
Hilman argantara.
Seorang siswa yang baru dipindahkan kesekolah Dewita. Dia merupakan anak salah seorang pemilik perusahaan properti terbesar dikota itu. Dia dipindahkan dari sekolah lamanya karena menghajar salah seorang guru dikarenakan telah melecehkan salah seorang siswi disana. Meskipun dia membela kebenaran namun caranya yang dianggap bar-bar membuatnya dikeluarkan.
Papa Hilman merupakan keturunan Indonesia-belanda sedangkan mamah nya merupakan keturunan cina. Perpaduan kedua orang tuanya terlihat jelas pada wajahnya yang tampan juga kulitnya yang putih bersih Dengan rambut hitam khas orang indonesia.
Dari awal masuk dia sudah jadi perhatian para siswi disana. Dia sudah terbiasa dengan keadaan itu meski tetap merasa risih. Saat orang tuanya mengurus segala berkasnya yang lumayan rumit dikarenakan dia masuk saat semester terakhir, Sang ketua osis sekolah itu datang dan diminta mengajak Hilman berkeliling mengenali lingkungan sekolah.
" Hi, kenalin aku Renata sanjaya, panggil Rena saja ",
" oke, aku hilman",
" yuk, Hari ini aku siap jadi tour sekolah untukmu ",
Hilman hanya mengangguk dan mulai mengikuti kemana Rena membawanya. setelah hampir setengah jam berkeliling jam Istirahat pun tiba. Dia mengajak Renata untuk kekantin mengisi perutnya.
Tiba di pintu masuk kantin Renata tiba-tiba menggandeng tangan Hilman. Hilman yang melihatnya menatap dengan tajam pada Renata tapi yang ditatap pura-pura tidak melihat.
__ADS_1
Setelah memesan makanan mereka pun memilih tempat duduk. Renata tak pernah melepaskan gandengannya bahkan ketika duduk. Dengan sedikit paksaan Hilman melepas tangan Renata.
" maaf tapi saya merasa risih ",
Renata yang mendengarnya mencebik kesal tapi itu tak menyurutkan semangatnya mendekati Hilman.
Hilman menatap sekeliling, dilihatnya semua siswi yang ada disitu melirik dan membisikkan tentang dirinya lain dengan para siswa yang memandang kesal padanya. Bahkan siswi yang di samping mejanya menatap tak berkedip dengan senyum memuja. Tapi berbeda dengan satu siswi disitu yang justru tetap asyik dengan makanannya. Dia merasa penasaran karna gadis satu itu lain. Hilman pun berdiri dan berpindah tempat ke samping Anggi. Anggi yang melihatnya merasa lemas tak percaya dan langsung mengajak Hilman berkenalan.
" Hai, aku Anggi ", ucapnya mengulurkan tangan.
Setelah berkenalan Anggi sedikit merasa tenang tapi masih terus menatap tangannya.
" Hai, aku Hilman ", ucap Hilman dengan mengulurkan tangannya pada Dewita.
" oh iya Dewita ", ucapnya menyambut uluran tangan itu sejenak lalu melepaskannya dan kembali kemakanannya.
Renata yang melihat tatapan Hilman berbeda pada Dewita juga beranjak dan duduk disamping Dewita.
__ADS_1
Dewita yang melihat itu hanya menarik nafas pelan. Dia tahu pasti Renata akan menyebutnya menggoda lagi seperti 1 tahun lalu yang membuatnya hampir jatuh dari lantai dua gedung sekolah karna di dorong Renata hanya karna laki-laki yang dia taksir malah menyukai Dewita.
" Hil, makanannya sudah datang, makan yah setelah itu kita kembali ke ruang kepala sekolah ",
" oke ",
Mereka pun makan begitu juga Anggi yang baru memakan makanannya juga Sedang Dewita justru sudah selesai.
Belum Selesai makan Bel masuk sudah berbunyi dan itu membuat Anggil mengomel karna makanannya belum habis tapi sudah masuk.
" Makanya kalau makan tuh makan aja, lagian tiap hari juga akan kamu liat kok tu orang ",
" Hilman, Dewita namanya tuh Hilman ",
" iya Deh iya, udah jangan ngomel entar pulang sekolah kan masih bisa jajan di depan sekolah kalau kang cilok sama batagornya masih ada ",
" hah iya deh, moga aja masih ada masih pengen makan soalnya ", ucap Anggi dengan manjanya.
__ADS_1