Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 8


__ADS_3

Suasana malam yang dingin menggigit membuat Ana terpaksa menggunakan kasur dan selimut yang diberikan oleh Regan kepadanya.


"huh.. aku masih belum mau mati konyol!" gerutu Ana sambil menarik kasar selimut yang tergeletak tak jauh dari tempatnya sekarang.


Ana terpaksa tidur di atas kasur dan menggunakan selimut tebal yang menghangatkan, tidak butuh waktu lama bagi Ana untuk terlelap, dia benar benar telah terbang ke alam mimpi.


Regan yang masih menatap layar monitornya, tersenyum senang melihat Ana akhirnya mengalah dan menggunakan kasur serta selimut darinya.


"ternyata hatimu tidak sekeras batu!" gumam Regan sendirian.


"Jay, suruh anak buah mu berjaga dengan baik, jangan sampai lengah sedikit pun!" titah Regan dengan wajah datar.


"siap Tuan Muda!" jawab Jay.


"aku mau istirahat dan kau juga perlu istirahat! pergilah!" ucap Regan lagi.


"ta..tapi Tuan bagaimana dengan anda? tidak bisa Tuan..saya akan tetap berjaga di luar!" kata Jay menanggapi.


"aku bukan anak kecil yang harus kau jaga selama 24 jam Jay! suruh saja pengawal berjaga di depan kamar ku setelah itu kau boleh pergi untuk beristirahat!" sahut Regan jengah dengan sikap Jay.


"baik Tuan! kalau begitu saya permisi! tolong aktifkan ponsel anda untuk berjaga jaga!" pesan Jay sebelum keluar dari kamar Regan.


"Jay!" seru Regan karena Jay masih memperlakukannya seperti anak kecil.


"siap Tuan! jangan lupa aktifkan ponsel anda!" lagi lagi Jay berusaha mengingatkan.


Jay langsung keluar karena tidak ingin mendapat omelan yang lebih panjang dan menyakitkan dari Regan.


🎭🎭🎭🎭🎭🎭🎭🎭🎭


Pagi harinya, Regan terbangun dengan mood yang bagus, tidur malamnya sangat lah berkualitas, hati dan pikirannya tenang seolah tanpa beban.


Regan sudah berada di meja makan untuk sarapan sedang Jay dan beberapa pengawal berdiri di belakang Regan untuk menemani Regan menyantap sarapannya.


"Jay.. bawa gadis bodoh itu kemari!" titah Regan.


"baik Tuan!" sahut Jay secepat kilat.


Jay berjalan dengan langkah besar menuju gudang tempat Ana di sekap,


"cepat bersihkan dirimu Nona! Tuan Muda sudah menunggumu di meja makan!" ucap Jay yang melihat Ana baru saja bangun dari tidurnya.


Wajah Ana tak berbeda jauh dengan Regan, wajahnya pagi ini tampak berseri tidak seperti biasanya, mungkin saja tidurnya malam ini benar benar nyaman setelah di beri kasur dan selimut yang tebal.

__ADS_1


Jay pun ikut senang melihat mereka berdua.


"hoaam.. tidak bisa kah kau membawakan sarapanku kemari??" tanya Ana sambil menggerakkan tubuhnya untuk melemaskan ototnya yang kaku.


"waktumu hanya 5 menit dari sekarang Nona! jika kau tidak di meja makan dalam waktu 5 menit, anda akan menanggung akibatnya!" ancam Jay.


"selain penjilat, ternyata kau juga pemaksa ya!" ejek Ana pada Jay.


Jay tidak memperdulikan segala hinaan yang Ana lontarkan untuknya, baginya itu semua bukan bagian dari pekerjaannya.


"saya menunggu Nona di luar! waktu anda hanya tersisa 4 menit 10 detik lagi!" kata Jay sambil melirik jam yang melingkar di tangannya.


"argh!!!" teriak Ana sambil mengacak rambutnya sendiri.


Ana hanya merapikan rambut dan pakaiannya saja, lalu bergegas keluar karena waktunya hampir habis.


Jay memperhatikan Ana dari ujung rambut hingga ujung jari kakinya dengan seksama,


"sudah siap Nona?" tanya Jay yang merasa heran setelah melihat Ana tetap lah cantik meski tidak mandi dan memoles make up apapun di wajahnya.


"memangnya aku harus bersiap seperti apalagi? toh yang ku temui hanyalah iblis bukan presiden negeri ini!" sungut Ana kesal.


"mari ikuti saya!" ujar Jay yang lagi lagi tidak menanggapi ocehan Ana.


Ana menghentakkan kakinya dengan kasar sehingga menimbulkan suara gaduh namun Jay tetap tidak peduli,


Sampai di ruang makan, Ana langsung berinisiatif untuk duduk berhadapan dengan Regan namun Regan menyuruhnya untuk duduk di lantai dengan bahasa isyarat.


Regan tak berbicara namun tangannya menunjuk Ana lalu lantai, yang artinya Ana di suruh duduk di lantai.


apalagi ini?? apa dia tiba tiba menjadi bisu dalam semalam??


"kau menyuruhku duduk di lantai??" protes Ana geram.


Regan menganggukkan kepalanya.


"kau pikir aku anjingmu?" sungut Ana lagi.


Regan kembali menganggukkan kepalanya.


"dasar iblis!! lebih baik aku makan di gudang dari pada makan disini tapi duduk di lantai seperti anjing!" sahut Ana lalu bangkit dari duduknya dan hendak kembali ke gudang.


"kau mau tetap disini dan makan dengan tenang atau mau kembali ke gudang tanpa sebutir nasi pun yang akan menyapa tenggorokan mu itu??" ucap Regan dengan nada yanga mengerikan.

__ADS_1


Nyali Ana langsung menciut apalagi setelah mendapat tatapan membunuh dari Regan.


Ana terpaksa menuruti apa yang Regan katakan, dengan wajah kesal Ana duduk di lantai dekat dengan Regan.


Regan mengambil piring yang sudah terisi nasi lengkap dengan lauknya dan diberikannya sembarangan kepada Ana yang duduk dilantai, sangat jelas terlihat seperti majikan yang memberikan anjingnya makan.


"huh!" Ana mendengus kasar sambil menerima kenyataan dia harus makan bersebelahan dengan kaki sang iblis.


"jangan banyak mendengus!! kau beruntung masih bisa makan tanpa bekerja apapun!!" sindir Regan dengan senyum sinis nya.


Ana tidak menjawab atau menanggapi dengan sikapnya, Ana fokus melahap makanannya karena dia tetap harus hidup untuk bisa keluar dari tempat terkutuk ini.


"hah.. lihatlah dirimu!! kau tidak peduli dengan sekitarmu jika sudah berurusan dengan makanan!" ejek Regan.


"dan tidak semestinya majikan mengurusi apa yang anjingnya sedang lakukan!" Ana balik menyindir Regan.


Regan merasa harga dirinya di tampar begitu saja, bisa bisanya Ana membalikkan hinaan tersebut kepada dirinya.


"dasar gadis bodoh!" gerutu Regan dengan wajah kesal.


"sudah tahu bodoh kenapa kau masih mau menyekap ku? kau tidak akan dapat apa apa dari keluarga ku!" cemooh Ana tanpa rasa takut sedikitpun.


"apa kau sedang meragukan segala yang aku punya?" sungut Regan.


"memang sangat meragukan!" ucapan Ana berhasil menyulut emosi Regan kali ini.


"aku punya segalanya dan aku tidak butuh apapun dari keluargamu itu!!!" sahut Regan jengkel.


"kalau begitu lepaskan aku!!" teriak Ana.


"berani beraninya kau berteriak seperti itu kepadaku??" ucap Regan sambil menjambak rambut Ana dengan kasar.


"Argh!" Ana meringis kesakitan namun dia tidak mau menunjukkan wajah sakitnya.


Regan menendang piring makan Ana membuat semua makanannya berantakan di lantai.


"makan lah jika kau lapar!" sarkas Regan sambil menunjuk makanan yang berserakan di lantai dengan ujung sepatunya.


Regan melepas jambakan nya dengan kasar, membuat Ana hampir tersungkur ke lantai.


Karena kesal Regan meninggalkan ruang makan padahal dia belum makan apapun.


Ana yang masih ingin bertahan hidup terpaksa memilih makanan di lantai dan memakannya,

__ADS_1


Jay dan beberapa pengawal yang melihatnya, hanya menatap miris tanpa bisa membantu sedikitpun.


🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗


__ADS_2