Dendam Cinta Tuan Muda

Dendam Cinta Tuan Muda
Bab 3


__ADS_3

Ana membuka matanya perlahan, sakit di sekujur tubuhnya membuatnya enggan bergerak, masih terngiang dalam ingatannya kejadian sebelum dirinya tak sadarkan diri.


dia tidak tertarik memperkosaku? itu artinya aku masih suci?ah setidaknya aku masih perawan!


Sedang asyik bercengkerama dengan hatinya tiba tiba ada yang menyiramkan air ke tubuh Ana,


Byur...


"auw!" pekik Ana sambil berusaha melindungi wajahnya dari percikan air.


"bangun kau!!" suara menggelegar memecah kesunyian, suara laki laki kejam yang telah menyiksanya kemarin.


Ana berusaha bangkit namun kembali terjatuh karena licin,


"begitu saja kau jatuh!!" ejek Regan.


"apa kau tidak lihat?? lantainya licin karena kau!!!" sungut Ana tanpa takut.


"masih berani kau berteriak padaku hah?" sahut Regan sambil menjambak rambut Ana dengan kasar.


"apa kau tuli? sudah berapa kali ku bilang kalau aku tidak takut padamu!!!" ujar Ana sambil menahan rasa sakit di kepalanya.


"kau benar benar keras kepala!" sahut Regan lalu menghempaskan tubuh Ana dengan kasar hingga Ana tersungkur ke lantai.


"dasar biadab!! kau memang tidak pantas di sebut pria!!" maki Ana.


"oh kau meragukan ku sebagai pria??" kata Regan dengan sinis nya.


"jika kau benar benar seorang pria, kau tidak akan tega menyiksa seorang wanita dengan kejam seperti ini!" sungut Ana dengan garangnya.


"jadi kau mau membuktikannya??" ujar Regan dengan senyum smirk di wajahnya.


Regan melangkah maju mendekati Ana yang tersungkur di lantai dengan pakaian yang basah kuyup, pakaian itu melekat sempurna membentuk lekukan indah tubuh Ana.


"mau apa kau?" ucap Ana sambil bergeser mundur.


"kenapa? apa sekarang kau takut?" tanya Regan dengan seringai menyeramkan.


"apa yang kau lakukan? jangan mendekat!" teriak Ana berusaha melindungi dirinya sendiri.


"bukan kah kau yang menyuruhku untuk membuktikan apakah aku pria atau bukan!" sahut Regan yang mulai berjongkok, meraih ujung rambut Ana yang basah dan menggulungnya perlahan.


Gulungannya semakin erat membuat Ana terpaksa menggeser tubuhnya semakin dekat dengan Regan, Regan terus menatap tajam ke arah Ana dan Ana tak mau kalah dia pun membalas tatapan tajam Regan.


"berani sekali matamu ini membalas tatapanku?" ujar Regan yang beralih meraba mata Ana yang sedang melotot ke arahnya.


Ana tak bergeming, walau tak di pungkiri hatinya mulai merasakan ketakutan terhadap Regan.


"siapa kau sebenarnya? apa yang kau ingin kan dariku hah??" kata Ana dengan ketusnya.

__ADS_1


"yang aku ingin kan darimu hanyalah kematian mu!" jawab Regan tang menurunkan tangannya membelai pipi mulus milik Ana.


"maka bunuh saja aku sekarang juga!" tantang Ana.


"tidak semudah itu! aku harus membuatmu merasakan sakitnya di siksa sebelum kematian menjemputmu!!!" sahut Regan sambil menyeringai aneh.


"kau benar benar psikopat gila!!!" umpat Ana lagi.


"kau bisa mengumpat sesuka hatimu!! aku tidak peduli!!!" ujar Regan sambil menampar kecil pipi Ana setelah membelainya sejenak.


"dasar manusia biadab!! apa kau manusia?? apa kau terlahir dari seorang ibu??" Ana terus mengumpat meluapkan kekesalannya pada Regan.


Regan yang tadinya berwajah tenang, kini raut mukanya berubah merah padam karena emosi.


"jangan sekali kali kau menyebut nama ibu di hadapanku!! atau kau akan merasakan akibatnya!!!" sungut Regan dengan amarah yang memuncak.


"kenapa?? apa kau malu pada ibumu?? kasihan sekali ibu yang telah melahirkan iblis semacam dirimu!!!" hina Ana yang sengaja memancing emosi Regan.


Regan yang sudah tidak tahan dengan hinaan Ana, langsung menampar keras pipi Ana hingga gadis itu tidak sadarkan diri.


Melihat Ana tidak sadarkan diri, Regan memanggil anak buahnya.


"bawa dia ke gudang itu lagi dan jangan lupa untuk mengikatnya!" titah Regan.


"siap bos!" jawab mereka dengan kompak lalu membopong tubuh Ana menuju ruang pengap tempat awal dimana Ana di sekap.


dasar gadis brengs*k, berani beraninya dia menyebut ibuku!!!


Hari ini Regan hendak kembali ke kota karena sudah beberapa hari ini dirinya meninggalkan perusahaannya begitu saja.


"jaga dia baik baik jangan sampai kabur!" pesan Regan pada anak buahnya sebelum pergi.


Ana samar samar mendengar suara Regan, langsung mendongak.


"hei kau iblis!! lepaskan aku!!" teriak Ana dengan lantangnya.


"tutup mulutmu!!" balas Regan.


"aku tidak akan pernah mengampuni mu jika aku berhasil lolos dari tempat ini!!" ancam Ana.


"kabur lah jika kau bisa!" sahut Regan mencemooh meremehkan ucapan Ana.


"awas saja kau! dasar pengecut! beraninya pada wanita!!!" maki Ana.


"maki saja sesuka hatimu!" sahut Regan lalu bergegas keluar dari tempat pengap tersebut.


Hatinya benar benar terbakar emosi mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Ana.


mulutnya pedas sekali, dalam keadaan sulit pun dia masih bisa mengumpat! cih...

__ADS_1


💢💢💢💢💢💢💢💢💢


Berhari hari sudah Ana tidak bertemu dengan Regan, sepertinya pria itu tidak ada disini,


Berkali kali sudah Ana berusaha untuk kabur namun tidak berhasil, ruangan pengap ini seperti di rancang khusus untuk menyekap orang.


Tidak ada celah sedikitpun untuk bisa kabur dari tempat laknat ini dan Ana pun mulai putus asa.


*Sepertinya aku harus menerima takdirku sebagai tawanan sepanjang sisa hidupku.


Brak*...


Pintu ruang pengap itu terbuka dengan kasarnya membuat Ana terkejut bukan main.


"hei kau gadis bodoh!!! apa kau berhasil kabur?" ucap Regan yang berjalan sempoyongan ke arahnya.


Sepertinya pria kejam ini sedang mabuk berat.


"apa peduli mu hah?? urusi saja dirimu yang menyedihkan itu!!!" jawab Ana.


"haha.. menyedihkan?? aku menyedihkan?? hahaha!!" racau nya sambil tertawa terbahak.


"iya kau menyedihkan!! pengecut!!" maki Ana lagi.


"kau atau aku yang menyedihkan?? lihatlah dirimu yang tidak berdaya!!" balas Regan tak mau kalah.


"tidak berdaya karena kau curang!! kau mengikat tangan dan kakiku seperti ini!!" sungut Ana.


"hei kau... lepaskan ikatannya dan seret dia ke villa!" titah Regan kepada anak buahnya.


Anak buahnya dengan patuh melaksanakan perintah Regan.


Regan sudah berjalan terlebih dahulu menuju Villa dan disusul oleh Ana yang di kawal oleh beberapa anak buah Regan.


Sampai di Villa, mereka menghempaskan tubuh Ana dengan kasar lalu anak buah Regan mengunci mereka berdua dari luar,


Setelah pintu terkunci, tiba tiba lampu padam, suasana menjadi gelap gulita, Regan segera memantik korek api miliknya dan berkeliling mencari lilin.


Sementara Ana mulai merangkak mencari keberadaan pintu keluar tadi.


Regan menemukan sebuah lilin dan menyalakannya, ruangan mulai bercahaya walau remang remang, terlihat oleh Regan, Ana yang tengah memaksa membuka pintu yang terkunci dari luar tersebut.


"apa kau sedang mencuri kesempatan??" sindir Regan sambil mendekat ke arah Ana.


"aku harus keluar dari sini!" sungut Ana.


"lakukan jika kau bisa!" sahut Regan lalu terduduk di sofa dengan lilin yang masih menyala di tangannya.


Sepertinya Regan yang mabuk mulai mengantuk, dia terduduk dengan mata terpejam sempurna, bahkan tidak berselang lama dia mulai mendengkur halus.

__ADS_1


ini kesempatan bagus, aku harus bisa kabur dari tempat ini.


☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️


__ADS_2