Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 19


__ADS_3

Siang ini Ana sibuk berperang di dapur untuk membuatkan makan siang untuk Regan, Ana harus bekerja keras agar masakannya enak dan tidak mengecewakan Regan karena hal ini yang dapat menentukan Mimin bisa tetap tinggal disini atau tidak.


"bagaimana rasanya Min?" tanya Ana yang sengaja menyuruh Mimin untuk mencicipi hasil masakannya.


"hem.. rasanya enak dan pas sekali Nona!" seru Mimin dengan wajah berbinar.


"benar kah?? alhamdulillah kalau begitu!! tolong masukkan ke dalam rantang ya Min, aku mau mengantarnya ke kantor Regan!" kata Ana.


Mimin sangat antusias membantu Ana karena Ana berbuat sampai sejauh ini hanya untuk membantunya agar tetap bisa bekerja pada Tuan Regan.


"sudah saya masukkan ke dalam rantang Nona!" kata Mimin setelah melihat Ana telah berganti pakaian dan keluar dari kamarnya.


"oh ya.. terimakasih ya Min! kalau begitu aku pergi dulu ya!" pamit Ana pada Mimin.


"semoga Tuan Regan suka dengan masakan anda Nona!" kata Mimin penuh harap.


"semoga.. aamiin!" sahut Ana sebelum masuk ke dalam mobil.


Regan memang menyediakan mobil lengkap dengan sopirnya untuk mengantar Ana kemanapun dia mau pergi.


Sampai di depan gedung pencakar langit milik suaminya tersebut, Ana langsung melongo ketika melihat isi dalam gedung mewah tersebut lewat kaca kaca pembatas pengganti tembok yang menjulang tinggi di hadapannya.


"mari Nona!" ajak Jay yang sudah menunggunya di depan.


"eh.. iya!" sahut Ana agak kikuk.


Ketika berjalan masuk, semua karyawan yang ada di sana langsung menunduk memberi hormat pada Ana dan hal itu membuat Ana menjadi semakin canggung.


Ana tersenyum getir sambil menganggukkan kepalanya kepada beberapa orang yang memberinya hormat.


"silahkan Nona!" kata Jay setelah pintu lift khusus itu terbuka.


Ana langsung masuk dan kembali melongo melihat interior lift yang luar biasa mewahnya, Ana mencoba menyentuh ukiran dinding berlapis emas di sisi kanan dan kirinya.


"luar biasa!" gumamnya.


Sementara Jay hanya mengulum senyumnya melihat tingkah Ana yang agak norak.


seberapa kaya sih pria kejam itu?? liftnya saja semewah ini!! apa dia buang air mengeluarkan uang???


"kita sudah sampai, silahkan Nona!" kata Jay lagi setelah pintu lift kembali terbuka.

__ADS_1


Lagi lagi di sana semua orang yang ada menundukkan kepalanya saat Ana lewat dan Ana hanya bisa menebar senyum masam nya kepada semua orang tang di jumpai nya.


"tolong tambah keamanan di depan ruangan Direktur karena istri Bos sedang datang berkunjung!" kata Jay melalui walki talki di tangannya.


Jay sudah mirip seperti paspampres saja padahal yang datang hanya seorang Ana.


Jay membukakan pintu ruangan Regan untuk Ana dan Ana langsung nyelonong masuk begitu saja.


"ah.. makan siang ku sudah datang rupanya!" seru Regan yang langsung bangkit dari singgasananya.


di luar sana semua orang mengelu elukan kedatanganku, eh disini suamiku sendiri malah lebih tertarik pada makanan yang tak terlihat daripada menyambut kedatangan istrinya!!


ish.. istri apaan?? aku menikah karena ancamannya!!


Ana mendengus kesal.


"apa gugup membuatmu berubah kaku seperti patung?" sindir Regan karena Ana tidak bergeming dari tempatnya, dia hanya diam mematung dengan rantang makanan di tangannya.


"eh.. enak saja menyamai ku dengan patung!! apa kau belum makan setahun?? sampai tidak sabaran seperti itu!" sungut Ana.


"cepat sajikan makanannya!! aku sangat lapar karena kau lama sekali!" sahut Regan yang sudah duduk di sofa.


"lama sekali?? ini bahkan belum masuk jam istirahat makan siang Tuan kelaparan!!" ketus Ana.


"kau cerewet!!" balas Ana sambil menyajikan hasil masakannya di hadapan Regan.


Ana memasak udang saos merah, tumis cah kangkung, tempe krispi, ayam kecap lengkap dengan sambal matah dan kerupuknya, perut Regan semakin keroncongan setelah mencium aroma masakan Ana.


"udah siap!" kata Ana setelah semua makanan tersaji rapi di hadapan Regan.


"ya sudah tunggu apalagi?" seru Regan sambil menatap Ana.


"ya sudah sana makan!! apalagi yang kau tunggu!" sahut Ana dengan santainya.


"aku menunggu kau menyuapi ku!" kata Regan kemudian.


"apa?? menyuapi mu??" seru Ana terkejut dengan permintaan Regan barusan.


"iya, cepat!!" kata Regan lagi.


"ih.. tidak!! makan saja sendiri!! kau kan bukan anak kecil lagi!!" sentak Ana.

__ADS_1


"kau mau menyuapi ku atau kau mau Mimin aku lempar keluar??" ancam Regan.


"astaga... apa mengancam sudah menjadi hobi mu sekarang??" sahut Ana mulai gusar.


"maybe yes..!" sahut Regan dengan senyum penuh kemenangan di wajahnya.


Ana terpaksa menyuapi Regan karena dia tidak ingin Mimin kehilangan pekerjaannya hanya karena dirinya.


Regan sangat menikmati masakan istrinya tersebut dan melahapnya sampai habis, Ana juga sangat senang di dalam hatinya karena Regan menyukai masakannya dan melahapnya sampai habis.


"jadi kau tidak akan memecat Mimin kan??" tanya Ana dengan wajah penuh harap.


"em.. tergantung!" lagi lagi Regan menjawab seperti itu membuat Ana kembali memasang muka sebalnya.


"tergantung apalagi sih?? tadi kau bilang tergantung menu makan siang dan sekarang kau sudah menghabiskan semuanya tanpa sisa, lalu apalagi??" ujar Ana mulai jengah.


"em.. aku ingin kau memasak untukku setiap hari dan setiap saat aku ingin makan!" kata Regan dengan santainya.


"oke!! deal??" jawab Ana yang terus menuntut jawaban dari Regan.


"berhubung aku baik hati, oke baiklah.. Deal.. Mimin aman!" sahutnya yang membuat Ana langsung melompat kegirangan.


Tanpa sadar Ana langsung memeluk Regan dan mencium pipinya berkali kali saking senangnya, Regan terpaku mendapat perlakuan manis dari Ana.


"eh.. maaf!! aku terlalu senang sampai lupa diri!" kata Ana dengan wajah memerah menahan malu.


Sementara Regan langsung bangkit untuk menghindari Ana, wajah Regan juga memerah karena malu dan senang.


"lain kali jaga sikapmu!! sudah sana pulang!" kata Regan tanpa menoleh pada Ana, Regan tidak ingin Ana melihat wajahnya yang sudah merona juga.


"baik! sekali lagi maafkan aku!" kata Ana.


"kalau begitu aku pulang dulu!" pamit Ana pada Regan.


"ya!" sahut Regan singkat.


Hati mereka berdua berdebar dengan kencangnya.


bodoh.. kenapa hatiku berdebar seperti ini sih!!!


Sampai di rumah pun jantung Ana masih berdebar tidak karuan apalagi jika dia mengingat apa yang telah terjadi di kantor Regan tadi.

__ADS_1


"astaga kenapa aku jadi baper dan bertindak bodoh seperti itu sih?? Tuan kejam itu pasti menganggap ku murahan sekarang!!" gumam Ana yang kesal pada dirinya sendiri.


🇯🇵🇯🇵🇯🇵🇯🇵🇯🇵🇯🇵🇯🇵🇯🇵🇯🇵🇯🇵


__ADS_2