aku bahkan masih sakit, kenapa aku harus kembali ke gudang??" sungut Ana.


"karena tempat anda memang di gudang Nona! anda mau di gendong atau berjalan sendiri ke gudang?" tanya Jay tanpa dosa.


"jalan sendiri!" sahut Ana dengan ketus.


seperti sedang menangani dua abg labil, menyusahkan!!


Ana terpaksa pindah ke gudang karena dia tahu, Tuan yang kejam itu tidak akan tinggal diam jika dia membantahnya.


"dasar brengs*k!" gerutu Ana pelan.


"jaga bicara Anda Nona.. berbisik pun Tuan pasti bisa mendengarnya!" Jay berusaha memperingatkan Ana.


"huh!! mana mungkin dia tahu kalau kau tidak memberitahunya!" sungut Ana.


"maaf Nona!" Jay tidak menanggapi ucapan Ana.


"sampai kapan pria iblis itu akan menyekap ku disini??" tanya Ana pada Jay.


"hanya Tuan yang tahu Nona!" jawab Jay tanpa mengubah ekspresi datarnya.


"maka dari itu tanyakan padanya!!!! aku sudah muak berada disini!!" sungut Ana dengan sangat ketus.


bukan hanya anda yang muak Nona.. saya pun lebih muak lagi harus mengurusi Anda dan emosi Tuan Muda yang meluap tanpa bisa di duga!

__ADS_1


Jay mengunci gudang dengan rapat dan kembali ke villa untuk menemui sang Tuan Muda dan melaporkan bahwa tugasnya sudah terlaksana dengan baik.


"gadis itu sudah saya pindahkan ke gudang lagi Tuan!" lapor Jay.


"bagus! jangan lupa untuk memberinya makan yang cukup karena aku tidak mau dia mengoceh tidak jelas!!" titah Regan.


"siap Tuan!" sahut Jay.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"sebenarnya apa hubungannya kau dengan kakakku??" gumam Ana sambil merenung.


"kak?? kenapa kau melibatkan aku ke dalam masalahmu?? sekarang tolong bantu aku keluar dari sini!!" gerutu Ana kesal.


Ana kembali meringkuk di sudut ruangan dan berusaha untuk memejamkan matanya namun dia tidak dapat tidur dengan nyaman.


Hawa dingin yang begitu menggigit dan ruangannya yang begitu pengap membuat kantuknya tak kunjung datang.


"argh!!!!" teriaknya karena muak.


Regan yang mengamatinya dari layar monitor hanya menatap apa yang dilakukan oleh Ana.


"penderitaan yang kau alami tidak sebanding dengan rasa sakit yang ada di dalam hatiku!!" gumam Regan seorang diri.


"Jay!!" panggil Regan.


"iya Tuan!" sahut Jay.


"bawakan kasur dan selimut untuk gadis bodoh itu!!" perintah Regan tanpa menoleh pada Jay.


"Jay!!!" panggil Regan lagi karena Jay hanya diam termenung.


"i..iya Tuan!" sahut Jay sadar dari lamunannya.


"apa kau tuli?" ucap Regan dengan sinis nya.


"tidak Tuan.. akan saya laksanakan Tuan!" sahut Jay lalu keluar dari ruangan Regan.


Jay menyuruh anak buahnya untuk membawa kasur dan selimut ke gudang.


Ana terlonjak melihat pintu gudang terbuka dan para anak buah Regan yang menghampirinya, melempar selimut ke arah Ana membuat Ana keheranan.


Selimut?? apalagi sekarang??


"pakailah dan buatlah dirimu senyaman mungkin!" ucap salah satu pria bermuka datar tersebut kepada Ana.


"cih!! aku tidak mau!! kembalikan saja kepada pemiliknya!" tolak Ana.


"jangan mencari masalah Nona!" Jay akhirnya muncul di hadapan Ana.


"kalau aku tidak mau kenapa kau memaksa!!!" sungut Ana pada Jay.

__ADS_1


"menurut lah selagi Tuan Muda berbaik hati Nona!" ujar Jay tanpa ekspresi.


"aku tidak sudi menerima kebaikan iblis seperti dia!" jawab Ana lalu meludah sembarangan, pertanda bahwa dia merasa jijik pada Regan.


Regan yang sudah tidak tahan dengan ucapan pedas Ana yang di dengarnya melalui monitor, segera menuju ke gudang untuk menghampiri Ana.


"dasar gadis bodoh!! masih untung kau ku biarkan hidup!! jangan merasa tinggi karena aku bersikap baik padamu!!!" sarkas Regan.


"cuih!! aku tidak sudi menerima perlakuan sok baikmu!!!" sahut Ana tanpa rasa takut sedikitpun.


"kau memang gadis bodoh yang tidak tahu berterimakasih!!" ejek Regan.


"dan kau Tuan kejam yang tidak punya hati!! seharusnya aku biarkan saja kau mati terbakar waktu itu!!" sungut Ana.


Regan tertegun mendengar ucapan Ana, dia hampir lupa kalau punya hutang nyawa kepada Ana.


"jangan merasa jadi pahlawan karena membiarkan ku hidup!! sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepas mu!!!" sungut Regan tak mau kalah.


"haha.. kenapa? kenapa kau tidak mau melepas ku? apa kau takut akan merindukan ku jika aku tidak disini lagi?" ujar Ana meledek dengan sinis.


"hah?? aku? merindukanmu?? apa kau sedang bermimpi?? melihat wajahmu saja aku sudah ingin muntah!!! aku terpaksa menahan mu!!" sahut Regan.


"menahan orang yang tidak tahu apa apa?? apa kau sakit??" sanggah Ana mulai kesal dengan sikap Regan.


"kau mungkin tidak tahu apa apa tapi kakakmu pasti tahu segalanya!" ucap Regan.


"dan kau tidak tahu apa apa tentang kakakku!! kau Tuan Muda tapi kenapa bisa melewatkan informasi penting?? kasihan sekali!!!" sungut Ana yang kembali mengejek Regan.


"aku memang Tuan Muda tapi aku bukan Tuhan yang bisa tahu segalanya!!" sahut Regan.


"maka dari itu cari tahu dulu sebelum kau bertindak kejam seperti ini pada orang lain!!" sahut Ana.


"aku bisa kehilangan akal jika terus meladeni mu!!" ucap Regan lalu meninggalkan Ana.


"dasar pria gila, kejam!! bedebah!!!" teriak Ana setelah Regan keluar dari gudang.


Jay dan para anak buahnya mengikuti langkah Regan meninggalkan Ana sendirian di gudang.


🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥


"kau beri makan apa dia Jay? kenapa mulutnya pedas sekali!!!" gerutu Regan pada Jay.


Jay menggaruk kepalanya yang tak gatal,


apa hubungannya Tuan antara makanan yang di makannya dengan mulutnya yang selalu berkata pedas??


"dia memang judes seperti itu!" sahut Jay.


"bagaimana bisa mulut seorang gadis pedas seperti mak lampir??" gerutu Regan lagi tak habis pikir dengan sikap kasar Ana.


"Nona bukan gadis sembarangan Tuan! menurut informasi dia memang galak seperti itu kepada semua pria kecuali ayah dan kakaknya sendiri!" sahut Jay menjelaskan.

__ADS_1


Regan tersenyum smirk yang tidak bisa Jay tebak apa artinya.


🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬


__ADS_2