Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 20


__ADS_3

Kejadian di kantor tadi membuat suasana terasa canggung bahkan setelah mereka berdua sudah di rumah.


Ana memasak untuk makan malam Regan dan Regan langsung melahapnya tanpa berkomentar apa apa, terlalu malu rasanya untuk membuka suara terlebih dahulu.


Sehingga hanya suara denting sendok dan garpu yang terdengar saat makan malam berlangsung, tak satu pun baik itu Regan maupun Ana yang memulai pembicaraan terlebih dahulu.


kenapa dia diam saja?? apa perbuatan ku tadi membuatnya muak?? ah.. kenapa juga aku harus loss seperti tadi sih!!!


Ana terus saja menggerutu di dalam hati merutuki kebodohannya.


Setelah selesai makan, Regan langsung naik ke kamar dan melanjutkan pekerjaannya sementara Ana membantu Mimin beres beres.


Rasanya Ana tidak punya muka untuk naik ke kamarnya, canggung ini sungguh menyiksanya, dia tidak tahu harus bersikap bagaimana di hadapan Regan.


Regan celingukan karena tidak biasanya Ana berlama lama di bawah.


"kenapa dia tidak naik naik dari tadi?? apa membereskan dapur membutuhkan waktu yang lama??" gumam Regan seorang diri.


Tengah asik celingukan tiba tiba pintu kamar terbuka secara perlahan,


Ceklek...


Ana masuk dengan setengah mengendap, dia berpikir Regan sudah tidur tapi ternyata dugaannya salah, Regan masih sibuk berkutat dengan laptopnya.


Wajahnya tampak fokus menatap layar, Ana berusaha bersikap santai dan segera naik ke ranjang, Regan pura pura fokus padahal dia hatinya juga terus berdebar tidak karuan apalagi setelah Ana ada di sampingnya.


ish.. apa yang salah dengan mu?? kenapa kau selalu berdebar tidak jelas sejal tadi siang?? sial!!


Regan memegangi dadanya sendiri berharap degup jantungnya tidak terdengar oleh Ana.


Ana merebahkan dirinya membelakangi Regan, dia berusaha memejamkan matanya secara paksa.


"siapa yang mengizinkan mu untuk memunggungi ku??" kata Regan dengan ketus.

__ADS_1


Ah.. karena canggung Ana sampai lupa kalau Regan tidak suka di punggungi saat tidur.


Tanpa bicara, Ana langsung berbalik dan menghadap pada Regan namun matanya tetap terpejam, dia tidak sanggup menatap wajah tampan Regan.


"bagus!" kata Regan sambil tersenyum puas karena Ana langsung mematuhi ucapannya.


✈✈✈✈✈✈✈✈✈✈✈✈✈


Kini setiap hari Ana harus memasak untuk Regan, seperti mendapat tugas istimewa dari Regan karena hanya Ana yang boleh mempersiapkan sarapan, makan siang serta makan malamnya.


Regan tidak ingin orang lain menyentuh peralatan makannya selain Ana.


"apa dia menikahi ku hanya untuk menjadikan ku sebagai koki pribadinya??" gerutu Ana sambil menyiapkan menu makan siang Regan.


Dan setiap hari pula Ana harus datang ke kantor Regan untuk sekedar mengantar dan menyuapi suaminya makan.


"kenapa kau wajahmu cemberut begitu??" tanya Regan di sela sela menikmati suapan dari Ana.


"jangan cemberut seperti itu!! membuat selera makan ku jadi berkurang saja!" sungut Regan sambil menyemburkan makanan di mulutnya ke wajah Ana.


"argh!!" Ana berusaha menutupi wajahnya namun terlambat semua bagian wajahnya sudah belepotan oleh makanan yang di semburkan oleh Regan.


"cepat bersihkan wajahmu lalu suapi aku lagi!!" titahnya seenak hati.


Ana bangkit sambil mendengus kasar, bisa bisanya dia bertemu pria menyebalkan seperti Regan, Ana menyesal karena sempat baper pada Regan.


Ana mencuci wajahnya sampai bersih lalu kembali duduk di hadapan Regan dan melanjutkan aktivitas menyuapinya.


Regan makan sambil menyelesaikan pekerjaannya dan sesekali melirik wajah Ana yang polos tanpa make up.



kenapa dia masih terlihat cantik?? padahal riasannya sudah luntur terkena air!!

__ADS_1


"aku sudah kenyang!" kata Regan.


Tanpa berkata sepatah kata pun, Ana langsung membereskan bekas makan suaminya dan hendak pulang namun Regan menahannya.


"mau kemana kau?" tanya Regan.


"tentu saja mau pulang!" sahut Ana.


"yang menyuruh mu pulang siapa?" tanya Regan.


"bukannya setiap harinya begitu?? aku akan pulang setelah menyuapi mu sampai kenyang!!" sahut Ana lagi.


"tapi kali ini jangan langsung pulang!!" kata Regan dengan tegas.


"lalu?" Ana agak bingung dengan kemauan Regan yang selalu berubah setiap saat tanpa bisa di duga sebelumnya.


"temani aku bekerja hari ini!" katanya memutuskan.


"tapi aku kan harus memasak untuk makan malam mu!!" kilah Ana.


"malam ini kita makan di luar!" sahutnya dengan cuek.


"cih...mau makan malam saja pakai acara menahan ku disini!! kenapa tidak mengajakku secara langsung??" cibir Ana.


"jangan GR gadis bodoh!!" sungut Regan agak malu.


"aku tidak GR!!" Ana malah menjulurkan lidahnya mengejek Regan.


Regan pura pura sibuk dengan berkas di hadapannya agar Ana tidak melihat betapa merahnya wajah Regan saat ini.


*sialan!! berani sekali dia membuatku malu seperti ini!!


🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀*

__ADS_1


__ADS_2