Derita Sigadis Bungsu

Derita Sigadis Bungsu
merasa khawatir


__ADS_3

Lepas maghrib, Anggi baru sadar. Panas badannya juga sudah normal. Mbak Titik yang menjaganya langsung memanggil dokter.


" Bagaimana keadaan Dewita dokter? ",


" Alhamdulillah keadaannya sudah membaik hanya tubuhnya saja masih lemas jadi lebih baik untuk malam ini tetap disini. Besok baru boleh pulang itupun jika kondisinya sudah lebih baik lagi ",


" Alhamdulillah baik dokter, oh iya Dewita sudah boleh makan kan ",


" sudah boleh bu tapi pertama bubur saja dulu mengingat lambungnya sudah kosong dalam waktu lama ",


" Baik dokter, Terima kasih ",


" kalau begitu saya permisi dulu masih harus mengecek pasien lain. jika terjadi sesuatu atau butuh sesuatu disana ada suster jaga l,


" Baik dokter ",


Mbak Titi masuk melihat Dewita.


" Mbak Dewita lapar, perut Dewita sakit ",


" sebentar yah mbak keluar dulu belikan Dewita makanan ",


Dewita mengangguk mendengar ucapan Mbak Titi. Mbak titi pun mengambil tas lalu berjalan menuju kantin rumah sakit. Tak lupa dia menelfon mbok Asih untuk memberi tahu keadaan Dewita.

__ADS_1


Di rumah..


Mbok asih masuk ke kamar Dewita dan mbak Titi mengambil 1 pasang pakaian ganti untuk mereka.


Saat mbok Asih sudah siap untuk kerumah sakit, dia berpapasan dengan Wati yang baru pulang.


" Loh mbok mau kemana bawa tas? ",


" Eh anu bu, mohon maafkan mbok. Tadi siang mbok terpaksa membawa Neng Dewita ke rumah sakit karna beberapa jam di kompres juga sudah diberi obat penurun panas neng Dewitanya tidak bangun bangun juga terus panas nya juga tidak turun turun ", jelas mbok Asih


Wati yang mendengarnya menarik nafas perlahan dan mengusap wajahnya.


" anak itu baru juga semalam dikurung sudah bikin tambah susah, jadi ini mbok mau kerumah sakit? ",


" Iyya bu, saya mau antarkan baju ganti baru kembali ke sini lagi ",


" Ada Titi bu yang jaga ",


" Ya sudah, ini uang untuk bayar rumah sakitnya ",


Mbok Asih melihat uang yang diberikan oleh majikannya itu.


" Sudah Mbok, Ambil saja biar bagaimanapun dia tetap anak saya walaupun saya masih belum bisa menyayanginya ",

__ADS_1


Mbok Asih pun mengambil uang itu lalu pamit ke rumah sakit.


Wati merasa sedikit khawatir mendengar Dewita yang harus dirawat dirumah sakit.


Setelah mbok Asih sampai dirumah Sakit dia langsung menuju ruangan Dewita. Dilihatnya Dewita yang sedang makan cemilan.


" Loh Titi kok di kasihnya cemilan sih, neng Dewitanya kan baru sadar ",


" udah makan bubur kok tadi mbok, itu mangkoknya masih di atas nakas ", ucap Titi menunjuk mangkok bubur yang dibelinya tadi.


" oh kirain belum Ti, neng Dewita gimana udah sehat belum? ",


" Sudah mbok, tapi Dewita gak suka di sini mbok Dewita mau pulang ",


" Besok yah neng, kan Dokternya bilang besok ",


" mbok, apa ibu gak datang jengukin Dewita?, ibu masih marah yah sama Dewita ", ucapnya menunduk sedih.


" Ibu sudah tidak marah kok tapi emang ibu gak sempat jenguk, ibunya masih ada kerjaan katanya tapi tadi ibu nitip ini ke mbok untuk neng Dewita ", ucap mbok Asih seraya mengangkat kantongan yang berisi buah dan cake cokelat.


Dewita yang mendengar bahwa itu dititipkan oleh ibunya merasa sedikit bahagia.


Mbok Asih menatap pilu. bukan maksdunya untuk membohongi Dewita. Dia hanya ingin anak yang ada didepannya ini kembali semangat.

__ADS_1


Setelah hampir dua jam mbok Asih pun pamit pulang dan berjanji besok akan datang menjemput Dewita. Sedang Mbak Titi akan tetap menjaga Dewita di rumah sakit.


***


__ADS_2