Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
Hukuman Dari ibu


__ADS_3

Hampir magrib Dewita dan mbak Titi pulang dari pasar sore. Dewita sangat senang apalagi mbak Titi membelikannya jajanan. Sesampainya dirumah mereka langsung kedapur menata belanjaan mereka ketempat seharusnya lanjut membantu mbok Asih memasak makan malam.


Hampir jam tujuh malam semua pekerjaan mereka selesai. Mbak Titi kini menata makanan di atas meja dibantu oleh Dewita.


Tak lama terdengar deru mobil dari luar. Wati masuk dan langsung memanggil Dewita dengan marah.


" DEWITAAA KEMARI KAMU ",


" DEWITAAAA ",


Dewita yang mendengarnya langsung berlari keluar, Asmita dan Anita pun turun karna mendengar teriakan mamahnya begitu juga dengan Mbok Asih dan mbak Titi.


" Ya allah lindungilah neng Dewita ", gumam mbok Asih khawatir.


Dewita yang telah berada dihadalan wati langsung diseretnya ke gudang. Didorongnya Dewita masuk kegudang lalu dikuncinya dari luar.


" Ibuu, jangan kuncikan Dewita disini bu. Dewita takut ",


" Ibu, salah Dewita apa bu, tolong jangan kuncikan Dewita disini Dewita takut bu ",

__ADS_1


Dewita terus berteriak dan menangis tapi Wati tidak peduli sama kamu.


" ini akibatnya kalau kamu jadi anak yang nakal di sekolah berani mengganggu teman kamu, karna kamu saya terancam kehilangan rekan bisnis yang paling berpengaruh. haah kamu itu memang anak sial selalu mambuat aku susah ", teriak wati dari luar.


Dewita terus menangis didalam gudang memohon untuk dikeluarkan.


" jangan ada yang membukakan pintu anak itu sampai saya sendiri yang membukannya dan jangan diberi makan ataupun minum tanpa saya ijinkan. Jika ada yang melanggar maka akan saya hukum juga dan dia akan saya tambah hukumannya. mengerti ",


Mbok Asih, Mbak Titi, Asmita dan Anita hanya mengangguk patuh. Wati terlihat sangat marah.


Dewita yang mendengar apa yang dikatakan ibunya tambah ketakutan dan berteriak.


" Dia didalam sana dan jangan berisik lagi kalau tidak hukuman kamu akan saya tambah ",


Setelah mengucapkan itu Wati masuk kedalam rumah diikuti Asmita dan Anita. Sedang Mbok Asih dan Mbak Titi mencoba menghibur Dewita dari luar.


" Neng, jangan takut yah. Mbok sama mbak ada di luar kok ",


" Mbok Dewita takut, kenapa ibu marah mbok? ",

__ADS_1


Mbok Asih terus menghibur Dewita hingga dia agak tenang.


Dilantai dua tepatnya dikamar Wati, Asmita dan Anita masuk.


" Mah, kenapa mama sangat marah sama Dewita ?",


" kamu tahu Natasya? Sponsor utama direstoran mama, siang tadi menelfon mama dan mengatakan Dewita telah mengganggu Zea sampai sampai Zea di hukum oleh guru karna cerita bohong Dewita. dan ibu natasya mengancam kalau Dewita mengganggu Zea lagi maka dia akan memutus kontrak kerja sama kami. ",


" Hah, tante Natasya bilang gitu ke mamah, yang ada juga yang aku dengar si zea yang setiap hari membully Dewita hanya karna dia tidak mau ada yang menyaingi kepintarannya dan tadi mah justru Dewita didiring sampai Tangannya memar oleh zea makanya zea di hukum ", jelas Asmita.


Wati yang mendengar itu merasa sedikit bersalah dalam hati.


" Biarin aja sih kak lagian kenapa juga dia itu sok pintar ", ucap Anita.


" mau siapa yang salah mama tidak perduli, kaau itu bertakibat buruk untuk usaha mama maka mama tidak perduli siapa yang salah dan siapa yang benar ",


Asmita yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya dan mrlangkah kembali kekamarnya. Entah mengapa dia merasa bahwa apa yang dilakukan mamahnya itu terlalu berlebihan.


Anita pun ikut keluar dan kembali kekamarnya.

__ADS_1


***


__ADS_2