
Sampai dirumah Dewita langsung masuk kekamarnya untuk mengganti baju. Selesai mengganti bajunya Dewita keluar dan menuju dapur. Disana dia bertemu dengan Anita. jujur Dewita sangat jengah melihat Anita, meski begitu dia tetap berusaha bersikap baik.
" Mbok Asih belum pulang? ",
" emp sepertinya belum kak, apa kakak butuh bantuan ",
" gak, nanti saja kalau mbok Asih pulang bar kamu bantu. aku mau ngadain pesta dirumah nanti malam mumpung kak Asmita dan mamah lagi keluar kota ",
Dewita yang mendengar hanya mengangguk dan tetap melanjutkan Aktifitasnya memasak mie instan untuk makan siangnya.
" Tapi awas kalo lo sampe bilang sama mamah sama kakak ", ucap Anita lagi.
" iya kak ",
Setelah mengucapkan itu Anita keluar menuju mobilnya dan meninggalkan rumah. Sebenarnya Dewita heran karna Anita sudah tidak pernah lagi memintanya mengerjakan tugasnya. tapi itu juga tak masalah karna dengan begitu Dewita bisa beristirahat dengan tenang dikamarnya kala malam.
Setelah memasak Mie instan itu, Dewita menaruhnya kedalam mangkuk dan membawanya kedalam kamar. Dia ingin makan dan juga menyelesaikan suratnya.
Setelah beberapa saat mangkok yang dibawanya kedalam kamar sudah tandas isinya. Dewita pun menarik kotak surat dan membukanya. Sisa surat Bu Eti yang belum dia buka.
__ADS_1
" Assalamu alaikum..
Nak Dewita, Maaf ibu juga mencampurkan surat ibu dalam kotak titipan nenekmu.
Ibu sangat sedih mengetahui ibumu yang akan membawamu kekota. tapi ibu juga sadar ibu tidak bisa berbuat apa nak.
Nak Selama ini Ibu selalu berkomunikasi dengan Ayahmu tapi ibu tidak pernah mengatakan pada siapapun karna ayah mu melarang.
Nak jika nanti kamu telah Dewasa kembalilah keDesa. Ayahmu punya Titipan pada ibu tapi ibu tidak berani memberikannya diusia kecilmu takut ibumu menyalahgunakannya. maaf bukan ibu mau ikut campur tapi itulah pesan Ayahmu.
Ibu tunggu kedatanganmu yah nak. nanti ibu jelaskan saat kamu sudah disini dengan umur yang lebih Dewasa.
Salam sayang dari Bu Eti "
" Hah, Bu Eti bikin penasaran saja. Tapi titipan apa? kenapa ayah tidak mau mamah tahu hal itu? dan juga kenapa ayah bisa berkomunikasi dengan bu Eti tapi tidak dengan mamah? ",
" Hah, rasanya kepalaku pusing memikirkannya. biarlah waktu sekolah tidak lama lagi. Setelah kelulusan baru aku akan berkunjung ke Desa. aku juga sudah rindu dengan rumah nenek. Semenjak kesini aku sama sekali tidak diizinkan kesana ", gumam Dewita.
Pusing dengan semua pikirannya Dewita memutuskan kedapur membawa bekas alat makannya. Saat didapur,terlihat dipintu depan Mbok Asih telah datang juga mbak Titi dan Cia Sibocah Kecil yang cerewet.
__ADS_1
Terlihat belanjaan mereka lumayan banyak. Setelah sampai didekatnya Dewita langsung bertanya.
" Mbok belanjanya banyak sekali, tidak biasanya? ",
" Iya neng, itu non Asmita, eh salah non Anita maksudnya, katanya nanti malam teman-temannya mau datang jadi disuruh masak ini itu ",
" ooow, ya sudah Dewita bantu yah mbok kebetulan Dewita juga gak ada kerjaan ",
" iya neng ",
" Dedew, Cia rindu sama Dedew ",
" ck, rindu tapi ninggalin dedewnya lama banget ", ucap Dewita pura-pura ngambek.
" Abis nenek sakit katanya kalau Cia pergi nanti tambah sakit jadi yasudah Cia tunggu sampai sembuh deh neneknya ",
" oh gituy yah, jadi sekarang neneknya Cia sudah sembuh ",
" hehe iya dedew alhamdulillah nenek sudah sembuh ",
__ADS_1
" Yasudah ayo lita bantu mbok sama ibu masak masak dulu yah nanti baru cerita-cerita lagi ",
" oke dedew ", ucap Cia sambil menaikkan jari jempol kecilnya.