Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
Bertemu ibu untuk pertama kalinya


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu, pemakaman Nek Ida telah selesai. Wati dan warga lain tengah menyiapkan pengajian untuk Nek Ida saat malam nanti.


Dewita karna lelah fisih dan psikisnya karna kehilangan sang nenek tertidur sangat lama. Hingga Bu Eti menyadari bahwa Dewita bahkan belum makan apapun dari pagi tadi.


Melihat sebentar lagi masuk waktu magrib Bu Eti membangunkan Dewita.


" Dewita ayo bangun nak, sudah mau magrib loh. gak baik tidur magrib nak ",


Dewita pun terbangun dan langsung menanyakan sang nenek.


" Bu Eti, kenapa disini ?, nenek mana ? ",


Bu Eti menangis mendengar apa yang dikatakan Dewita.


" Iya nak , ibu sedang berkunjung. ayo Dewita bangun dan mandi setelah itu makan, ibu sudah masak telur balado kesukaan Dewita ",


Dewita pun beranjak dan masuk ke kamar mandi, tak lama dia pun keluar dan menghampiri Bu Eti yang masih duduk dikamarnya sambil menangis.


" Bu kenapa di luar terdengar ramai dan ibu kenapa menangis, tadi juga Dewita sempat melihat ibu-ibu yang mirip dengan foto ibu ku yang selalu ditunjukkan oleh nenek, apaitu ibunya Dewita yang mengunjungi Dewita, apa karna itu diluar banyak orang ",

__ADS_1


Bu Eti yang mendengarkan banyaknya pertanyaan Dewita tambah menangis. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan.


" Sudah nak nanti ibu beri tahu yah, sekarang Dewita sebaiknya berpakaian. itu pakaiannya sudah ibu siapkan setelah itu Dewita keluar yah untuk makan ",


Meski Dewita heran melihat Bu Eti yang sudah dia anggap seperti ibu sendiri itu menangis tapi dia mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi.


" ya sudah bu, ibu berhenti dong nangisnya, Dewita kan juga jadi ingin menangis ",


" Dewita sholat magrib dulu yah bu baru keluar makan, mending ibu Eti tunggu di luar takutnya juga di cariin nenek ", ucap Dewita tersenyum dan belum mengingat apa yang terjadi beberapa jam yang lalu.


Bu Eti keluar dengan tangisnya. Tak kuasa dia menceritakan apa yang terjadi. apa jadinya nanti Dewita jika mengingatnya.


" Neek, nenek dimana?, Dewita lapar nek.. ",


warga yang datang untuk pengajian menatapnya dengan iba. Tapi tidak dengat Wati ibu kandungnya. Tatapannya pada Dewita penuh kebencian. Begitupun tatapan kedua kakak perempuannya Asmita dan Anita yang terlihat tidak menyukainya.


" Nak kemarilah ", panggil wati


" Nak Ini Ibu, ibu yang telah mehirkan mu", lanjutnya.

__ADS_1


Dewita yang mendengarnya langsung menoleh mencari neneknya tapi tak kunjung dilihatnya, Dewita pun menoleh pada Bu Eti yang dibalas dengan anggukan.


Dewita mendekat dengan ragu namun langsung ditariknya dia dan dipeluk oleh sang ibu yang selama ini dirindukannya diikuti oleh Asmita dan Anita.


Para warga yang menyaksikan itu mengucapkan syukur karna melihat Wati sepertinya sudah berubah dan mau menerima Dewita, putri yang pernah dia buang ketempat sampah.


" Maafkan ibu yah nak, selama ini ibu tidak pernah datang melihat kamu dan juga tidak pernah memberi kabar. kesibukan ibu demi mengubah nasib agar bisa membawamu hidup dengan nyaman serta kakak kakakmu membuat ibu tidak punya waktu ",


" Dewita mengerti kok bu, nenek selalu bilang itu sama Dewita. Dewita senang sekali rasanya akhirnya bisa dipeluk oleh ibu ", jawab Dewita dengan mata berkaca kaca dan hati yang berbunga bunga.


Warga yang menyaksikan itu ikut terharu tapi tidak dengan Ibu Eti. Entah mengapa dia merasa bahwa Wati tidak ikhlas dengan perkataannya mengingat waktu dia datang dia tak mau melihat wajah putrinya yang sudah 10 tahun tak pernah dilihatnya. Bahkan saat Dewita tertidur karna lelah jangankan datang menengok ke kamar menanyakan keadaannya saja tidak pernah.


" Tapi Bu, nenek dimana ?, ini pasti acara untuk menyambut ibu yang baru datang kan tapi kenapa dari tadi Dewita tidak melihat nenek ",


Perkataan Dewita membangunkan bu Eti dari lamunannya.


" Ini itu bukan acara penyambutan kami, ini itu acara pengajian nenek yang meninggal. Baru juga tadi siang dikuburkan sudah lupa saja ", kata Asmita dengan nada malasnya.


Deg..

__ADS_1


Dewita terpaku mendengar perkataan sang kakak. Ingatannya seketika bekerja, mengingat bagaimana sang nenek yang tiba-tiba merasakan sakit di dadanya, sampai akhirnya sang nenek yang dibawa pulang oleh ambulance dan dinyatakan meninggal dunia.


__ADS_2