
Tiba jam pulang Dewita yang sudah membereskan peralatan sekolahnya langsung ditarik oleh Anggi.
" Dewita cepat yok nanti kang cilok sama batagornya keburu pulang ",
Dewita yang ditarik hanya diam dan mengikuti sahabatnya itu. Tiba digerbang Anggi yang memang tukang makan langsung memborong semua sisa cilok dan batagor yang ada disana.
" kang ini ciloknya sisa berapa ",
" sekitar 60ribuan neng ",
" yaudah bungkusin semuanya kang tapi bagi dua yah kasi dua kantong ",
" oke ",
" kang kalau akang batagornya sisa berapaan ",,
" Sisa 20 ribuan neng ",
" bungkus semuanya juga kang bagi dua yah kasi dua kantong ",
" oke neng ",
Dewita yang melihat hanya geleng-geleng kepala. Anggi yang memang jika membeli sesuatu pasti tak lupa yang untuk Dewita juga.
" Dew, beneran gak mampir ke rumah ",
" em maaf yah nggi, lain kali yang kemarin aja seperti biasa dapat cacian dari mamah ",
" Maaf yah Dew karna main kerumah malah kamu kena marah ",
" Gak apa kok nggi udah biasa "
Setelah mendapat yang dia beli, tak lupa 1 kantongan dia berikan pada Dewita.
" Makasih yang gi, maaf gak bisa mampir. Titip salam buat Ayah, Bunda sama kakak ",
" Oke Dew, hati-hati yah ",
Dewita pun pulang dengan naik ojek. Sesampainya dirumah hanya Ada mobil Asmita yang terparkir.
__ADS_1
" Assalamu alaikum, Dewita pulang ",
" Waalaikum salam, eh sini dek ", ucap asmita yang ternyata ada diruang tamu.
" Kakak gak ke salon ",
" bentaran lagi, kakak sengaja nungguin kamu mau kasih ini ",
" Waaah bajunya bagus banget kak, makasih yah ", ucapnya memeluk Asmita.
" Iya, maaf yah Dew kakak dengar kemarin kamu dimarahi mamah lagi. sabar yah Dek suatu saat pasti mamah akan sayang sama kamu ",
" Aamiin kak ",
" Yasudah kakak mau kesalon yah, kamu baik-baik dirumah. kalau ada apa-apa kabari yah ",
" ok kak ",
Asmita berjalan keluar, Sedangkan Dewita berjalan menuju kamarnya. Setelah berganti pakaian Dewita kedapur mengambil piring dan meletakkan batagor dan cilok yang diberikan Anggi kemudian berjalan ke gazebo untuk memakannya bersama Cia.
" Ciaaaa dedew pulang ",
" Cilok batagor sayang ",
" waaaah horeee "
Dewita dan Cia memakan cilok dan batagor itu bersama sampai habis. Setelah habis dia menemani Cia bermain. Sekitar jam 3 sore terdengar Deru mobil di luar. Ternyata Anita yang pulang dan sepertinya sedang marah.
Anita masuk kerumah tanpa mengucapkan salam dan akata apapun tapi dia langsung memanggil Dewita.
" DEWITAAAA "
" DEWITAAAAA MANA KAMU KELUAR SINI ",
Dewita yang mendengarnya menyuruh Cia masuk kekamar lalu berlari menuju Anita.
Saat sampai di depan Anita, belum sempat dia bertanya tamparan sudah dilayang Anita ke wajahnya.
..plakk....
__ADS_1
Dewita memegang pipinya dengan hati berdebar.
" lo mau balas dendam ke gue hah ",
" bukannya pujian yang gue dapat dari apa yang loe kerjakan malah gue dapat malu ",
" Kenapa lo sampai ngerjain tugas yang salah, gara-gara loe, gue jadi bahan tertawaan dikelas ",
" Maaf kak, semalam aku lupa ngerjain karna ketiduran. itu subuh baru aku kerja karna buru-buru makanya salah. maaf kak Dewita gak maksud balas dendam. Dewita gak dendam sama kakak ", ucapnya dengan suara bergetar.
" Aah bulshit loh, pokoknya aku gak terima dipermalukan. loe harus terima akibat dari apa yang loe lakuin ke gue. Tunggu disini ",
Anita yang marah berjalan kekamarnya. Tak lama dia keluar dengan sekeranjang pakaian kotor.
" Nih lo cuciin baju gue dan gak boleh pakai mesin, harus pakai tangan dan gak boleh ada yang bantuin loh ",
Dewita mengangkat keranjang itu dan berjalan keruang cuci. Terlihat Anita memasang kamera disana.
" awas kalau ada yang bantuin loe berikutnya hukumannya akan jauh lebih berat dari ini ",
Dewita hanya mengangguk pasrah dan mulai mencuci. Sesaat kemudian Mbok Asih datang dan melihat Dewita mencuci dan bermaksud membantunya.
" ya Allah neng kan ada mesin cuci kenapa pake tangan ",
" tugas dari kak Anita mbok ",
" ya sudah sini mbok bantu ",
" Eh jangan mbok nanti hukumanku ditambah ",
" kak Non Anitanya juga gak liat ",
" Dia memang gak lihat mbok, Tapi tadi kak Anita masang kamera. udah yah mbok mending kerjain pekerjaan yang lain yah mbok. ini Dewita bisa sendiri kok ",
" yasudah neng, semangat yah ",
" iya mbok makasih yah ",
Mbom Asih pun meninggalkan Dewita walau berat. Setelah hampir 2 jam Dewita selesai mencuci dan sekarang dia harus menjemurnya. Baru selesai menjemur Anita datang kembali dan menyuruh Dewita mengerjakan hal lainnya.
__ADS_1