Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
merasa terabaikan


__ADS_3

Tiga jam lebih sudah Wati mengemudi. Dia mulai merasa lelah dan lapar. Setelah menemukan warung makan dia pun berhenti dan membangunkan Asmita dan Anita yang tertidur.


" Asmitaa, Anitaa ayo bangun nak. kita singgah mengisi perut dulu ",


" hooaaaam, makan yah mah ayok aku juga udah lapar nih ",


Dewita yang mendengar mereka berbincang pun ikut terbangun. Dia melihat sekeliling dan menyadari bahwa mereka sekarang ada di sebuah warung makan. Dewita yang juga sudah lapar pun ingin ikut turun tapi belum juga di pindah ke kursi tengah Ibu dan kakaknya sudah turun dan langsung menutup pintu mobil, dan yang membuatnya sedih Wati langsung mengunci mobilnya seakan akan dia lupa bahwa Dewita masih di dalam.


" Buu.. ibu.... Dewita ikut buu, Dewita juga lapar ",


" ibuuuuu, huuu huuu huuuu, ibuuuu Dewita gak bisa keluar ",


Dewita menangis melihat ibunya masuk ke rumah makan dengan santai tanpa memperdulikan dirinya.

__ADS_1


Beruntungnya karna Ac mobil dinyalakan jadi Dewita tidak kepanasan.


Dewita yang didalam mobil pun memegangi perutnya yang kelaparan. Dia pun kembali ke kursinya di belakang. Tak sengaja dia melihat bingkisan yang di berikan oleh bu Eti sebelum berangkat. Dewita pun mengambil dan melihat isinya. Senangnya hatinya ketika melihat itu berisi beberapa kue, cemilan dan sebotol minuman.


" Terima kasih bu Eti, kalau bukan bu Eti mungkin Dewita akan pingsan karna kelaparan ", ucap Dewita senang.


Sedangkan di dalam warung makan Wati,Asmita dan Anita makan dengan enaknya.


" mah, apa gak apa-apa Dewita kita tinggalin dia di mobil?, kalau dia pingsan karna pengap gimana mah ", ucap Anita.


" Udah tenang, mama cuma gak mau makan sama dia saja, gak akan pingsan kok mama udah nyalain AC juga kaca pintu tempat anita gak sampe nutup rapat ",


mendengar ucapan Wati, Asmita dan Anita pun melanjutkan makannya.

__ADS_1


Sekitar setengah jam Wati, Asmita dan Anita pun menyelesaikan acara makan dan istirahatnya. Mereka pun kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan tak lupa Wati membelikan air botol dan juga roti untuk Dewita ,takut kalau Dewita pingsan dan dia harus mengurusnya.


Saat masuk kemobil dia melihat Dewita yang tertidur di kursi belakang.


" Heh bangun ,ini kamu makan jangan sampai kamu pingsan ", ucap wati membangunkan Dewita.


" Terima kasih bu ", ucap Dewita.


Mereka pun melanjutkan perjalanan yang masih harus ditempuh kurang lebih 2 jam. Dewita yang selalu diabaikan memilih melihat ke arah jendela mobil. Termenung merindukan sang nenek. Dia merasa sangat pilu selama bersama sang nenek dia tidak pernah merasa terabaikan seperti ini. Nenek sangat menyayanginya.


" Nenek, apa nenek melihatku sekarang? , aku sangat merindukan nenek, kenapa ibu sepertinya tidak menyukaiku?, bukannya nenek selalu bilang kalau ibu sangat sayang padaku hanya saja di sibuk bekerja, nenek apa kau membohongiku ", ucap Dewita dalam hati.


Dewita yang merasa lapar lagi mengambil roti yang di belikan oleh ibunya meskipun tidak membuat kenyang setidaknya bisa mengganjal rasa lapar di perutnya.

__ADS_1


Setelah menghabiskan rotinya Dewita pun kembali melihat jalanan, melihat pemandangan kota yang belum pernah dilihatnya.


Selama ini nenek tidak pernah mengajaknya jika ingin ke kota selalunya hanya dititipkan ke bu Eti. karna hal itu juga lah yang membuat Dewita sangat dekat dengan bu Eti apalagi Bu Eti memang sangat menyukai anak anak.


__ADS_2