Desain Cinta Safiyah

Desain Cinta Safiyah
punya kaka ipar


__ADS_3

" Safiyah? oh mungkin nama korban penusukan ini,


" apa? korban penusukan?" Elno terkejut


"halo tuan, ini ponsel korban penusukan, sekarang sedang ditangani oleh dokter, jika tuan adalah keluarganya kami harap dapat datang ke Rumah Sakit Harapan Baru “ jelas petugas rumah sakit.


"Terima kasih “ Elno langsung menyambar jasnya.


"Tuan, satu jam lagi tuan Bambang akan kesini untuk.,” perkataan Romi dipotong oleh Elno.


"Kamu atur saja ya, Rom. Saya ada pergi dulu ada urusan mendadak!" Elno berjalan begitu cepat. Dia bergegas meninggalkan kantor.


Disudut lain seseorang sedang tersenyum licik melihat kepergian Elno yang tergesa-gesa.


“ pergilah kau dari dunia ini Safiyah....”


terlihat  wajah Mery tersenyum senang dan menari-nari.


......................


Elno tiba dirumah sakit langsung berlari ke UGD untuk mencari safiya.


“ Safiya, Safiya, sa,.” Elno menemukan Safiya yang terbaring di UGD sambil memejamkan matanya.


“ Safiya, apa yang terjadi? Kenapa, kenapa kamu terbaring disini?”


 hatinya sakit melihat gadis yang ia cintai terbaring dirumah sakit akibat ditusuk orang tidak dikenal.


Dia berfikir coba saja tadi dia menemani safiya pasti Idak seperti ini jadinya.


Safiya membuka matanya.


“ Mas Elno. Kenapa kesini? Kan masih ada rapat di kantor?”


“ Mas mau nemenin kamu,'


“ Tidak usah.., sebentar lagi Safiya pulang kok.”


“ Pulang apanya? Kamu habis ditusuk orang! Tidak boleh!"


“ Mas, aku baik-baik saja. Tusukan itu tidak melukai tubuhku, hanya luka luar saja seperti tergores. Itu berkat tanganku yang menahan pisau itu.”


Safiya menunjukkan tangannya yang diperban.


“ Tapi tetap saja kamu terluka,!”


Sejenak mereka terdiam.


Dokter datang dan memperbolehkan Safiya pulang.


“ Nona Safiya sudah bisa pulang. Ini resep obatnya.


“ Terima kasih dokter.


“ Sama-sama, saya permisi dulu” pamit dokter.


......................


“ Halo?”


“ kami sudah melaksanakan tugas, mana bayarannya!”  kata orang diseberang ponsel Mery.


“ Pastikan tidak ada jejak sedikitpun!”


“ Sudah kami amankan Nona, tenang saja. Kirim saja uangnya.”


“Baiklah!!”


Mery tersenyum kemenangan.


" sepertinya sebentar lagi akan ada kabar duka"


......................


 


Elno mengantarkan Safiya pulang ke rumahnya.

__ADS_1


“ mas, kenapa kamu khawatir sekali sama aku. Aku jadi malu..,” wajah safiya berubah memerah seketika.


“ Ya iyalah..., sekarang ini kamu itu hidupku!! Jadi jangan coba-coba untuk pergi dariku! Elno tidak sadar sedang mengakui perasaannya kepada Safiyah.


“ Dengar ya Safiya, aku tidak ingin sedikitpun kamu terluka, aku juga merasa selalu ingin melindungi kamu, menjaga kamu, dan..dan..”


“?? Dan apa mas?


“ dan menyayangi kamu..” jawab Elno terbata-bata.


Pikir Elno sudah kepalang basah, ya mandi sekalian.


“ mas menyukai saya?”


“ i iya, mas sudah jatuh cinta pada mu dari pertama kita bertemu di parkiran waktu itu.” Jawab Elno pelan.


“ Apa kamu mau menerima perasaan ku?” Elno menatap serius wajah safiya


Safiya tersenyum memandangi Elno yang terlihat serius menatapnya.


......................


“ Nyonya maaf, ada tuan Bambang ingin bertemu.” Kata Romi asisten anaknya.


“ Bambang? Bukannya dia janji temu sama Elno?” ibu Endang menaikkan sebelah alisnya


“ Iya nyonya, tapi tuan Elno tadi pergi tiba-tiba.” Jawab Romi terbata-bata.


“ anak ini!, Sepertinya sudah lama tidak dijewer ya!?” ibu Endang bergumam sendiri.


“ Baiklah, suruh Pak Bambang kemari”.


“ Baik nyonya. Romi undur diri.


......................


“ Safiya juga suka sama mas.” Jawab Safiyah malu-malu.


“ beneran? Kamu serius kan?


Safiya menganggukkan kepala.


Dia memeluk erat Safiya, sangat erat sampai Safiya tak bisa bernapas.


“ Mas, mas aku tak bisa bernapas.” Safiyah dengan suara yang tersendat-sendat.


“ Akh.., maaf sayang. Mas begitu bahagianya.”


“ ehkem!” Terdengar suar deheman didepan pintu.


Ternyata Neny dan Sonia sudah lama berdiri disana. Dan menyaksikan ungkapan cinta mereka.


“ Seperti nya sekarang Sonia punya kakak ipar, kak Neny. “


“ Seperti nya begitu, kita berdua punya kakak ipar.


“Ayo Sonia kita pergi, kita mengganggu mereka.. bisik Neni kepada Sonia.”


“ Eeetttt tunggu! Kakak ipar kalian ini mau pergi dulu. Tolong kalian jagain calon istriku ya! Kalian lihat kan, kalau tangan kanannya sedang terluka? Jangan biarkan dia mengerjakan apapun dulu, oke?!” Perintah Elno kepada Neni dan Sonia.


Sonia langsung mendekati safiya.


“Kakak kenapa? Kok bisa terluka kak?” Sonia sedih melihat tangan kakaknya di balut perban.


“ Nanti kakak ceritakan. Kamu jangan nangis.” Safiya mengusap air mata adiknya.


“ Sayang, mas pergi ke kantor dulu ya “ pamit Elno pada kekasih hatinya itu.


“ Iya, hati-hati ya mas.”


......................


Elno duduk di kursi kebesarannya dan memikirkan tentang kejadian penusukan Safiya.


“ Halo, Andi. Bisa kau membantuku?” Elno menghubungi teman lamanya yang merupakan kepala mafia. Karena berteman dengan Andi makanya Elno bisa ilmu beladiri yang lumayan jago.


“ Kekasihku, diserang orang tidak dikenal.” Elno menceritakan kronologis nya kepada Andi.

__ADS_1


“ sepertinya mereka penjahat kelas teri. Ha-ha-ha..! Andi tertawa mendengarkan cerita Elno.


“Tenang saja, besok kau sudah bisa tahu siapa dalangnya.”


“Aku percaya padamu kawan.” Elno menutup teleponnya.


Tok tok tok” pintu diketok seseorang.


“ masuk “ perintah Elno.


“ El,” Mery menyapa Elno dengan lembutnya.


“Ini pengajuan biaya para desainer kontrak untuk biaya produksi desain mereka.”


Elno memperhatikan berkas itu dan tidak jadi menandatanganinya.


“ kenapa pengajuan biaya produksi milik Safiya banyak yang kamu coret?” tanya Elno penuh selidik.


“ ya karena yang dia ajukan itu tidak masuk akal. Semua bahan murahan El. Sama seperti orangnya.”


“ jaga ucapan kamu, Mery!” kata dengan suara kerasnya.


“ kamu kenapa Elno? Selalu belain dia. Aku yang sudah tujuh tahun mengikuti kamu  tidak pernah kamu anggap! sedangkan dia? Kamu baru kenal El, sudah kamu bela-belain dan sekarang kamu bersikap kasar padaku?” Mery meluapkan kekesalannya pada Elno.


“ Aku sudah lama menyukaimu Elno, tapi kau tidak pernah memandangku! Mery mengungkapkan perasaannya kepada Elno yang selama ini dia pendam.


“ Maaf Mery, dari dulu aku hanya menganggapmu temanku. Jadi sekarang berhenti berharap padaku!.


Elno menatap tajam kepada Mery, dan meninggalkannya sendiri mematung di tempatnya.


Betapa sakitnya yang dirasakan Mery saat ini, dia menangis tersedu-sedu. Diruang itu.


Kejam kau Elno! Kejam!


Aaaakkhhh.....


......................


Malam hari setelah pulang kerja Elno mampir kerumah Safiya. Baru beberapa jam saja tidak melihat Safiyah dia sudah sangat merindukannya.


“ Halo, mas.”


“ Kamu belum tidur?”


“ Belum, masih jam delapan malam belum ngantuk. Mas sudah pulang?”


“ Belum, mas didepan rumahmu.”


“ ha? Masuk saja mas.”


Safiya membuka pintu, ternyata benar Elno ada didepan rumahnya.


Elno menghampirinya.


“ bagaimana dengan tanganmu? Kamu tidak usah masuk dulu sebelum sembuh “


“ Ya baiklah mas.”


Elno menarik tangan Safiyah dan memeluk tubuh mungil itu. Dan menghirup aroma tubuh Safiyah yang menurutnya menenangkannya.


“ Safiyah, aku merindukanmu. Aku merasa tenang jika memelukmu seperti ini.”


Safiyah melepaskan pelukannya.


"mas lebih baik pulang, istirahat dirumah. Mas itu capek habis bekerja seharian, belum lagi tadi antar aku pulang, terus kekantor lagi.”


“ Safiyah, jadilah milikku.”


“ ???”Safiyah bingung.


“ iya Safiyah, jadilah istriku.


bersambung.....


 


terima kasih sudah membaca karya author..,

__ADS_1


jangan lupa like komen ya...


__ADS_2