
Dua hari berlalu..
Hari ini hari minggu. Tak ada yang kesekolah, hanya wati yang tetap ke restoran itupun berangkatnya siang.
Hadiah-hadiah pemberian dari semua tamu pesta ulang tahun Anita masih ada bertumpuk di ruang keluarga.
Karna hari ini mereka tidak ada kegiatan Anita memutuskan untuk membuka semua kadonya dibantu Asmita, wati, mbok Asih dan mbak Titi. Sedangkan Dewita dilarang untuk masuk apalagi menyentuh hadiah-hadiah itu.
Satu persatu hadiah mereka buka. Hingga pada hadiah dari Dewita yang kebetulan dibuka langsung oleh Anita.
" Naaah, ini nih kado dari kakakku tersayang. kira-kira apa yah isinya? ",
Asmita senyum-senyum sendiri melihatnya. akan jadi apa kalau sampai Anita tahu kado itu sebenarna dari siapa.
Dewita yang mengintip di balik tembok berharap jika pemberiannya diterima oleh Anita.
Setelah membuka kadonya, Anita meneliti dengan seksama sebelum akhurnya mengoceh.
" yaaah kalung murahan kayak gini, tega banget sih kak, kayak gak ada jual yang asli aja ", ucap Anita cemberut melihat kalung berwarna kuning emas dengan ukiran nama Anita yang dihiasi dengan permata kecil warna warni.
Dewita yang mendengarnya merasa sedih dan yakin kalau itu akan dibuang Anita padahal itu dibelinya dari uang jajannya setiap hari yang dia sisihkan , tapi dia tetap bersabar ditempatnya untuk melihat sampai akhir.
" jangan gitu, lagian kan kakak mu juga yang berjasa bikin kamu cantik kemarin ",
" iya ih, gak bersyukur. yang kemarin itu mah gak ada apa-apanya dibanding ini. kalau gak mau ya udah sini balikin ", ucap Asmita yang lalu menarik kotak hadiah yang masih dipangku Anita.
" Murah-murah gini ya kualitasnya juga oke, biar pake hari-hari juga gak akan berubah warnanya ", ucapnya lagi dengan ekspresi yang dibuat sedih.
" eh iya deh maaf, jangan diambil lagi.lagiankan itu ada nama ku ",
?
__ADS_1
" beneran mau terima? ",
" iya kakak, tapi pakeee in ", ucap Anita manja
sambil mengedipkan matanya.
Asmita memakaikan kalung itu di leher Anita. Sipemilik asli dari hadiah itu juga merasa bahagia dibalik tembok karna melihat sang kakak mau memakai kadonya walaupun yang mereka tahu itu bukan darinya.
**
Siang harinya..
Setelah makan siang Wati pamit akan berangkat ke restoran. Anita pamit untuk kerumah temannya. sedang Asmita hanya ingin dirumah.
Setelah Wati dan Anita berangkat Asmita ke kamar belakang tepatnya kekamar Dewita.
Tok..
Tok..
Tok..
Dewita berterima kasih karna berkat Asmita kalung pemberiannya dipakai oleh Anita.
" makasih yah kak, berkat kakak pemberianku diterima oleh kak Anita ",
" iyya sama-sama, sudah sana lanjutin belajarnya, kakak mau ke dapur sebentar ",
Asmita kedapur mengambil sesuatu. Dewita duduk melanjutkan belajarnya.
Tak lama Asmita kembali dengan minuman dan beberapa snack ditangannya juga beberapa buah yang dibawa oleh mbak Titi dibelakangnya.
__ADS_1
" loh kakak kembali, banyak sekali cemilannya ",
" iyya sengaja mau temani kamu belajar ",
" makasih kak ",
Dewita terus menatap Asmita yang sedang menikmati cemilannya. yang diperhatikan pun bartanya.
" kenapa liatin kakak begitu? ",
" aku hanya heran kak, kok kakak maj baik sama aku ",
" yah karna kamu adalah adikku ",
" tapi ibu saja tidak mau menerimaku, kenapa kakak mau? ",
" yaaaa karna kamu tetap adik kandungku ",
Dewita yang mendengar jadi bingung sendiri dan memilih untuk melanjutkan tugas nya.
Asmita hanya memperhatikan Dewita belajar juga sesekali sibuk dengan ponselnya sambil tetap menikmati cemilannya.
Beberapa menit berlalu dan Dewita telah menyelesaikan tugasnya. Dia berbalik melihat Asmita masih ditempatnya.
" Kakak masih disini? ",
" iyya, kenapa? gak boleh? ",
" eh bukan gitu kak, boleh kok ",
mereka pun melanjutkan saling bertukar cerita dengan menikmati beberapa cemilan dan buah.
__ADS_1
***