Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
Pesta ulang tahun Anita


__ADS_3

Acara sudah dimulai, Wati juga sudah hadir bersama dengan teman-teman arisan, teman kerja juga beberapa karyawan restoran.


" Makasih yah mah, mamah memang the best deh kalau ulang tahunku ",


" iya sayang pokoknya nikmati acaranya yah ",


" hmm andai saja papa juga disini pasti aku sangat bahagia, ini semua karna si Dewita itu ",


" sudah-sudah jangan rusak riasanmu dengan wajah cemberut. sudah sana sama temanmu ",


Anita melangkah dengan berat dan mencoba untuk tersenyum. Dari kecil dia sslalu mendengar tentang kehancuran rumah tangga ibunya sejak kehadiran sang adik bungsu. itulah yang membuat dia sangat membenci Dewita.


Berbeda dengan Asmita yang saat itu usianya memang sudah bisa mengerti tentang masalah orang Dewasa, Awalnya dia juga mengira itu karna Dewita. Tapi pemikiran itu berubah setelah dia menemukan sesuatu dikamar Dewita sewaktu dewita masuk rumah sakit.


Kembali kepesta..


Asmita yang menjadi pengarah acara membuka suara dan memanggil Anita untuk memulai Acara.


Anita pun mendekat dengan percaya dirinya dan berdiri dengan sebuah kue tart 3 tingkat dihadapannya Disambut musih juga lagu selamat ulang tahun untuknya dari tamu-tamunya.


" Happy birthday Anita "


" Happy birthday Anita "


" Happy birthday, happy birthday, happy birthday Anita ",


lagu itu menggema hingga terdengar didalam kamar Dewita dengan Dewita yang sedang duduk menggenggam kotak hadiahnya yang ragu apakah akan dia berikan atau tidak.


Setelah menyanyikan lagu ulang tahun, Anita pun meniup lilin dan mulai memotong kue dan membagikannya. Tak lupa dia juga menyuapi kue untuk mamah dan kakaknya.


Asmita memperhatikan sekitarnya mencari Dewita tapi tak dilihatnya. Dia pun bergeser dan menghampiri mbok Asih untuk bertanya. Setelah mendengar penjelasan mbok Asih,dia pun kembali ke tempat semula mengambil piring lalu memotong besar kue Anita. Anita yang melihatnya pun menghampiri Asmita.


" heh kue ku itu kak, mau diapain sih banyak gitu ",


" eh kamu lupa yah mulut kakakmu ini kuat ngemil,lagian kuenya enak buaaanget ",


lalu mendekat dan berbisik di telinga Anita


" ini mah gak ada apa-apanya sama gaun yang kamu pakai itu "


Sontak Anita langsung menutup mulut Asmita. Bisa malu dia kalau sampai teman-temannya tau.


Asmita berlalu dengan tawanya. Dia ingin memberikan potongan kue itu untuk Dewita. Setelah memastikan tak ada yang melihatnya, dia pun melangkah kekamar Dewita dan masuk tanpa mengetuk pintu.


Dewita yang sedang menggambar terkejut melihat Asmita masuk.

__ADS_1


" kakak kok disini, perlu bantuan? ",


" ah iya nih, kakak perlu bantuan hehe bantuin makan cake ini ",


" waaah kayaknya enak, tapi kak itukan kue kak Anita nanti kalau tahu aku bisa di omelinya ",


" udah makan aja, Anita gak akan tahu ", ucapnya tersenyum.


" ya udah terima kasih yah kak ", ucap Dewita tersenyum sambil mengambil kue itu.


Setelah Dewita menerima kuenya, Asmita beranjak ingin kembali ke pesta agar Anita dan mamahnya tidak curiga.


Sebelum membuka pintu, sekilas dia melihat kotak hadiah di atas tempat tidur Dewita.


" ituu, kado untuk Anita ya? ",


Dewita berbalik dan melihat arah telunjuk Asmita.


" ah iya kak tapi gak jadi, paling juga langsung dibuang sama kak Anita ",


" udah sini, gak akan dibuang yang penting jangan kasih nama ",


Asmita mendekat dan membuka kotak itu. setelah membersihkan jejak-jejak Dewita dia merapikannya kembali lalu melangkah keluar. sebelum membuka pintu dia berbalik dan memastikan pada Dewita.


" em gak papa kan kalau kakak mengakui kadomu ini biar Anita mau mengambilnya ",


" iya kak gak papa kok yang penting kak Anita mau terima ",


Asmita pun melenggang keluar dan kembali ke pesta.


Anita yang melihat Asmita datang bertanya dengan curiga.


" kakak dari mana saja? ",


" Dari kamar nyimpan kue, kalau disimpan di kulkas dapur nanti kakak kecolongan lagi ",


" hmm, kirain dari kamar belakang ",


" kenapa berfikir gitu? ",


" habisnya aku lihat kakak kayak perhatian juga gak pernah tuh ku libat marah sama dia ",


" huh sudahlah, nih kado untuk mu ", ucap Asmita dengan menyodorkan kado dari Dewita tadi dan Anita pun menerimanya dengan senang hati.


" mending kamu temuin tuh teman-teman kamu, apalagi si ono noh dari tadi ngelirik terus ",

__ADS_1


" ish kakak jangan keras-keras bicaranya, nanti mama dengar ",


Anita meninggalkan Asmita untuk menemui teman-temannya.


Asmita yang merasa bosan ingin kembali kekamar tapi diurungkannya saat mendengar namanya dipanggil seseorang.


" Asmita, sini sebentar ", panggil wati.


" iyya mah, ada apa? ",


" enggak mamah cuma mau kenalin kamu keteman-teman mamah karna selama ini mereka akrabnya cuma sama Anita yang kadang ikut ke acara-acara mama ",


" oh gitu, ya sudah ayo ",


Asmita dan Wati menghampiri para ibu-ibu yang merupakan teman-teman wati, ada teman Arisan, teman kerja, juga beberapa tetangga.


" Inikah yang kamu bilang anak pertama mu wati ", ucap salah satu teman wati.


" eh iya jeng ini anak pertama saya ", ucap wati tersenyum.


Semua memuji Asmita cantik juga sopan. Sampai salah seorang dari mereka menanyakan tentang Dewita yang membuat Wati kebingungan.


" oh iya jeng, dengar-dengar dari anak saya disekolah kamu masih ada anak yg SD yah. Apa itu benar? ",


" ahh, eem iya jeng benar, hanya dari bayi memang di asuh sama neneknya ",


" ooooooh ", jawab ibu-ibu itu serentak.


" lah terus anaknya mana jeng? ",


" eh ituu, diaa ", Wati bingung menjawab apa.


" emm adik saya lagi di kamarnya bu, istirahat lagi kurang enak badan ", ucap Asmita.


Wati merasa sedikit lega karna Asmita membantunya menjawab pertanyaan itu. Dia pun berharap mereka tak bertanya lagi.


" ooh kasihan, semoga cepat sembuh yah ",


" iya semoga cepat sembuh ",


" Aamiin, terima kasih jeng ", ucap Wati.


" sudah, silahkan dinikmati hidangannya ",


Asmita pamit pada wati dan yang lainnya untuk kembali kekamar dengan alasan masih ada tugas sekolah. Dia tetap didalam kamar dan baru turun kembali saat acara sudah selesai.

__ADS_1


***


__ADS_2