Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
Tak boleh makan bersama


__ADS_3

Setelah berberes kamar Mbok Asih menyuruh Dewita agar membersihkan diri terlebih dahulu sedang dia dan Mbak Titi harus kedapur untuk menyiapkan makanan untuk makan malam.


Dewita yang sudah membersihkan dirinya pergi ke dapur menghampiri Mbok Asih dan mbak Titi.


" Mbok masak apa? ", tanya Dewita


" eh neng Dewita ,mbok lagi masak Kari ayam kesukaan ibunya Dewita bentar lagi selesai ini ",


Dewita yang ingin membantu dilarang oleh Mbok Asih. Dia hanya boleh duduk dan menyaksikan mereka memasak.


Setelah masakan selesai, Mbak Titi menyusun makanan di meja makan sedang Mbok Asih membersihkan peralatan masak yang mereka gunakan tadi.


Saat jam menunjukkan pukul 7 malam Wati, Asmita dan Anita pun turun untuk makan malam.


Dewita yang melihat mereka duduk dimeja makan juga datang untuk ikut makan. Bukannya makanan yang dia dapat justru dia malah dimarahi oleh wati.


" Eh eh ,mau ngapai kamu duduk disitu ?",


" Dewita mau makan juga bu, Dewita lapar ",


" Mbook mbook ",

__ADS_1


Mbok Asih yang mendengar namanya dipanggil bergegas datang menemui majikannya itu.


" iyah Bu, ibu manggil saya? ", tanya mbok Asih.


" mbok apa mbok lupa apa yang saya bilang tadi? saya tidak mau kalian anggap anak itu majikan ,dia itu setara sama kalian jadi tolong tunjukkan dimana harusnya dia makan ", ucap wati kesal.


" e em , maaf kan saya bu ",


Mbok Asih pun berbalik dan mengajak Dewita untuk makan di Gasebo belakang depan kamar mereka.


" Tapi mbok Dewita mau makan sama ibu sama kakak kenapa gak boleh ", tanya Dewita tak mengerti.


Sebelum mbok Asih menjawab, Wati langsung menjawabnya.


mbok Asih yang mendengarnya langsung menggendong Dewita dan membawanya kebelakang.


" Mbok kenapa ibu bilang tidak sayang sama Dewita, apa Dewita nakal mbok makanya ibu tidak suka? , Dewita mau pulang saja mbok ke rumah nenek Dewita rindu sama nenek sama bu Eti mereka tidak pernah marah sama Dewita ", ucap Dewita yang mulai menangis.


Mbok Asih dan Mbak Titi yang mendengarnya merasa sangat kasihan. Anak sepuluh tahun itu harus menghadapi kebencian dari orang yang telah membawanya kebumi ini.


" Mbok Asih sayang kok sama neng Dewita ",

__ADS_1


" Iya mbak Titi juga sayang, Dewita gak nakal kok ,mungkin Ibu lagi banyak masalah makanya marah marah terus, orang dewasa emang biasanya gitu ",


" sudah sudah , mending sekarang kita makan yah nanti makanannya dingin. Dewita gak usah sedih lagi mulai sekarang ada Mbok dan mbak Titik yang akan sayang sama Dewita ",


Dewita pun mengangguk dan menuruti Mbok Asih untuk makan.


Setelah selesai makan Mbok Asih menyuruh Dewita beristirahat.


" Dewita berani tidak tidur sendiri ,kalau gak berani nanti mbak Titi temani deh ",


" Dewita berani kok mbak ,nenek sudah mengajari Dewita agar berani tidur sendiri karna Dewita kan sudah besar jadi harus berani ", ucap Dewita tersenyum.


Dewita melangkahkan kaki ke kamarnya sedang Mbok Asih dan Mbak Titi membereskan bekas makan majikan dan juga dapur sebelum akhirnya mereka beristirahat juga.


Dewita yang berada didalam kamar mengambil sebuah bingkai foto yang didalamnya ada fotonya bersama dengan sang nenek.


" assalamu alaikum nenek, Dewita sekarang ada dirumah ibu nek, liat kamar Dewita cantikkan?? tadi mbak Titi yang mengaturnya ", ucap Dewita tersenyum yang tak lama berubah sendu.


Dewita berbaring dengan memeluk foto sang nenek.


" Dewita rindu nek, Dewita mau sama nenek aja ",

__ADS_1


Dewita terus mengigaukan itu sampai dia benar benar terlelap dalam tidurnya.


**


__ADS_2