Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
putuskan


__ADS_3

Papa?! Berarti Mery anaknya pak Danu asisten tuan Subroto??! Romi bergumam dalam hati.


......................


 


Safiyah memandangi wajah kekasihnya yang sedang terlelap karena pengaruh obat yang diberikan suster. Ia membelai-belai wajah tampan berkharisma itu.


“mas, kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku bisa jaga diri.”  Gumamnya dalam .


 Safiyah akhirnya terlelap disebelah Elno. Hingga pagi menjelang Elno yang lebih dulu membuka matanya melihat gadis galaknya masih terlelap tidur dipelukannya.


Pelan-pelan Elno ingin mengangkat tangannya agar Safiyah tidak terbangun.


“ Mas, sudah bangun?” tanya Safiyah membuat Elno terkejut.


“ iya, kamu tidur saja lagi ya, mas mau ke kamar mandi.”


“ Sini Safiyah bantu bawa impusnya.”


“ tidak usah, mas bisa sendiri.”


Elno pergi sendiri ke kamar mandi dengan kepalanya yang masih cenat cenut.


Momen ini digunakan Safiyah untuk membereskan tempat tidur. Hingga kedatangan ibu Endang tidak diketahuinya.


“ Safiyah, Elno mana?”


“ Di kamar mandi Tante. Jawab Safiyah


“ Tante bawa apa?” sambil mengambil bungkusan dari ibu Endang. “wah.. bubur ayam..., dari aromanya saja sudah enak.”


“ Makanlah, Tante belikan untuk kalian berdua sarapan.”


Cikleek.., Elno keluar dari dalam kamar mandi.


“ Mama sudah sampai?”


“ Iya, mama bawain bubur ayam untuk sarapan kalian, sekalian mama mau langsung kekantor, banyak kerjaan disana! Kamu cepatlah sembuh! Kata mamanya sewot.


“ Mas, aku juga mau kerja. Mau menyelesaikan pakaianku. Sudah tiga hari tidak aku kerjakan, pasti peserta yang lain sudah separuh jadi pakaiannya.” Ujar Safiyah juga sewot seperti mamanya.


“kalau kalian pergi semua, Lalu aku siapa yang urus?”


“ Ada Romi yang bisa diandalkan!.” Kata Safiyah dengan mata yang menatap tajam kepada Romi.


Romi yang baru memasuki ruangan bergidik ngeri melihat tatapan mata calon nyonya mudanya.


 


......................


Safiyah sibuk dikantornya. Dia memilih-milih bahan-bahan kain yang dia gunakan pada desain nya. Mengukur, menggunting kain sudah keahliannya. Dia dibantu oleh seorang asisten, yang memang setiap peserta diberikan seorang asisten untuk membantunya mengerjakan desain nya.


“ Jia, tolong kau gunting kain itu menyerong ya.” Perintah Safiyah menunjuk kearah sebuah kain.


“ Iya kak.”


“ Jia, berapa usiamu?” Safiyah memulai obrolan biar tidak tegang.


“ sembilan belas tahun kak.” Jawabnya .

__ADS_1


“ kakak suka caramu bekerja, cepat mengerti. Masa depanmu insyaallah akan sukses jika kau bisa tetap konsisten dan terus berusaha.”


“ terima kasih kak, Jia akan terus berusaha dan terus belajar. Jia ingin menjadi desainer yang bisa diperhitungkan di negeri ini !”


Tekad Jia ini mengingatkan pada dirinya dulu yang baru memulai usaha jahitnya. Sekarang kios jahit Safiyah sudah bisa menerima orderan lagi, semenjak Safiyah sibuk di perusahaan Sanjaya, dia minta Neni untuk mengawasi para penjahit di kios.


Hari demi hari berlalu, tenggat waktu satu bulan yang diberikan untuk mengerjakan desain ketiga peserta desainer tersisa dua hari lagi.


 


......................


“ Kakak, Sonia ikut ya ke perusahaan kak Elno.”


“ Untuk apa?.. kakak lagi sibuk, nanti kamu berbuat yang tidak-tidak disana.”


“ Hei kakak! Sonia bukan anak umur lima tahun yang harus selalu kakak awasi!” Kata Sonia cemberut.


“ lebih baik kamu disini bisa temani Neni. Kasihan dia sendirian mengawasi para ibu-ibu itu!.


“ Ayolah kak, Sonia ikut ya”. Rengekan Sonia membuat Safiyah luluh dan mengizinkannya ikut kekantor.


......................


“ belum ada pergerakan dari Mery atau Subroto?” tanya Elno kepada Romi.


“ Belum ada tuan. Sahut Romi.


“ kamu awasi terus mereka! Jika ada yang mencurigakan laporkan padaku!” Perintah Elno pada Romi.


“ baik tuan muda!”


“Apakah kau sudah meletakkan pengawal untuk Safiyah?”


“ Bagus, kalau dia tahu dia tidak akan menerimanya.”


“ Saya permisi tuan “ pamit Romi


“ hmm.., Elno sambil manggut-manggut dikursi kebesarannya.


“ Safiyah gadis galakku, apa yang sedang kau kerjakan sekarang ha?? Lebih baik aku kesana melihatnya.” gumamnya dalam hati.


......................


Safiyah sedang sibuk membuat catatan dari desain yang dia buat. Elno mengintip dan tersenyum. Lalu mengetuk pintu.


“Tok tok tok”


Safiyah menoleh dan tersenyum, dia melambaikan tangan kearah Elno.


“ ada apa mas?”


“ ingin memelukmu.., semenjak kau sibuk. Kau lupa padaku, sayang.”


Elno melingkarkan tangannya di pinggang Safiyah. Safiyah pun melingkarkan tangannya dipundak Elno. Elno tidak tau akan keberadaan Jia dan Sonia di sana.


Jia menelan salavinanya melihat adegan mesra atasannya. Dia serba salah antara ingin pergi atau tidak. Saat dia hendak berdiri, ditahan oleh Sonia.


Saat Elno akan mencium bibir Safiyah, bibirnya ditahan oleh jari telunjuk Safiyah.


“ mas....., “ Safiyah mengeluarkan suara serak manjanya membuat jantung Elno berdetak kencang. gairah lelaki nya menggebu-gebu.

__ADS_1


“ mas .., apakah...,"Safiyah memainkan jari jemari tangannya di dada elno. membuat Elno harus menelan salavinanya berkali-kali


" Apakah..., kau ingin adegan mesra kita dilihat oleh orang lain ha??”


 Gairah Elno tiba-tiba menciut mendengar perkataan Safiyah. Dia melihat kekiri dan kekanan tidak ada orang. Lalu kebelakang, betapa terkejutnya dia melihat Sonia dan Jia disana sambil nyengir kuda melambaikan dua jari kearah Elno.


 


“ ehkem, ehkem.!” Elno berdehem


“ kenapa tidak katakan dari tadi.., mas jadi malu!” Elno berbisik ketelinga Safiyah.


“ makanya jangan main nyosor aja.., datang-datang main peluk cium aja. Hahaha “ Safiyah tertawa melihat tingkah Elno yang malu-malu.


......................


“ Tuan.” Sapa pak Danu kepada tuannya pak Subroto.


“ Bagaimana keadaanmu? Kalau masih sakit jangan masuk dulu, kerjaan mu bisa dikerjakan oleh asisten mu.!” Saran pak Subroto kepada pak Danu.


Pakk Danu hanya tersenyum kecil.


“ Danu, siapa wanita yang berhasil menyingkirkan anakmu dari sisi Elno Sanjaya itu?” pertanyaan tuan Subroto begitu menyakitkan baginya.


“ dasar tua Bangka, sudah tua mulutnya masih saja tajam” gumamnya dalam hati.


“ dia gadis biasa namanya Safiyah, tuan. Dia anak yatim-piatu, tinggal berdua dengan adiknya. Dia hanya punya kios kecil didekat rumahnya.” Jawab pak Danu.


“ gadis yang menarik “ gumam pak Subroto pelan.


......................


Sonia berkeliling kantor Sanjaya grup untuk melihat-lihat suasana kerja dikantor. maklum baru lulus SMA jadi belum pernah kerja.


tidak cuma dikantornya saja, Sonia juga melihat-lihat pabrik pembuatan pakaian Sanjaya grup. saat sedang asik memperhatikan pakaian-pakaian yang tergantung, kaki Sonia terinjak bahan kain yang teksturnya licin.


" aaaaa!" teriak sonia yang terpeleset.


Romi yang kebetulan ada didekatnya, reflek menangkap Sonia. dan yang terjadi, mereka saling tatap-tatapan. mata mereka bertemu, terkunci satu sama lain. debaran jantung mereka begitu kencang. saat mereka sadar, mereka saling tersenyum malu-malu. dan salah tingkah.


......................


Elno dan Safiyah berjalan beriringan menuju ruangan ibu Endang. mereka sengaja berjalan beriringan agar tidak menimbulkan kehebohan dikantornya. walaupun sebagian besar dari mereka tau hubungan antara mereka berdua.


" Mas, kenapa Tante ingin kita menemuinya?


apakah Tante akan memarahi kita?" tanya Safiyah keheranan.


" Entahlah, kita ikuti saja mama. biasanya mama akan berubah menjadi singa betina yang lapar kalau perkataannya tidak dituruti." Elno manakut-nakuti Safiyah.


" haa?? begitu menakutkan!" gumamnya sendiri dan didengar oleh Elno yang tersenyum kecil


" tok tok tok"


" Masuk" perintah ibu Endang


mereka berdua pun masuk beriringan.


" Ada apa ma?" Elno memulai percakapan


 " Elno , mama ingin kalian putuskan hubungan kalian!"

__ADS_1


" kenapa??"


__ADS_2