Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
Kembali bersekolah


__ADS_3

Hari ini Dewita kembali memulai aktivitasnya disekolah. Sudah cukup dua hari ini dia istirahat. Beruntung dia sakit di hari jumat jadi dia tidak terlalu banyak ketinggalan pelajaran.


Kedatangan Dewita di tatap dengan kebencian oleh beberapa teman sekelasnya. Siapa lagi kalau bukan zea dan beberapa pendukungnya Rasti, Mita dan Rifda.


Lain halnya dengan Anggi, Dia sangat gembira melihat Dewita.


" Aaaaaaa Dewdew, kangen banget tau sama kamu ", ucap Anggi.


" Iyya aku juga sama ",


Mereka berpelukan seperti teletubies.


Zea yang melihat itu merasa muak dan mengajak ke tiga temannya itu ke kantin.


Dikantin zea menumpahkan kekesalannya pada sebungkus roti yang tidak bersalah.


" iiiih kesel kesel kesel, kenapa sih mami gak buat Dewita pindah sekolah atau di pindahin ke kelas lain ",


" Dari pada tu roti di bejek bejek mending siniin deh biar ku makan, kan kasihan rotinya jadi ancur tak berbentuk gini ", ucap mita


mita yang anaknya memang agak laload juga yang paling bodoh dikelompok itu mengambil roti yang digenggam zea lalu menatapnya dengan sedih.

__ADS_1


Mita bisa sekelas dengan Zea karna orang tuanya merupakan kepala sekolah di sekolah mereka.


" iih mending rotinya yang aku bejek dari pada kamu yang aku bejek emang mau? ", ucap zea sambil memandang kesal pada mita.


" Tapi zea kok kamu gak suka sama Dewita sih padahal dia kan gak ada apa-apanya dibanding kamu, kenapa harus takut? ucap Rasti yang diangguki Mita dan Rifda.


" Yaaah, tapi kalian sadar gak sih guys, semenjak dia datang guru-guru tuh selalu muji muji dia, aku itu gak suka disaingi, aku juga gak suka dikalahkan. gak ada yang boleh merebut gelar juaraku termasuk dia ", ucap zea kesal.


" Iya deh iya ratu pintar ", ucap Mita dengan nada mengejek tapi tak dihiraukan oleh zea.


Tak lama mereka mengobrol bel tanda masuk berbunyi. mereka berempat bergegas kembali kekelas dan mengikuti pelajaran.


Lain halnya dengan Dewita yang hanya mendengar, menulis dan mengamati penjelasan guru.


Bukan karna apa, dia sudah diwanti-wanti oleh wati sebelum berangkat ke sekolah.


" Jangan pernah mencari masalah dengan Zea, saya gak mau tahu kamu harus mengalah pada zea. kamu harus selalu ada dibawah zea. kalau kamu sampai mencari gara-gara sama zea, saya akan hancurkan rumah nenek kamu dikampung ",


Itulah ancaman yang didapat dari ibunya. Setiap hari hanya itu yang dibahas oleh ibunya.


Dewita melamun memikirkan perkataan ibunya yang bertentangan dengan perkataan neneknya.

__ADS_1


" Kamu harus membuktikan dirimu nak, jangan pernah mengalah pada hal yang tak seharusnya membuat kamu mengalah. kamu harus jadi anak yang baik, berbakti dan pintar. jadilah anak berprestasi agar nenek dan orangtuamu bangga saat menyebut namamu di depan orang banyak. Jadilah orang yang berbudi pekerti luhur nak, jangan mudah menyerah dalam hidup. buktikan dirimu bisa ",


Bukan dongeng yang biasa dia dengar jika ingin tidur saat masih bersama nek Ida tapi petua dan nasehat lah yang biasa diucapkan nek ida sebelum dia tidur.


" Dewita "


" Dewita "


" Dewita ",


Dewita yang masih melamun tak mendengar saat dirinya dipanggil oleh guru, hingga bahunya di tepuk oleh Anggi baru Dewita tersadar.


" ah iya bu, maaf ",


" Kalau masih kurang sehat kamu beristirahat diruang kesehatan saja dulu, Anggi tolong antar dan temani Dewita yah. kembalilah kekelas jika sudah merasa baikan ",


" baik Bu, terima kasih.


Anggi mengantar Dewita keruang kesehatan. Dewita selalu terlihat murung. Sesampainya diruang kesehatan Dewita duduk di pinggir tempat tidur diruangan itu. Anggi yang melihatnya tidak tahan untuk tidak bertanya tapi bukannya jawaban malah tangisan Dewita yang dia dapat. Anggi pun memeluk Dewita dan menenangkannya.


***

__ADS_1


__ADS_2