
Keesokan paginya Wati memberikan kunci gudang pada mbok Asih. Dia juga meyuruh mbok Asih untuk mengajari Dewita agar tidak pernah mumbuat masalah disekolah. kalau perlu tidak usah berteman katanya.
Setelah itu Wati pun berangkat kerja. Tak lama Anita pun turun sarapan dan juga langsung berangkat kesekolah. Sedang Asmita tetap dirumah karna merasa tidak enak badan.
Setelah pekerjaannya selesai Mbok Asih pun bergegas membuka pintu gudang. alangkah terkejutnya Mbok Asih melihat Dewita yang meringkuk di atas kasur lusuh yang ada gudang wajahnya pucat dan juga tubuhnya menggigil padahal dia memakai selimut yang cukup tebal yang memang ada lemar gudang.
" Neng, bangun neng, ini mbok Asih. Ayo kita keluar neng ",
Dewita tidak merespon bahkan membuka matanya.
Mbok Asih menyentuh Dahi Dewita yang terasa sangat panas. Dia pun memanggil Mbak Titi agar memindahkan Dewita kekamarnya.
Mbok Asih bergegas masuk kerumah dan menghubungi Wati.
tuuut
tuuut
tuuut
" ya, haloo "
" Halo, ini mbok Asih bu, ini bu Dewita Demam tinggi bu, badannya juga sangat lemah ",
wati yang mendengar disana sejenak terdiam
" bu, halo bu, ",
__ADS_1
" *Eh, iya mbok. sudah di kompres aja terus kasi obat penurun panas nanti juga baik sendiri. sudah saya tidak punya waktu ",
tiiiit*.
Mbok Asih yang mendengar terdiam dan menghela nafas. Dalam hatinya kok setega itu majikannya sama anak kandung sendiri.
Tak ingin berlama-lama mbok Asih segera mengambil obat penurun panas lalu membuat kompresan.
Sudah empat jam lebih setelah Dewita minum obat penurun panas juga di kompres tapi panasnya tak turun-turun.
Mbok Asih masuk ke rumah dan berniat menelfon Wati kembali, tapi sebelum Mbok mencapai telefon rumah dia di hentikan oleh Asmita yang memang hari ini tidak kesekolah karna sedang tidak enak badan juga.
" mbok kalau mau telfon mamah lebih baik gak usah. Belum tentu mamah mau peduli ",
" Nih ada uang, mbok langsung bawa Dewita saja kerumah sakit ", ucap Asmita.
" Sudah gak usah banyak tanya, cepat saja bawa Dewita ke rumah sakit ",
" Baik non, terima kasih. kalau gitu mbok pergi yah ",
Mbok Asih pun bergegas ke belakang dan menyuruh Titi memesan taksi online untuk membawa Dewita ke Rumah sakit.
Tak lama taksi online yang mereka pesan datang. Mbak Titi menggendong Dewita naik ke mobil.
Sebelum mobil berangkat, terdengar suara Asmita berteriak dari dalam rumah.
" Mbok mbok tunggu ",
__ADS_1
" Mbok jangan lupa yah, mbok jangan cerita ke mamah kalau aku yang kasi uang ke mbok untuk bawa Dewita ke rumah sakit ",
" oh iya baik non kalau begitu kami pergi dulu ",
Asmita pun melangkah masuk ke dalam rumah dan kembali kekamarnya.
Dirumah sakit, Dewita langsung diperiksa oleh Dokter.
Dewita mengalami dehidrasi ringan, juga sedikit tertekan. Dokter menyarankan untuk tetap dirumah sakit sampai Dewita sadar baru bisa diputuskan apa bisa pulang atau lanjut rawat inap.
" Mbok, mending mbok pulang aja biar Titi yang jaga Dewita ",
" ya sudah, mbok pulang dulu takutnya nanti ibu pulang. Tolong kabari mbok kalau neng Dewita sadar yah nak ",
" iyya mbok, hati-hati dijalan yah mbok ",
Mbok Asih pun pulang naik taksi. Sampai dirumah Asmita menanyakan keadaan Dewita.
" Mbok udah pulang, Dewita gimana? ",
" Neng Dewita tadi di infus non, katanya Dehidrasi dan juga psikisnya sedikit tertekan. Tinggal tunggu neng Dewitanya sadar baru bisa di putuskan boleh pulang atau menginap ",
" oh iyya mbok, ya udah aku ke kamar lagi yah mbok. ingat yah mbok jangan bilang ke mamah kalau aku yang kasih uang untuk ke rumah sakit ",
" iya non siap ",
***
__ADS_1