
Matahari menyapa Mengisyaratkan bahwa pagi telah datang.
Dewita dan mbak titi bersiap siap sambil menunggu dokter datang. Infusnya pun sudah dibuka oleh suster subuh tadi.
Mbok Asih yang dirumah setelah menyiapkan sarapan juga bersiap untuk menjemput Dewita. Sebelumnya dia pun sudah memberi tahu Wati. Mbok Asih yang mengharapkan Wati mau ikut menjemput Dewita harus menelan kekecewaan karna wati menolaknya.
Setelah merasa cukup mbok Asih pun berangkat. Tak lupa dia juga mampir membelikan makanan untuk Dewita.
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan mbok Asih sampai dirumah sakit dan langsung keruangan Dewita.
" Assalamu alaikum neng sayangnya mbok ",
" Waalaikum salam mbok ", ucap Dewita dan mbak Titi
" Dokter sudah datang tadi yah? ",
" Belum mbok, mungkin sebentar lagi ", ucap mbak Titi.
" oh kalau gitu nih makan dulu mbok tadi singgah belikan kalian makan sama kue ",
" yeey, aku mau kue aja mbok ",ucap Dewita.
" eh makan nasi dulu baru kuenya ",
" mau kuenya aja mbok, tadi Dewita sudah dikasi bubur sama susternya ",
" ya sudah ini di makan kuenya ",
" Waaaah brownis cokelat keju, Dewita suka banget mbok ", ucapnya dan langsung melahap kuenya.
Mbok Asih dan mbak Titi merasa senang melihatnya. Tak lama mereka berbincang Dokter datang untuk memeriksa Dewita.
" Waaah, udah sehat ini yah, makan kuenya sampai semangat gitu. kita periksa dulu yah cantik ", ucap dokter diangguki oleh Dewita.
" hmmm ini udah baikan, sudah bisa pulang. Tapi ingat yah jangan biarkan perutnya kosong terlalu lama ",
" Ini obat silahkan ditebus di apotik rumah sakit. Selesaikan Administrasi setelah itu sudah bisa pulang ",
__ADS_1
" baik dokter ",
" baik kalau begitu saya permisi ya, sehat sehat yah cantik ", kata dokter sembari membelai rambut Dewita.
Mbak Titi pergi menebus obat juga mengurus administrasi rumah sakit. Sedang Mbok Asih dan Dewita tetap menunggu dikamar.
Sekitar tigapuluh menit akhirnya Mbak Titi kembali.
" huh, antrian di apotik bikin mbak laper lagi deh ",
" hehe, nih mbak makan kue biar laparnya berkurang ",
" Waaah, benar nih. duuuh mbak jadi terharu deh ", ucap mbak Titi dengan mengedip kedipkan matanya.
" ha ha ha, mbak lucu deh kalau matanya digituin ",
" ya sudah ayo mau pulang gak nih? mbak sudah selesai ",
" ayok mbak Dewita juga bosan disini ", ucap Dewita semangat.
Mbak Titi menenteng tas dan beberapa kantong cemilan. Dewita di tuntun oleh Mbok Asih.
Menjelang dzuhur mereka baru sampai di rumah. Terlihat Asmita melihat kedatangan mereka dari Tangga atas dengan seulas senyum tipis.
" Ayok neng Dewita langsung kekamar saja yah istirahat mbok mau masak untuk makan siang dulu untuk nom Anita sama non Asmita nanti ",
" iyya mbok, Dewita ke kamar yah mbok ",
" aku antar Dewita dulu baru bantu yah mbok ",
" iyaa ti ",
Dewita dan mbak Titi meninggalkan mbok Asih di dapur. Saat membuka pintu kamarnya mata Dewita berbinar bahagia melihatnya. Kamar yang tadinya dengan cat putih yang kusam kini berganti dengan warna pink , seprei yang tadinya hanya seprai lusuh begitu juga selimutnya kini berganti menjadi warna biru dengan motif Doraemon ditambah dengan beberapa boneka di atas kasurnya.
Dewita langsung berlari ke arah dapur dan memeluk mbok Asih dengan senangnya.
" Mbok terima kasih, terima kasih, terima kasih, Dewitaa sayang sama mbok terima kasih juga sudah sayang sama Dewita ",
__ADS_1
" Lah kenapa ini neng kok tiba-tiba terima kasih begitu, mbok sayang sama Neng tulus sayang ",
" makasih yah mbok, makasih juga karna sudah hias kamarnya Dewita bahkan membelikan seprei sama selimut Doraemon kesukaan Dewita ",
" haah, maksudnya teh apa neng, mbok gak ngerti ",
Dewita bingung mendengar mbok Asih berkata begitu. Dia pun menarik mbok Asih ke kamarnya. Titi yang masih menganga di depan kamar dikejutkan oleh mbok Asih.
" Loh Ti kok masih berdiri disini? ",
" Itu mbok, itu mbom yang bikin kan? ", sela dewita sambil menjmunjuk kedalam kamarnya.
" Waaah kamarnya jadi cantik yah neng, tapi bukan mbok ini yang bikin ",
" loh kalau bukan mbok terus siapa dong?, apa mungkin ibu? ",
Mbok Asih dan mbak Titi saling memandang.
" mungkin saja, sudahlah nanti saja kalau ibu datang baru ditanya sekarang mending neng Dewita istirahat gih ", ucap mbak Titi dibalas anggukan oleh Dewita.
Setelah memasukkan barang yang dari rumah sakit mbok Asih dan mbak Titi kembali kedapur.
" Itu benar bukan mbok yang buat ", tanya Titi
" Iyya bukan, kalau seprei sama selimut mbok bisa sih ganti tapi kalau dindingnya mbok mah gak bisa pasang yang begituan bisanya mah pakai cat itu pun paling catnya gak rata ",
" loh kalau bukan mbok siapa dong ",
Sebelum dijawab oleh mbok Asib Asmita tiba-tiba menyela.
" Udah-udah gak usah dibahas lagi nanti ketahuan mamah bisa dapat masalah ",
Mbok Asih yang mendengar merasa curiga.
" Apa itu kerjaan non Asmita? ",
" emmm tau deh, kerjaannya Doraemon mungkin ", ucapnya dengan senyum misterius lalu mengambil air es dan menuju ruang tv.
__ADS_1
Mbok Asih dan mbak Titi hanya memandang nonanya dengan bingung.
**