
Tak terasa kini mentari telah berganti jadi bulan. Segala persiapan mbok Asih juga telah selesai. kini jam menunjukkan pukul tujuh malam dan terlihat bebrrapa orang mulai datang.
Mendengar bel pintu berbunyi Anita keluar dari kamarnya dan berjalan menuju pintu untuk memperailahkan teman-temannya masuk.
Sebelum membuka pintu Mbok Asih menegur Anita.
" Non, maaf non tapi apa pakaiannya tidak salah,itu terlalu terbuka non bagaimana nanti reaksi Ibu jika melihat non Anita dengan pakaian itu ", ucap mbok Asih khawatir.
" ck, udah mbok, mbok gak usah banyak bicara ini hidupku jadi jangan mengaturku lagi pula mamah juga lagi keluar kota. dan ingat jangan pernah mengadu pada mamah ", ucap Anita dengan wajah kesal dan nada mengancam.
Mbok Asih yang melihat dan mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tak ingin berlarut dengan pikirannya dia pun beranjak kedapur dan mulai menyajikan makanan dan minuman yang telah dibuatnya.
" Mbok, mbak maaf Dewita gak bantu angkat kedepan yah, takut kak Anita keberatan kalau Dewita dilihat sama temannya ",
" ah iya Dew, gak apa-apa kamu mending sama Cia saja ",
" iya mbak ",
__ADS_1
**
Hampir jam 11 malam Dewita yang sudah berada dikamarnya terbangun dan merasa haus. Melihat Botol air minumnya kosong Dewita pun beranjak keluar menuju dapur untuk mengisi botolnya. Terlihat Ruang tamu sudah sepi dari tamu-tamu Anita. Hanya terlihat Mbok Asih, Mbak Titi dan mas Adi yang sedang membereskan sisa-sisa acara itu. Dewita pun mengurungkan niatnya kembali kekamar dan memilih ikut membantu mereka membereskan sisa acara. Saat sampai di ruang tamu Dewita sangat terkejut melihat kekacauan yang ada.
" astagfirullah, mbok, mbak, mas kok jadi gini ",
" iya neng, tadi sebelum mereka bubar sempat terjadi pertengkaran dua laki-kak teman non Anita ",
" aduuh, tapi mbok gimana jelasinnya sama mamah nanti, apalagi itu guci mahal mamah, meja kaca juga bahkan sofanya mbok, ada robekan ", ucap Dewita khawatir.
" hem iyya Dew, sekarang kita harus bersihin ini dulu ",
" hemm iya mbok, mbak. terus kak Anita nya mana? ",
" kayaknya tadi udah naik kekamar Dew setelah ngusir tamunya, kayaknya tadi marah banget tapi mbak gak jelas masalahnya apa ",
" hem iya mbak, sekarang Dewita cuma khawatir soal mama ini ",
__ADS_1
Sedikit demi Sedikit mereka mulai membersihkan area itu, beberapa cangkir, piring pecah dan juga kue berhamburan dilantai. di lantai terlihat bercak darah sofa robek, bahkan guci dan meja kaca juga pecah. mana lagi karpet bulu yang terlihat kotor karna tumpahan minuman.
Yang paling dikhawatirkan Dewita adalah meja kaca dan guci milik wati. Pasti wanita paruh baya itu akan sangat marah.
Setelah hampir 2 jam akhirnya pekerjaan mereka di ruang itu selesai.
" Ini sofanya biar besok mas tanyakan ke temannya mas siapa tau bisa selesai sebelum ibu pulang ", ucap Mas adi pada ketiga perempuan yang bersamanya.
" hem iya nak semoga saja bisa yah ", ucap mbok Asih.
" Entah apa yang mereka pertengkarkan sampai rumah kacau begini yah mbok ", ucap mbak Titi
" mana mbok tau, kan tadi sama kamu di belakang, kesininya pas musiknya berhenti terus non Anita teriak-teriak ngusir temannya ", ucap mbok Asih.
Semua hanya menghela nafas lesu sambil mendiskusikan bagaimana menangani semuanya.
***
__ADS_1