
Satu minggu berlalu, Dewita merasa bahagia meskipun ibunya masih mengabaikan dirinya tapi setidaknya berada disekolah membuat nya sedikit terhibur. Meski terkadang kakaknya Anita sering mengganggu dan mengolok olok dirinya saat dirumah atau saat bertemu di area sekolah sekolah. Berbeda dengan Anita, Asmita justru terkesan cuek dan tidak perduli padanya.
Setiap hari Sekolah Dewita selalu menghabiskan waktu istirahatnya di dalam kelas ataupun di taman sekolah.
Dewita tak pernah makan di kantin, Dia selalu dibuatkan bekal oleh mbok Asih. Beberapa teman sekelas yang juga membawa bekal selalu datang dan menemaninya makan dan main bersama.
Hari ini saat Dewita sedang makan tiba-tiba datang seseorang yang mengganggunya. Dia adalah Zeana Afandi sang juara kelas sekaligus ketua dikelasnya. Zeana merasa iri dan tak suka dengan Dewita karna semenjak Dewita datang dia merasa di saingi. Bahkan pujian siswa pintar dikelasnya harus dia bagi dengan Dewita.
Hampir setiap saat disekolah Dewita selalu diganggu oleh Zea.
" hei kenapa kamu selalu menggangguku aku kan tidak pernah mengganggumu ", Tanya Dewita yang keberatan dengan sikap Zea.
" heh cuma anak kampung, kamu tidak menggangguku tapi kepintaranmu itu aku tidak suka, selama kamu datang guru selalu bilang belajar sama Dewita ya, dia itu pintar, cantik beprestasi juga ", ucap Zea.
" Aku gak suka ada yang melebihiku ya, hanya aku yang boleh pintar hanya aku yang boleh juara aku gak mau dikalahin apalagi sama anak kampung kayak kamu ", lanjut Zea dengan mendorong Dewita.
Dewita yang didorong membuat lengannya terbentur kursi taman. Anak lain yang melihatnya mendekat dan melihat Dewita yang kesakitan. Lengannya langsung memar karna terbentur. Dikerumuni orang banyak membuat Dewita ketakutan dan menangis.
" Heh dasar anak cengeng gitu aja nangis ",
__ADS_1
" Dewita mungkin cengeng tapi kamu itu anak jahat tau, aku bakal laporin kamu ke guru ", ucap Anggi teman sebangku Dewita.
"cih laporin aja aku gak takut bweeee, aku kan juara kelas gak mungkinlah aku dihukum ", ucap Zea pergi dengan sombongnya.
Dewita pun di tuntun oleh Anggi dan anak lainnya ke ruang kesehatan. Anggi yang memang tak suka dengan Zea yang selalu bersifat angkuh dan sombong menepati perkataannya untuk melaporkan Zea ke guru.
Guru yang mendengar laporan Anggi segera ke ruang kesehatan dan melihat Dewita, dan benar saja lengan Dewita memerah juga membiru.
Setelah keruang kesehatan sang guru pun masuk ke kelas Meminta Zea untuk ke ruang konseling. Setelah Zea pergi sang guru bertanya pada anak yang lain apa yang terjadi dan semua yang melihat kejadian itu mengatakan hal yang sama bahwa Zea yang datang dan mengganggu Dewita lebih dulu bahkan sampai mendorong Dewita.
Zea yang dipanggil ke ruang konseling merasa sangat kesal karna disana dia merasa bahwa semua guru hanya sayang dan membela Dewita sedangkan dirinya disalahkan. Zea yang kembali kekelasnya tidak menunggu waktu pulang, dia langsung mengambil tasnya dan bergegas pulang dengan supir yang selalu standby di depan gerbang sekolah.
Sedangkan Dewita telah di obati kembali kekelasnya untuk mengikuti pelajaran terakhir sebelum pulang.
" Dew, lengan kamu gimana ",
" masih sakit tapi sudah tidak apa apa kok ",
" ooh, mampir kerumahku yuk main bareng aku juga gak ada teman kalau dirumah ",
__ADS_1
" em maaf anggi Dewita takut sama ibu, nanti ibu marah kalau aku pulangnya telat ",
" yaaah padahal aku tuh pengen banget main sama kamu, aku ada banyak boneka sama mainan tapi temannya gak ada ", ucap Anggi murung.
Dewita yang melihat Anggi murung merasa tidak enak.
" Dew, mau nggak jadi sahabatnya Anggi? ",
" Sahabat? ",
" iyya sahabat, kakak aku bilang sahabat itu teman yang bisa saling berbagi, saling menjaga dan saling menyayangi, mau kan jadi sahabat ku ", ucap Anggi dengan mata yang dikedip kedipkan.
" Katanya tadi gak punya teman dirumah, itu kan ada kakak mu ", ucap Dewita
" Kakakku kan sudah Dewasa, dia udah gak asyik diajak main. ayo Dew kita sahabatan yaaa ya ya ya ",
" hehe iyya deh Dewita juga mau punya teman seperti yang dibilang kakakmu, tapi kenapa dari tadi kamu manggil Dew ? ",
" he he aku suka salah kalau panggilnya panjang suka salah sebut , tapi bolehkan panggil Dew aja lucu tau dengarNya Dewdew ha ha ha", ucap Anggi tertawa.
__ADS_1
Mereka pun bertukar cerita selama perjalanan. Tak lama Dewita pun sampai ke rumah Wati. Anggi pun melambaikan tangannya pamit ke Dewita.
**