Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
31


__ADS_3

Setelah beberapa saat pelajaran pertama pun selesai. Tiba waktunya pelajaran kedua, akan tetapi guru nya hari ini tidak masuk dikarenakan sakit. Jadilah mereka semua keluar kelas. Ada yang menuju kekantin ada juga yang keperpustakaan. Untuk Dewita dan Anggi sendiri mereka memilih keperpustakaan.


Diperpustakaan Anggi langsung memilih novel kesukaannya sedangkan Dewita mengambil buku pelajaran. Saat sedang asyik membaca tiba-tiba Hilman datang dan langsung duduk disamping Dewita.


Dewita hanya melirik sebentar lalu melanjutkan aktivitasnya kembali. Anggi yang menyadari kehadiran Hilman langsung menutup Novelnya lalu menyapa Hilman dengan sedikit berbisik.


" Hai, disini juga ",


" Iyya nih tadi maunya kekantin tapi malas ditempelin terus ",


" Hah ditempelin apa? Dibadan kamu kayaknya gak ada apa-apa deh ",


Dengan menahan tawa Hilman menjawabnya


" Bukan ditempelin sesuatu tapi ditempelin Renata ",


" ooooh kenapa gak suka kan biasanya cowok suka ditempelin cewek cantik ", ucap Anggi dengan menaik turunkan alisnya.


Belum Hilman menjawabnya Dewita langsung menegur mereka.

__ADS_1


" ekhem ekhem, kalau mau cerita diluar aja gih ganggu yang baca tau. apalagi noh kayak gak pernah liat laki-laki saja ",


Sontak Hilman dan Anggi melihat sekelilingnya dan ternyata para siswi yang berada disitu berkumpul hanya untuk melihat Hilman. Bahkan meski sudah di tegur oleh pengawas perpustakaan mereka peduli.


Setelah 1 jam lebih bel tanda istirahat berbunyi. Kini Dewita, Anggi dan Hilman berjalan bersama kekantin.


Jujur Dewita merasa Risih berjalan dengan Hilman karna gara-gara itu mereka jadi pusat perhatian. Hilman berjalan diapit oleh Dewita dan Anggi. sesampainya dikantin Saat ingin duduk tiba-tiba ada seseorang yang mendorong Dewita hingga dia jatuh tungkurap dan hampir membentur meja. Hilman yang melihatnya ingin membantu Dewita tapi tangannya langsung ditarik oleh seseorang yang ternyata itu adalah Renata. Hilman menatap tajam ke Renata tapi yang ditatap malah acuh.


Dengan Kasar dilepaskannya genggaman tangan Renata lalu Hilman menghampiri Dewita yang sudah dibantu Anggi. Anggi yang melihat Renata ingin mencaci tapi langsung ditahan oleh Dewita.


" udah gi gak usah, mending kita pervi cari tempat duduk lain ",


" Tapi Dew, dia itu udah keterlaluan ",


Dewita lalu menarik tangan Anggi untuk mengambil pesanan mereka dan mencari tempat duduk lain. Hilman yang melihatnya tak memperdulikan Renata. Dia tetap mengikuti Dewita dan Anggi.


Renata yang melihatnya tetap nekat berlari menghampiri Hilman. Hilman yang merasa risih dengan Renata langsung berbalik dan menegur Renata.


" jika ingin mengikutiku lebih baik jangan. Aku tidak suka dengan wanita genit dan agresif ",

__ADS_1


Renata yang mendengarnya langsung berdiam diri dan tak lagi mengikuti Hilman. Tapi itu membuatnya merasa marah, merasa bahwa itu semua karna Dewita lagi.


" aaaah, kenapa sih semua yang ku sukai tak ada yang menyukaiku malah menyukai perempuan itu. awas saja akan kuberi pelajaran dia nanti ",


Renata yang malu karna ditolak keberadaannya oleh Hilman memilih kembali keruang Osis. Jabatan ketua Osis nya pun bisa dia dapat karna Dewita yang menolak untuk mengmbil jabatan itu. Dewita menolak bukan karna tak mau, sebenarnya dia mau akan tetapi Wati yang tak mengizinkannya dan mau tak mau Dewita harus mematuhinya.


Diruangan itu dia hanya duduk merenung sambil memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dua orang sahabatnya juga tak bisa di andalkan karna mereka takut mencari masalah disekolah sampai lulus nanti. sudah banyak masalah yang mereka dapat karna Renata yang selalu membuat ulah. Bahkan Renata dan dua sahabatnya itu sudah diberikan surat peringatan yang menegaskan jika sekali lagi mereka membiat masalah maka jabatan anggota osis mereka akan dicabut dan yang terburuk langsung dikeluarkan dari sekolah tak perduli meski sudah berada di semesater akhir masa sekolah mereka.


Karna kesal tak mendapat solusi Renata mengacak dan mendorong semua barang yang ada didepannya. Sahabatnya Mita yang melihat itu menegurnya.


" Rena sudahlah, jangan buat masalah dulu nanti saja setelah ujian baru kau buat masalah ",


" Mita, aku tu kesel tau gak kenapa sih, apa sih bagusnya Dewita sampai semua yang aku sukai malah menyukai Dewita ",


" Wajah cantikan aku, penampilan bagusan aku, body bagusan aku, ya kalau masalah otak okey dia diatas aku tapi yang lainnya aku diatas dia ",


" Satu hal yang kamu gak sama kayak Dia Rena. Kamu itu orangnya emosian, egois dan agresif. dan yang paling membuat mereka yang sudah kamu kejar ilfiel itu sifat agrasif kamu. kamu dimata mereka itu perempuan tak tahu malu Rena karna kamu mengejar mereka secara terang-terangan ",


" hanya playboy sama lelaki mata keranjang Rena yang suka sama perempuan agresif ",

__ADS_1


Renata tercengang mendengar apa yang dikatakan Mita. Ya, dia mengakui bahwa selama ini dia memang terlalu agresif.


Sebenarnya Mita tak ingin mengucapkan itu tapi dia juga jengah. jujur dia sendiri malu jika melihat kelakuan Rena yang selalu menempel pada cowok yang disukainya bahkan terkadang melakukan hal yang kasar pada perempuan-perempuan yang menurutnya menjadi saingannya.


__ADS_2