
Disebuah ruangan Wati yang sedang memeriksa berkas laporan keuangan Restaurantnya dikejutkan dengan dering ponselnya. Dia pun mengambil ponselnya dan melihat itu panggilan dari Natasya salah satu rekan bisnis restaurantnya.
" Halo, Selamat siang bu Natasya ",
" Tidak perlu basa basi jeng wati, saya hanya ingin bertanya apa betul Dewita itu anaknya Jeng ?",
" Iya betul bu, ada apa yah apa anak itu membuat masalah pada anda? ",
" Bukan sama saya tapi sama anak saya Zea, dia diganggu oleh Dewita bahkan melaporkan yang tidak-tidak pada guru sampai anak saya dimarahi oleh guru. Awas yah jeng kalau nanti anak jeng masih mengganggu anak saya ,maka saya akan memutus kontrak kerja sama kita ", ucap Mamah zea lalu menutup panggilannya
" halo bu, halo ",
" Ah sial anak itu, baru juga seminggu dia sudah membuat terkena sial lagi. Awas aja pulang nanti akan aku beri hukuman padanya ", ucap Wati marah.
**
Dewita dirumah sudah selesai dengan berganti pakaiannya dan menuju dapur untuk makan siang.
" Mbok Asiih ",
__ADS_1
" Eh neng Dewita sudah pulang, pasti lapar yah, udah sana tunggui d gazebo biar mbok ambilin makanan yah ",
" makasih mbok, Dewita sayang sama mbok ", ucap dewita memeluk mbok Asih lalu beranjak menuju gazebo.
Setelah beberapa saat Mbok Asih pun datang dengan makanannya.
" Neng makan yang banyak yah, tadi sekolahnya gimana lancar ",
" iya mbok tapi tadi aku di ganggu lagi sama zea sampe didorong liat nih mbok lenganku masih sakit tapi gak apa-apa kok Dewita kan anak kuat ", ucap Dewita tersenyum yang membuat semua giginya terlihat.
" looh iya ini sampe biru lengannya neng ",
" ngak papa kok mbok, eh tapi Dewita juga tadi dapat sahabat mbok namanya Anggi, dia juga teman sebangku Dewita mbok ",
Tak terasa makanan Dewita sudah dihabiskannya. Mbok Asih pun membereskan tempatnya dan menyuruh Dewita masuk kekamar dan istirahat.
Dewita pun menurut tapi sebelum istirahat tak lupa dia menunaikan solat dzuhurnya.
Tak berapa lama Dewita menikmati tidur siangnya pintu kamarnya di gedor oleh seseorang. Dia pun bangun dan membuka pintu, ternyata itu adalah Anita.
__ADS_1
" Kak Anita, ada apa kak? ",
" Sini loh ikut gue ",
" Aduh kak jangan ditarik, tangan Dewita sakit kak ",
Anita tak peduli dengan teriakan Dewita dia tetap menariknya ke halaman depan.
" Tuh liat motorku kotor banget iuh, sekarang lo cuciin ntar gue mau pake ",
" Tapi kak, tangan Dewita lagi sakit ",
" gue gak peduli, awas aja loh kalo gak bersih ",
Dewita pun hanya mengangguk patuh karna takut dengan Anita. Kakaknya yang satu itu sangat kasar dan seenaknya. Berbeda dengan Asmita yang selalu cuek bahkan tak peduli dan tak pernah bicara dengan Dewita.
Hampir setengah jam Dewita membersihkan motor kakaknya. Setelah selesai dia pun kembali ke kamarnya untuk istirahat. Mbok Asih, Mbak Titi hanya bisa diam menyaksikan Apa yang dilakukan Anita pada Dewita karna jika mereka membantu maka Anita akan makin mempersulit Dewita.
Tak terasa waktu ashar telah tiba. Dewita pun beranjak dari kasurnya dan menunaikan ibadahnya. Selepas solat ashar pinta kamarnya kembali diketuk, ternyata itu mbak Titi yang datang mengajaknya kepasar sore untuk berbelanja kebutuhan yang habis.
__ADS_1
Dewita dengan senang hati ikut dengannya. Hanya dengan Mbok Asih, mbak Titi dan teman sekolahnya yang baiklah Dewita bisa merasakan kebahagiaan seperti waktu masih bersama sang nenek.
**