Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
membaca surat Ayah


__ADS_3

Dewita terus mengurung diri dikamar, hanya keluar saat ingin mengambil makanan juga air. Sebenarnya dia tidak sakit, dia hanya merasa tidak bersemangat melakukan apapun.


Dewita melirik jam dan ternyata sudah jam 2 siang. Dewita beranjak dari pembaringan dan ingin kedapur. Dilihatnya mbok Asih sedang membuat kue bolu.


" Mbok bikin kue ",


" eh Dewita, iya neng ini tadi ibu suruh bikin katanya pengen makan bolu ",


" emmm, ada lebihnya gak mbok ",


" neng mau juga ",


" Hehe iyya mbok, abis baunya menggugah selera ",


" ya sudah sini aja duduk dekat mbok, ini lebihnya banyak kok ",


" wah beneran mbok ",


Dewita duduk dan menikmati bolu buatan mbok Asih. Ditengah keasyikannya terdengar suara Anita memanggilnya. Dewita yang mendengar bergegas menemuinya.


" Ada apa kak ",


" Bikinin aku jus jeruk sama bolu yang dibikin mbok Asih, bawakan kekamar. GAK PAKE LAMA ",


Dewita tak menjawab dan langsung kedapur menyiapkan pesanan Anita. Setelah lengkap dia bergegas mengantarkan kekamar Anita.


" kak ini Dewita ",

__ADS_1


" masuk aja gak di kunci ",


Dewita membuka pintu dan meletakkan Jus dan bolu itu di atas meja. saat hendak keluar Anita menegurnya.


" berkas yang dikasi mamah sudah kamu tanda tangani? ",


" soal itu belum kak ",


" kenapa sih belum, harusnya kamu tau diri dong. tinggal disini juga kamu itu gak dianggap. mending cepat tanda tangani tetus pergi dari rumah ini ",


" aku tanda tangani pun juga belum bisa membuatku pergi kak, disurat itu jelas tertulis bahwa surat itu baru sah digunakan saat aku berumur 18 dan itu masih beberapa bulan lagi ", ucap Dewita.


Setelah mengucapkan itu Dewita mrlangkah meninggalkan kamar Anita tanpa peduli pada Anita yang terus memanggil juga memakinya.


Entah kenapa Anita sangat tidak menyukai dirinya padahal selama ini dia selalu menurut apapun yang diminta Anita. Dia selalu berusaha bersikap baik meskipun berkali-kali Anita menghinanya.


" hah, setelah tahu dia punya banyak warisan dari nenek sekarang dia jadi berani melawanku, padahal sebelum-sebelumnya mau ku apakan pun dia tidak pernah membantah ",


" pokoknya kamu harus pergi dari rumah ini, aku akan melakukan apapun agar kamu pergi dan tidak mengambil kasih sayang semua orang dariku, aaaaaaaaaah ",


teriak Anita sembari mengacak-acak tempat tidurnya.


**


Dewita yang kembali kedapur mengambil beberapa kue bolu juga minuman untuk dia bawa kekamarnya.


" Mbok ini Dewita bawa kekamar yah mbok, maaf gak bantu Dewita baru ingat ada tugas sekolah mbok ",

__ADS_1


" iyya neng gak apa-apa ini juga sudah mau selesai ",


" iya mbok makasih yah ",


Setelah berbicara dengan Mbok asih, Dewita mengambil sepiring bolu dan minumannya masuk ke dalam kamar. Diletakkannya bolu dan minuman itu dimeja lalu Dewita mengambil kotak pemberian neneknya. didalam kotak itu ada beberapa surat dari ayahnya disertai dengan nomor. Diambilnya sepucuk surat dari dalam kotak itu. disampulnya tertulis


" Surat 1 :untuk Anak bungsuku ",


Perlahan Dewita membuka surat itu dan membacanya.


..." *Untuk puteri bungsuku "...


Assalamu alaikum Nak..


Begitu bahagianya Ayah mendengar kamu telah lahir tapi juga bersedih mendengar perlakuan ibumu terhadapmu.


Maafkan Ayah karna Ayah kamu mendapatkan perlakuan buruk dari ibumu.


Beberapa saat lalu setelah berkali-kali ayah berusaha akhirnya ayah bisa mendapatkan kontak nenekmu dan bisa menghubunginya.


Saat kamu membaca surat ini entah sudah berapa usiamu nak.


Ayah sangat ingin mengunjungi mu tapi ayah tidak bisa.


Maafkan ayah yang tak bisa berbuat apa-apa tapi doakan ayah agar suatu saat kita bisa bertemu.


oh iya ayah memberikan nomor disetiap surat ayah agar kamu dengan mudah menyambungkan cerita ayah

__ADS_1


..." Dari ayah yang menyayangimu* "...


__ADS_2