Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 11


__ADS_3

Setelah menggantikan pakaian Ana, Regan menarik selimut untuk menutupi tubuh Ana, sedang dirinya sendiri tidur di sofa.


Regan berpikir pasti Ana akan histeris jika melihatnya tidur di ranjang yang sama apalagi Ana sudah berganti pakaian, Regan tidak mau Ana berpikir yang tidak tidak tentangnya.


Regan memang membenci Ana namun dia tidak mau melakukan hal buruk di saat musuhnya lengah atau tidak sadarkan diri.


Karena bagi Regan, akan lebih menyakitkan jika dilakukan dalam keadaan musuh sadar, dengan begitu kenangan buruk akan membekas dengan sempurna di batin mereka.


Hari ini benar benar melelahkan bagi Regan, semua berjalan dengan lancar sesuai harapannya dan kini Ana sudah ada dalam genggaman tangannya.


Regan puas dengan apa yang telah di capai nya hari ini, sehingga dia bisa tidur dengan nyenyak.


Terbukti, tidak butuh waktu lama akhirnya Regan terlelap di sofa meskipun harus meringkuk karena ukuran sofa yang terlalu kecil untuk tubuhnya yang jangkung.


🎤🎤🎤🎤🎤🎤🎤🎤🎤


Pagi yang cerah telah datang, Ana terbangun lebih dulu daripada Regan.


Ana mengerjapkan matanya, lalu menguap seenak hatinya.


"hoam.. benar benar tidur yang berkualitas!" gumam Ana sambil meregangkan otot ototnya yang kaku.


Ana mulai tersadar kalau pakaiannya telah berganti dengan pakaian tidur, Ana mulai panik mengingat apa yang telah terjadi semalam.


"seingat ku semalam aku masih memakai gaun itu!" gumam Ana sambil berpikir dan menggaruk garuk kepalanya berharap dapat mengingat sesuatu.


Saat sedang berpikir itulah Ana melihat gundukan di sofa, seketika dia menjerit histeris.


"aaaaaa......." teriakannya begitu melengking menyayat gendang telinga siapapun yang mendengarnya.


Regan langsung melompat dari sofa saking kagetnya dan langsung menutup mulut Ana dengan telapak tangannya.


"kau sengaja ingin mengundang perhatian anak buah ku hah!!!" bentak Regan kesal.


"hmph...hmph..!" Ana terus berteriak meski Regan sudah menutup mulutnya.


"hentikan teriakan mu atau aku akan melakban mulutmu itu!!!" ancam Regan.


Ana menganggukkan kepala tanda setuju dengan apa yang Regan katakan, perlahan Regan mulai menurunkan tangannya.


"ah...." Ana bisa bernafas lega setelah Regan melepaskan bekapan tangannya.


"apa kau gila? kau ingin membunuhku?" omel Ana sambil menggosok mulutnya yang ada bekas sentuhan Regan barusan.


"kau yang gila!!! pagi pagi begini berteriak!! kau pikir ini hutan!!" sungut Regan membalas omelan Ana.

__ADS_1


"pasti kau kan yang menggantikan pakaian ku?" tanya Ana langsung.


"memangnya siapa lagi yang berani menyentuh istri Tuan Muda disini??" sahut Regan.


"aaaa.....brengs*k kau!!" Ana berteriak sambil mengumpat Regan, tangannya mulai memukul mukul dada bidang milik Regan.


"aku brengs*k katamu?? apa kau lupa siapa aku? sekarang aku adalah suamimu!!! aku berhak atas semua yang ada pada dirimu!!!" ucap Regan dengan penuh penekanan.


"ta..tapi dalam perjanjian tidak tertulis bahwa kau bisa menyentuhku sesuka hatimu!!!" lirih Ana yang mulai menundukkan kepalanya.


"untuk apa aku menulis hal hal tidak penting seperti itu? sudah ku katakan sebelumnya bukan? bahwa kau harus menganggap aku sebagai aturan hidupmu!!" jelas Regan.


Ana tidak lagi menyahut, melainkan diam seribu bahasa membuat Regan merasa sangat bersalah.


"kau tenang saja!! aku tidak berbuat hal hal yang aneh padamu!!" imbuh Regan lagi.


Ana langsung mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Regan, mencari kebenaran di matanya.


"benarkah?" tanya Ana.


"ah!!!! untuk apa aku melakukan hal hal aneh padamu? kau bukan siapa siapa bagiku dan aku tidak tertarik padamu!!!" sungut Regan kesal.


"iya.. aku tahu pernikahan ini hanya sebatas sandiwara!! dan aku pun tidak tertarik padamu Tuan Muda!!!" sahut Ana kesal.


"bagus lah kalau kau sadar diri!!!!" ucap Regan yang langsung berdiri dan meninggalkan Ana sendirian di kamarnya.


Ana tetap makan di lantai, tepatnya di kaki Regan layaknya anjing dan Tuannya.


Ana harus menerima semuanya tanpa protes karena dia tidak ingin nyawa kakaknya terancam, sungguh biadab sekali Regan yang memanfaatkan ketidakberdayaan Bara, kakak dari istrinya tersebut.


"besok, kita akan kembali ke kota dan aku harap kau bisa bekerja sama dengan baik!! kakakmu itu masih dalam genggaman ku jadi jangan coba coba untuk kabur atau melakukan hal bodoh lainnya!!" kata Regan setelah mereka selesai sarapan.


Ana tidak merespon apa apa, dia membawa piring kotor ke dapur tanpa bersuara sedikit pun.


"apa kau tuli?" teriak Regan karena Ana mengacuhkan ucapannya.


Jay menghadang langkah Ana dan mengambil piring kotor di tangan Nona Mudanya tersebut.


"sebaiknya anda duduk kembali Nona karena Tuan Muda sedang berbicara dengan Anda!" ucap Jay.


"cih!" decih Ana sambil menghentakkan kakinya dengan kasar, Ana terpaksa kembali duduk dan mendengarkan ucapan Regan.


"dengarkan baik baik!! jangan pernah melakukan hal hal yang membuatku marah dan kesal karena aku tidak segan segan untuk menghukum mu!!!" ancam Regan.


Ana tetap menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"bersikap lah layaknya seorang istri ketika sudah sampai di kota nanti! jika sampai ada orang yang curiga, maka aku bukan hanya menyakitimu saja tapi juga kakakmu!!!" kata Regan memperingatkan.


"apa kau paham?" tanya Regan.


Ana tetap diam.


"APA KAU PAHAAAAAAMMMM????" sentak Regan sambil menggebrak meja dengan sangat keras membuat Ana terkejut bukan main.


"pa..paham!" sahut Ana dengan suara bergetar saking terkejutnya.


"bagus!!!" kata Regan sambil menyeringai.


"Jay.. tolong urus semuanya, pastikan semuanya beres sebelum kita kembali ke kota!" titah Regan.


"urus juga mobilku yang kau buang entah kemana!" celetuk Ana dengan beraninya.


Jay tidak percaya bahwa Ana berani mengatakan hal tersebut di hadapan Regan.


"cih.. untuk apa aku repot repot mengurusi mobil rongsokan itu!!" Regan menanggapi sambil mencibir Ana.


"mobil rongsokan?? mobil itu aku beli dengan hasil keringat ku sendiri tahu!" ucap Ana kesal.


"aku bisa membelikan mu mobil sebanyak yang kau mau jadi lupakan saja mobil rongsokan itu!!!" kata Regan.


"lagipula mulai saat ini, kau tidak membutuhkan mobil lagi karena kau hanya akan berdiam diri di dalam istanaku saja!" imbuh Regan dengan tawa menggelegar.


tamat sudah riwayat mu Ana, kau tidak akan pernah bisa melihat dunia luar lagi, ah tidak apalah setidaknya kakakku aman dan terawat dengan baik.


📝📝📝📝📝📝📝📝📝


Keesokan harinya, beberapa mobil limosin telah menunggu di depan villa, Ana dan Regan menaiki salah satu mobil mewah tersebut.


Sepanjang perjalanan hanya hening yang tercipta karena Ana ataupun Regan sedang hanyut dalam pikirannya masing masing.


Karena tidak melakukan apa apa membuat Ana mengantuk bahkan dia telah menguap berkali kali membuat Regan kesal melihatnya.


"bisakah kau berprilaku layaknya seorang bangsawan??" tegur Regan.


"tidak bisa!!! karena aku bukan dari kalangan bangsawan!!!" sahut Ana dengan lantang.


"jika tidak bisa, kau harus belajar bodoh!!!" rutuk Regan kesal.


"belajar? aku bukan pelajar lagi!!" sahut Ana lagi dengan santainya.


"kau!!!" Regan melotot ke arah Ana yang sudah memejamkan matanya seolah tidak peduli pada Regan yang sudah kesal karena ucapannya.

__ADS_1


✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒


__ADS_2