
Hari berlalu minggu, bulan dan tahun pun berganti.
Tak terasa kini Dewita sudah berusia 17 tahun. Anita tengah melanjutkan pendidikannya di salah satu Universitas di kota itu. Sedangkan Asmita sudah menyelesaikan pendidikannya dan kini sedang merintis bisnisnya di bidang kecantikan.
Meski sudah beberapa tahun mereka tinggal bersama tapi perlakuan Wati dan Anita masih sama. masih belum menerima Dewita dengan tulus. Memang kadang Wati menunjukkan kasih sayang nya pada Dewita tapi itupun hanya di saat Dewita mengikuti beberapa lomba yang juga di hadiri oleh pak Ardan pengacara sang nenek. selain itu dia bersikap acuh tak acuh bahkan kadang terbilang kasar dan menyakitkan hati Dewita.
Sedangkan dengan Asmita dia sudah akrab dengan Dewita. Dia sangat menyayangi adik bungsunya itu meskipun tanpa sepengetahuan Wati dan Anita. Selama ini tak terhitung usahanya untuk membuat mamah dan adiknya itu untuk bisa ikhlas dan menerima Dewita tapi semua tidak berhasil.
Persahabatan Dewita dengan Anggi pun juga bertahan sampai sekarang dan mereka masih satu kelas. Satu hal yang berbeda, sejak SMP hingga sekarang Dewita selalu menunjukkan kemampuannya karna tak ada zea lagi. setelah lulus SD Zea ikut orang tuanya keluar kota dan melanjutkan pendidikannya disana.
Mbak Titi pun kini telah menikah bahkan sudah memiliki anak yang berumur 5 tahun. Meski begitu dia tetap tinggal dirumah Wati bersama mbok Asih sebagai seorang ART sedang suaminya Adi menjadi supir Wati.
Senin pagi..
Dewita yang memang sedang datang bulan terbangun dengan terburu-buru. Sesuatu yang dia kerjakan sampai lupa waktu semalam membuatnya bangun terlambat.
Dengan tergesa-gesa dia bersiap ke sekolah karna hati ini ada ulangan pagi. Dia bahkan tak sempat sarapan karna itu. beruntung mbok Asih sudah menyiapkannya bekal.
" Mbok, mbak, mas aku berangkat yah ", sambil menyalami tangan mbok Asih, mbak Titi dan mas adi.
__ADS_1
" Sarapan dulu Dew ",
" gak sempat mbak, aku ada ulangan pagi. aku berangkat yah ",
" eh eh tunggu neng, ini bawa bekal saja ",
Dewita berlari kembali dan mengambil bekal yang disiapkan oleh mbok Asih.
" makasih mbok sayang ",
Dewita berlari keluar karna ojek online yang di pesannya pun sudah datang. sebelum melewati pintu gerbang Anita memanggilnya.
" oh ada sama mbok Asih kak, aku buru-buru ",
" hey tapi kan ...."
Belum selesai Anita bicara, Dewita sudah berlalu dengan ojek onlinenya. Hal itu membuat Anita kesal karna merasa diabaikan.
" awas aja kamu nanti pulang aku balas. enak saja main pergi aku belum selesai bicara ",
__ADS_1
Anita mengomel sambil berjalan menuju Dapur untuk menemui mbok Asih.
" Mbok.. Dewita ada nitip sesuatu gak? ",
" oh iya non ada, sebentar saya ambilkan ",
Mbok Asih berjalan kekamar Dewita dan mengambil beberapa buku lalu kembali kedapur.
" Ini non ",
Anita mengambil Buku itu lalu berlalu kembali kekamarnya tanpa mengucapkan terima kasih. melihat itu mbok Asih hanya menggelengkan kepalanya. Anita memang tumbuh menjadi sosok yang manja dan terkesan sombong juga angkuh berbeda dengan Asmita dan Dewita yang memiliki sifat sopan santun.
Dikamarnya, Anita membuka semua buku yang dia ambil dari mbok Asih. Dia tersenyum puas dan bergumam melihat semua tugasnya sudah beres.
" ok karna tugasku sudah kau kerjakan semua dan jika semua jawabanmu ini memuaskan dosenku maka aku tidak akan menghukummu soal tadi ",
Ternyata yang membuat Dewita tidur kemalaman adalah tugas kuliah Anita. Anita bukan termasuk murid yang pintar. Selama ini tugas-tugasnya selalu dari contekan teman ataupun dibantu Asmita. Tapi saat masuk SMA dia mulai memanfaatkan kepintaran yang dimiliki oleh Dewita yang entah kepintarannya itu menurun dari mana.
Sampai Anita kuliah pun tetap Dewita yang mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.
__ADS_1
**